Kenapa Ejakulasi di Luar Bisa Bikin Hamil?

Sudah "keluarin di luar" tapi kok masih bisa hamil?

13 Maret 2019

Kenapa Ejakulasi Luar Bisa Bikin Hamil
healthysemen.com

Sebagian pasangan enggan menggunakan kontrasepsi, baik berupa pil KB ataupun kondom latex. Sementara mereka terbiasa menerapkan senggama terputus (coitus interruptus), atau yang lebih dikenal dengan metode ejakulasi di luar atau “keluarin di luar”.

Metode mengeluarkan sperma di luar merupakan bentuk kontrasepsi tertua di dunia dan hingga saat ini masih sering dilakuakan karena dianggap bisa menjadi solusi.

Sekitar 35 juta pasangan di seluruh dunia bergantung pada teknik ini untuk mencegah kehamilan.

Berikut ini Popmama.com telah merangkum penjelasan apa itu ejakulasi di luar dan bagaimana seorang perempuan bisa hamil setelah pasangannya mempraktikkan keluar sperma di luar.

1. Apa itu ejakulasi di luar?

1. Apa itu ejakulasi luar
healthtap.com

Ejakulasi di luar atau senggama terputus adalah upaya mencegah kehamilan dengan cara menarik penis keluar dari vagina saat hampir mencapai klimaks dan ejakulasi. Kemudian ejakulasi sengaja dilakukan di luar vagina. 

Teknik tarik-keluar ini kadang tetap dilakukan meski suami sudah memakai kondom atau istri sudah minum pil KB.

Hal itu bisa disebabkan rasa lebih percaya diri dengan metode ejakulasi di luar atau karena sekedar ingin menemukan sensasi tersendiri.

Baca juga:

Editors' Picks

2. Cara melakukan ejakulasi di luar

2. Cara melakukan ejakulasi luar
refinery29.com

Saat melakukan hubungan seks maka gairah akan semakin memuncak. Kenikmatan yang dirasakan semakin penuh.

Saat suami mendekati klimaks maka ia akan merasakan tanda-tanda seperti akan ada yang tersembur keluar melalui penis.

Jika sudah menemukan rasa seperti ini, suami akan menarik penisnya dari dalam vagina, ketika ia hampir merasa akan ejakulasi. 

Ejakulasi akan suami lakukan di luar dan menjauhi vagina, biasanya diarahkan ke perut atau paha istrinya dengan berhati-hati agar air mani tidak menetes atau tumpah ke vulva.

Namun, ada juga pria yang mendadak rasa klimaksnya berkurang setelah menarik penis keluar dari vagina. Gunakan tangan untuk membantu agar suami bisa tetap melakukan ejakulasi di luar. 

Hal yang paling penting untuk dipahami jika kamu ingin menerapkan ejakulasi di luar sebagai cara untuk menunda kehamilan adalah suami harus tahu kapan ia orgasme, klimaks, dan akan ejakulasi. 

Jangan menahan atau menunda tarik penis ketika suami merasa sudah di ujung dan akan berejakulasi.

3. Apakah ejakulasi di luar bisa hamil?

3. Apakah ejakulasi luar bisa hamil
drsherry.com

Metode ejakulasi di luar sebenarnya bagus untuk perempuan. Cara menunda kehamilan ini memang membawa keuntungan seperti bebas hormon dan praktis. Selain itu, spermine, senyawa yang ditemukan dalam sperma, sebenarnya cukup bagus untuk kulit perempuan.

Namun apakah "keluar di luar" bisa membuat hamil?

Saat pria bergairah, penis akan mengeluarkan sedikit air mani pra-ejakulasi. Air mani pra-ejakulasi itu sendiri tidak mengandung sperma. Namun, saat cairan pra-ejakulasi keluar dari penis, sperma hidup sisa ejakulasi sebelumnya yang menempel di uretra akan tersapu keluar bersama air mani.

Sebuah studi yang dikutip dari International Planned Parenthood menemukan gumpalan kecil dari sperma dalam air mani pra-ejakulasi pada sejumlah partisipan pria. Meskipun hanya beberapa ratus sperma yang hadir, namun teorinya, akan tetap menimbulkan risiko kehamilan.

Walaupun kemungkinannya rendah, namun masih ada peluang untuk bisa hamil meski sudah melakukan ejakulasi di luar. 

Ingat Ma, faktanya hanya dibutuhkan satu sel sperma untuk mewujudkan kehamilan.

Itulah sebabnya ada orang melakukan ejakulasi di luar tapi ia tetap menggunakan kondom. Semata-mata ini efektif untuk melindungi perempuan dari air mani pra-ejakulasi.

Selain itu bahan kondom bisa sedikit mengurangi sensitifitas pada penia yang membuatnya jadi lebih tahan lama saat bercinta. 

Nah, itulah penjelasan mengapa ejakulasi di luar tetap bisa hamil. Kamu dan pasangan, jadi mau pakai metode yang mana nih Ma?

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!