5 Bahasan Seks yang Penting Dibicarakan dengan Pasangan

Apa yang nyaman dan tidak nyaman dilakukan oleh Mama dan pasangan

13 September 2020

5 Bahasan Seks Penting Dibicarakan Pasangan
Unsplash/Dainis Graveris

Seks tidak hanya harus dilakukan, namun juga penting untuk dibicarakan. Popmama.com punya bahasan yang perlu didiskusikan dengan pasangan. 

Banyak yang menganggap bahwa pembicaraan tentang seks adalah sesuatu yang tabu dan sensitif. Pembicaraan sedikit saja bisa salah dan membuat hubungan jadi tidak nyaman. 

Namun sebenarnya, setiap pasangan perlu berbicara tentang seks. Mulai dari hal yang membuat nyaman atau tidak nyaman, sampai perihal kesehatan organ intim. 

Dari semua bahasan yang tersedia, berikut 5 yang paling penting untuk dibahas bersama. 

1. Tentang hal yang membuat nyaman atau malah sebaliknya

1. Tentang hal membuat nyaman atau malah sebaliknya
Freepik/cookie_studio

Setiap orang memiliki batasnya masing-masing. Ada yang tak masalah melakukan oral seks, sementara beberapa orang lain merasa itu adalah hal yang tidak nyaman. 

Ada yang merasa nyaman saja berhubungan di kamar mandi, sementara lainnya hanya ingin di kamar saja. Ada yang menganggap banyak bicara saat berhubungan seks itu tak masalah, sementara sebagian menganggap itu mengganggu. 

Inilah yang harus dibicarakan dengan pasangan. Mana saja hal yang tidak nyaman dilakukan saat berhubungan intim. Serta, mana saja yang malah harus lebih sering dilakukan karena bisa meningkatkan gairah.  

Editors' Picks

2. Frekuensi berhubungan intim yang diinginkan

2. Frekuensi berhubungan intim diinginkan
Freepik/jcomp

Mungkin kamu sedang berada dalam fase aktif seksual sehingga rasanya ingin sering berhubungan intim. Sementara itu, bisa saja kamu merasa malu karena terus memintanya. 

Oleh karena itulah, penting sekali untuk membicarakan hal ini. Kamu bisa saja mengungkapkan di waktu mana saja akan merasa lebih sensitif dan mudah terangsang, agar suami bisa mencatat waktunya. 

Biasanya, waktu sebelum menstruasi adalah fase di mana perempuan sedang mudah terangsang. 

Sementara itu, dengarkan pasangan tentang frekuensi ia berhubungan intim. Jika kebutuhannya adalah 1 minggu 3 kali, maka kamu bisa menyesuaikan dengan menyusun kegiatan agar tidak terlalu lelah melayani pasangan.

3. Hal yang bisa diterima atau tidak

3. Hal bisa diterima atau tidak
cleo.com.sg

Lagi-lagi, batasan setiap orang akan berbeda-beda. Ada yang tak masalah jika pasangan masturbasi di depannya. Sementara itu, ada yang tak masalah juga jika berhubungan saat menstruasi. 

Kamu dan pasangan bisa mengungkapkan apa saja yang bisa diterima, atau tidak. Ada yang tidak senang melakukan oral karena menganggap itu menjijikan, sementara lainnya akan dengan senang hati melakukannya. 

Setelah mendengar hal yang bisa diterima dan tidak oleh pasangan, yang harus kamu lakukan adalah menghormatinya. Kamu tidak bisa menyamakan standarmu dengan orang lain.

4. Jika ada yang bermasalah dengan disfungsional seksual

4. Jika ada bermasalah disfungsional seksual
healthysemen.com

Ejakulasi dini adalah salah satu masalah sensitif yang jarang dibicarakan para pria. Begitu juga saat ada masalah dengan perempuan, seperti vagina yang kering, biasanya akan dipendam begitu saja. 

Daripada saling merasa tidak nyaman, kenapa tidak coba membuka pembicaraan dengan suasana yang lebih sehat dan menyenangkan?

Permasalahan ini memang tidak seberapa, namun jika dipendam terus bisa membuat hubungan jadi tidak sehat. Yang harus dipastikan adalah, apapun yang terjadi, kamu dan pasangan harus tetap saling menghormati dan menghargai. 

Dengan begitu, pembicaraan tentang seks bisa berlangsung dengan lebih nyaman tanpa ada tekanan berlebihan. 

5. Saat kamu sedang tidak ingin berhubungan intim

5. Saat kamu sedang tidak ingin berhubungan intim
Freepik.com/cookie_studio

Ada kalanya kamu terlalu lelah untuk menghabiskan waktu dengan berhubungan seks. Namun jika pasangan tiba-tiba mendekat dan mengisyaratkan untuk berhubungan intim, biasanya kamu tak bisa menolak. 

Ini bukanlah hubungan yang baik. Kamu boleh saja mengungkapkan bahwa saat ini bukanlah waktu yang terlalu tepat untuk berhubungan intim.

Memang terdengar sepele, namun ini bisa jadi masalah besar jika dibiarkan berlarut-larut. Di satu sisi, kamu merasa pasangan tidak pengertian. Sementara di sisi lain, pasangan merasa kamu tidak tertarik dengan kegiatan intim bersama. 

Maka, menyampaikan hal yang sebenarnya sangatlah penting. Pastikan untuk menyampaikannya dengan baik dan tenang agar tidak menimbulkan salah persepsi.

Itulah 5 pembahasan yang bisa dibicarakan dengan pasangan agar hubungan intim tetap lancar. Jangan anggap itu hal yang tabu, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.