Inilah yang Terjadi pada Tubuh Saat Kamu Berpelukan dengan Pasanganmu

Ma, ini dia manfaat berpelukan dengan pasangan bagi tubuh kamu

24 Agustus 2019

Inilah Terjadi Tubuh Saat Kamu Berpelukan Pasanganmu
Unsplash/Brooke Winters

Sebagian laki-laki merasa kurang suka berpelukan jika makna dari memeluk tersebut untuk menguatkan. Mereka kurang suka dinilai lemah. Selebihnya, mereka tentu menyukai berpelukan, apapun itu alasannya.

Sama dengan perempuan, kita selalu suka berpelukan. Kamu pasti suka kan dipeluk?

Menurut teori Freudian Bade, berpelukan memberi seorang perempuan keyakinan bahwa mereka belum ditinggalkan. Dengan kata lain sebuah pelukan bisa menenangkan bagi perempuan.

Berikut adalah beberapa hal luar biasa yang terjadi pada tubuh kamu saat berpelukan:

1. Merasa lebih bahagia

1. Merasa lebih bahagia
Unsplash/ Pablo Heimplatz

Paul Zak adalah seorang ahli oksitosin yang terkenal di dunia, atau yang dia sebut "molekul moral". Pada dasarnya, oksitosin adalah hormon yang telah lama dikaitkan dengan membantu dalam proses melahirkan dan menyusui. Namun, hormon juga memainkan peran penting dalam perasaan Anda. "Semakin tinggi oksitosin, semakin tinggi kebahagiaan kamu," Zak menjelaskan kepada laman WebMD.

Selain itu, menurut Pusat Informasi Bioteknologi Nasional, penelitian telah mulai membuktikan bahwa hormon ini tidak hanya membuat kamu merasa lebih bahagia, tetapi juga berperan dalam aspek kehidupan lainnya dari pengakuan sosial hingga orgasme.

Oksitosin juga merupakan hormon yang cukup mudah untuk diaktifkan. Menurut Zak, berinteraksi dengan orang lain di media sosial seperti Facebook atau Twitter mengarah ke lonjakan tingkat oksitosin.

Bahkan menonton film cengeng akan meningkatkan hormon ini.

Sentuhan, bagaimanapun, tampaknya menjadi jenis interaksi terbaik. Zak secara khusus merekomendasikan delapan pelukan per hari minimum.

2. Kekebalan tubuh meningkat

2. Kekebalan tubuh meningkat
Unsplash/Christiana Rivers

Dibanding jarum suntik, tentu kamu lebih membutuhkan sebuah pelukan saat kesehatan menurun. Kamu merasa seperti ini karena setelah menerima sebuah pelukan kamu merasa sedikit lebih nyaman.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Sage Journals, lebih dari empat ratus orang dewasa yang sehat terkena virus yang menyebabkan flu biasa. Beberapa orang dewasa ini menerima pelukan saat melawan pilek mereka dan, pada saat yang sama, memantau penyakit mereka.

Mereka yang menerima dukungan dan diberi pelukan dilindungi terhadap pengembangan infeksi.

Sepertinya pelukan lebih baik. Mereka yang menerima dukungan lebih besar dan pelukan yang lebih sering bahkan memiliki tanda-tanda penyakit yang kurang parah.

Jadi, pada saat pasangan kamu mencoba untuk keluar dari pelukanmu, katakan saja padanya itu untuk kesehatannya.

3. Libido seketika meningkat

3. Libido seketika meningkat
Unsplash/JD Mason

Dr Renee Horowitz, obgyn dan pemilik The Centre for Sexual Wellness di Michigan, menjelaskan dalam sebuah wawancara dengan Shape, "Ada pelepasan dopamin, yang merupakan hormon rangsang yang meningkatkan hasrat seksual."

Itu benar, memeluk benar-benar dapat meningkatkan libido kamu sehingga ada alasan bagus untuk meringkuk bersama pasangan kamu sebelum mendapatkannya. Yang mengatakan, dopamin bukan satu-satunya bahan kimia yang bekerja saat kamu berpelukan.

"Memeluk, memegang, dan bermain seksual melepaskan bahan kimia, seperti oksitosin, di otak yang menciptakan rasa sejahtera dan kebahagiaan," kata Horowitz.

Apakah benar-benar ada alasan untuk tidak berpelukan?

Editors' Picks

4. Manfaat berpelukan bisa mengurangi kecemasan yang kamu rasakan

4. Manfaat berpelukan bisa mengurangi kecemasan kamu rasakan
Unsplash/Samantha Gades

Ada 40 juta orang di Amerika Serikat yang berurusan dengan kecemasan. Jika kamu mengalami kecemasan juga, ambil kenyamanan dalam hal ini: sentuhan fisik dan pelukan akan mengurangi kecemasan kamu.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Sage Journals, 16 perempuan dipantau selama studi pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI).

Para perempuan ini kemudian diberitahu bahwa mereka akan mengalami sengatan listrik saat memegang tangan pasangan mereka, tangan pria tanpa nama, atau tidak ada tangan sama sekali.

Selama percobaan yang memicu kecemasan, para perempuan yang berpegangan tangan dengan suami mereka mengalami penurunan stres dibandingkan dengan perempuan yang berpegangan tangan dengan orang asing atau tidak memegang tangan sama sekali.

Dan yang cukup menarik, semakin baik pernikahan pasangan berpegangan tangan, semakin sedikit stres yang dialami.

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh Pusat Nasional Informasi Bioteknologi, oksitosin terbukti mengurangi kecemasan, atau, karena kecemasan sulit diukur, "perilaku seperti kecemasan."

