6 Penyebab Eksim Kering di Tangan yang Kerap Kambuh Berulang

- Paparan air dan sabun yang terlalu sering dapat melemahkan lapisan pelindung kulit tangan, menyebabkan eksim kering sulit sembuh dan mudah kambuh.
- Bahan kimia iritan sehari-hari seperti deterjen dan cairan pembersih rumah juga dapat memicu peradangan kulit secara perlahan, membuat eksim kering mudah kambuh.
- Kerusakan skin barrier pada kulit tangan akibat kebiasaan menggaruk, gesekan berulang, faktor alergi, stres, dan kondisi tubuh yang tidak optimal juga menjadi penyebab eksim kering yang kerap kambuh.
Kulit tangan yang terasa kasar, kering, lalu tiba-tiba gatal dan memerah sering membuat Mama bertanya-tanya, “Ini cuma kulit kering biasa atau sudah eksim, ya?”
Apalagi jika kondisi tersebut muncul berulang meski Mama sudah rutin mengoleskan pelembap. Tak sedikit Mama baru menyadari ada masalah pada kulitnya saat eksim mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Eksim kering di tangan memang kerap berkembang secara perlahan. Awalnya hanya terasa kering, lalu semakin sensitif, mudah iritasi, dan akhirnya kambuh berulang.
Karena tangan terus digunakan untuk berbagai aktivitas, kondisi ini pun sering terasa sulit dikendalikan jika penyebab utamanya tidak dikenali sejak awal.
Untuk memahami kenapa eksim kering di tangan Mama terus berulang, penting mengetahui faktor-faktor yang memicu dan mempertahankan peradangannya. Berikut Popmama.com akan menjelaskan 6 penyebab eksim kering di tangan yang kerap kambuh berulang.
1. Terlalu sering terpapar air dan sabun

Tangan adalah bagian tubuh yang paling sering Mama cuci dalam aktivitas sehari-hari. Paparan air yang terlalu sering, terutama jika disertai penggunaan sabun berbahan keras, dapat menghilangkan minyak alami kulit.
Akibatnya, kulit tangan menjadi kering dan lapisan pelindungnya melemah. Ketika skin barrier rusak, kulit tangan Mama lebih mudah kehilangan kelembapan dan rentan terhadap iritasi.
Kondisi ini memicu peradangan ringan yang jika terjadi terus-menerus akan berkembang menjadi eksim kering. Tak heran jika eksim di tangan sering dialami Mama yang rajin mencuci tangan atau sering bekerja dengan air.
Jika tidak diimbangi dengan perawatan yang tepat, paparan air dan sabun akan terus memperparah kondisi kulit. Eksim pun menjadi sulit sembuh dan mudah kambuh.
2. Paparan bahan kimia dan iritan sehari-hari

Selain air, tangan Mama juga sering bersentuhan langsung dengan berbagai bahan kimia. Deterjen, cairan pembersih rumah, cairan antiseptik, hingga produk rumah tangga lainnya dapat bersifat iritatif bagi kulit sensitif.
Paparan ini sering terjadi tanpa Mama sadari. Bahan iritan dapat memicu peradangan kulit secara perlahan. Awalnya, kulit hanya terasa kering atau kasar, tetapi lama-kelamaan muncul gatal dan kemerahan. Jika paparan terus berulang, eksim kering di tangan pun mudah kambuh.
Banyak Mama fokus mengobati gejalanya, tetapi lupa mengurangi kontak dengan iritan. Padahal, selama pemicu ini masih ada, eksim akan terus berulang meski sudah dirawat.
3. Kerusakan skin barrier pada kulit tangan

Kulit tangan memiliki lapisan pelindung yang berfungsi menjaga kelembapan dan melindungi dari zat asing. Pada kondisi eksim, lapisan ini sering kali tidak berfungsi optimal. Akibatnya, kulit menjadi lebih mudah kering dan sensitif terhadap rangsangan ringan.
Kerusakan skin barrier bisa terjadi karena paparan iritan berulang, cuaca ekstrem, atau perawatan kulit yang kurang tepat. Saat lapisan pelindung melemah, kulit tangan Mama akan lebih mudah meradang meski tanpa pemicu yang jelas.
Inilah yang membuat eksim kering di tangan terasa kambuh “tiba-tiba”. Padahal, kondisi kulit sebenarnya belum benar-benar pulih.
4. Kebiasaan menggaruk dan gesekan berulang

Rasa gatal pada eksim sering kali sulit ditahan. Namun, kebiasaan menggaruk justru memperparah kondisi kulit tangan Mama. Garukan dapat menyebabkan luka kecil, meningkatkan peradangan, dan membuat kulit semakin kering.
Selain menggaruk, gesekan berulang dari aktivitas tangan sehari-hari juga berpengaruh. Mengetik, memegang peralatan, atau aktivitas manual lainnya dapat memperburuk iritasi pada kulit yang sudah sensitif.
Jika kebiasaan ini tidak dikendalikan, eksim kering di tangan akan sulit membaik. Kulit membutuhkan kondisi yang lebih tenang untuk memperbaiki dirinya sendiri.
5. Faktor alergi dan reaksi imun tubuh

Pada sebagian Mama, eksim kering di tangan berkaitan dengan reaksi alergi atau respons imun tertentu. Sistem imun bereaksi berlebihan terhadap zat yang sebenarnya tidak berbahaya, lalu memicu peradangan kulit yang berlangsung lama.
Alergi kontak terhadap bahan tertentu, seperti logam, karet, atau kandungan produk perawatan, juga bisa menjadi pemicu. Reaksi ini tidak selalu muncul seketika, sehingga sering sulit dikenali.
Jika faktor alergi dan imun tidak diatasi, eksim akan cenderung kambuh berulang meski gejalanya sempat mereda.
6. Stres dan kondisi tubuh yang tidak optimal

Eksim tidak hanya dipengaruhi oleh faktor luar, tetapi juga kondisi internal tubuh Mama. Stres emosional dapat memicu pelepasan hormon yang memperburuk peradangan kulit. Tak sedikit Mama menyadari eksimnya kambuh saat sedang lelah atau tertekan.
Selain stres, daya tahan tubuh yang menurun juga memengaruhi kemampuan kulit untuk pulih. Tubuh yang tidak seimbang membuat peradangan lebih sulit dikendalikan.
Tanpa memperhatikan faktor internal, perawatan kulit dari luar sering terasa kurang efektif. Padahal, keseimbangan tubuh berperan besar dalam mengendalikan eksim.
Eksim kering di tangan yang kerap kambuh bukan terjadi tanpa alasan, Mama. Biasanya ada kebiasaan kecil atau faktor tertentu yang terus memicu peradangan tanpa disadari. Selama penyebab tersebut masih ada, eksim akan mudah muncul kembali meski gejalanya sempat mereda.
Dengan memahami apa saja penyebab eksim kering di tangan, Mama bisa lebih bijak dalam merawat kulit sehari-hari. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membantu menjaga kondisi kulit tetap lebih tenang dan mengurangi resiko kekambuhan dalam jangka panjang.
Selain itu, dengan mengetahui 6 penyebab eksim kering di tangan yang kerap kambuh berulang dapat membuat kita lebih peduli dan perhatian terhadap tubuh, terutama bagian-bagian yang memicu eksim kering di tangan kambuh.


