Baca Juga: 11 Hal Kecil yang Dilakukan Setiap Hari oleh Keluarga Bahagia

5. Menurun tekanan darahmu

5. Menurun tekanan darahmu
Unsplash/ David Núñez

Untuk penderita hipertensi, atau tekanan darah tinggi, diet, olahraga, dan sering dianjurkan pengobatan. Mengapa? Tekanan darah tinggi dapat mendatangkan malapetaka serius pada tubuh kamu dalam berbagai cara.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), itu dapat mengeraskan arteri kamu menyebabkan berkurangnya aliran darah dan oksigen ke jantung.

Pada gilirannya, kamu bisa mengembangkan banyak kondisi, mulai dari penyakit jantung hingga gagal jantung. Hatimu bukan satu-satunya yang terkena hipertensi. Otak, serta ginjal kamu, bisa rusak sebagai hasilnya.

Tentunya, itu bukan yang diinginkan.

Berpelukan, tentu saja bisa jadi proteksi tambahan. Berpelukan memang tidak akan membuat orang sakit terbebas obat setelah dipeluk.

Namun, ada hubungan definitif antara penurunan tekanan darah dan pelukan, terutama bagi seorang perempuan.

6. Denyut jantung kamu bisa melambat

6. Denyut jantung kamu bisa melambat
Unsplash/The HK Photo Company

Perubahan denyut jantung juga dimonitor sebagai bagian dari studi yang sama yang digunakan untuk mengukur tekanan darah sebelum dan sesudah berpelukan. Sama seperti tekanan darah perempuan premenopausal menurun, begitu juga detak jantung mereka.

Dalam studi lain yang dilakukan oleh School of Medicine di University of North Carolina seperti diberitakan oleh laman USA Today, pasangan dibagi menjadi dua kelompok.

Kelompok pertama diinstruksikan untuk duduk di samping pasangan mereka dan berpegangan tangan.

Setelah itu, kelompok itu juga menonton klip singkat film romantis dan kemudian memeluk pasangan mereka selama durasi dua puluh detik. Sementara itu, kelompok kedua tidak memiliki interaksi fisik dengan pasangan mereka. Mereka duduk sendirian dan tidak diperlihatkan segmen video romantis.

Sementara itu, setiap orang dari masing-masing kelompok memantau denyut jantung mereka.

Kedua kelompok tersebut kemudian diminta untuk berbicara tentang peristiwa atau situasi yang menegangkan, karena jenis percakapan ini biasanya ditunjukkan untuk meningkatkan tekanan darah dan detak jantung.

Bagaimana hasil dari eksperimen ini?

Pasangan dalam kelompok kedua, yang tidak memiliki kontak fisik dengan pasangan mereka, mengalami peningkatan drastis dalam tekanan darah mereka - lebih dari 24 poin dalam pembacaan sistolik (atas) mereka!

Bukan hanya itu tetapi detak jantung mereka meningkat pada tingkat dua kali lipat ke kelompok pertama dari pasangan yang saling berpelukan.

Itulah makanya, peluk pasanganmu saat ia sedang marah. Ini akan meredakan marahnya.

Baca Juga: 12 Cara Memiliki Keluarga Bahagia, Sederhana Namun Sangat Penting

7. Bencilah atau cintai, pasangan kamu harus memulai berpelukan terlebih dulu

7. Bencilah atau cintai, pasangan kamu harus memulai berpelukan terlebih dulu
UNsplash/Comete El Coco

Jika pasangan kamu kurang menyukai berpelukan, mungkin sudah waktunya untuk menyuruh dia untuk memukul dan mendorong kamu.

Tentu saja, kamu bisa memulai berpelukan dengan pasanganmu terlebih dulu, tetapi efeknya akan jauh lebih menguntungkan jika berpelukan dimulai oleh pasanganmu terlebih dulu.

Bagaimana penjelasannya?

Dalam sebuah studi oleh Journal of Social and Personal Relationships, upaya keintiman fisik dianalisis pada hampir 400 pasangan laki-laki dan perempuan.

Upaya-upaya ini untuk "mendapatkan efek kontak fisik" yang dikaitkan dengan kepuasan hubungan suami istri yang lebih tinggi, komunikasi pasangan yang lebih baik, dan lebih sedikit konflik, menurut  perkataan Olivia Newton-John.

Dampak yang dimiliki laki-laki pada penelitian ini sangatlah menarik. Kita bisa semakin tahu manfaat dari berpelukan dengan pasangan.

Upaya laki-laki untuk menjaga keintiman dengan pasangan mereka dikaitkan dengan hasil positif ke tingkat yang lebih tinggi.

Jadi, kita semua tahu cara untuk memberdayakan diri sendiri sebagai  perempuan.

Kita tidak akan pernah menghalangi diri sendiri untuk memenuhi kebutuhan dan meminta apa yang kita inginkan.

Tetapi kita juga tidak bisa menolak sains. Dalam hal berpelukan, jika pasangan kamu yang memulai terlebih dulu, maka kepuasan hubungan suami istri sebenarnya bisa meningkat. Ada kepuasan yang lebih jika berpelukan dimulai olehnya terlebih dulu.

Itulah 7 manfaat berpelukan dengan pasangan yang bisa kamu manfaatkan di dalam tubuh kamu. Jangan takut untuk sering-sering berpelukan. Berpelukan baik untuk kesehatan. Oke Ma, saatnya berpelukan!

Baca juga: Jangan Kecolongan, Ini 7 Ciri-Ciri Suami Selingkuh

Baca juga: 5 Hal yang Suami Inginkan dari Istri Saat Berhubungan Seks

Baca juga: Berapa Lama Setelah Berhubungan Seks Terjadi Kehamilan?

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;