Berapa Kali Harus Berhubungan Intim dalam Seminggu? Cek Faktanya!

Yuk, ketahui faktanya sesuai dengan penjelasan ilmiah!

14 Agustus 2021

Berapa Kali Harus Berhubungan Intim dalam Seminggu Cek Faktanya
Unsplash/We-Vibe WOW Tech

Intensitas berhubungan intim yang dilakukan oleh setiap pasangan suami istri tentu berbeda-beda, namun tetap harus menjadi prioritas ketika sudah menikah. 

Perlu dipahami bahwa saat kehidupan seks dibina dengan baik, maka tanpa disadari mampu menciptakan keharmonisan hubungan rumah tangga. Terkait dengan kehidupan di atas ranjang, ada juga pertanyaan mengenai "berapa kali harus berhubungan intim dalam seminggu?

Jika Mama termasuk mempertanyakan hal tersebut, tak perlu khawatir karena kali ini Popmama.com telah merangkumnya dengan penjelasan secara ilmiah.

Demi intensitas hubungan sebagai pasangan suami istri, kondisi ini perlu sekali diperhatikan dengan baik. 

Editors' Picks

1. Satu kali dalam seminggu dirasa cukup agar kehidupan seks menjadi lebih berkualitas

1. Satu kali dalam seminggu dirasa cukup agar kehidupan seks menjadi lebih berkualitas
Pixabay/Stas_F

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli neurologi di University of Toronto membuktikan bahwa pasangan suami istri tidak perlu terus berhubungan intim setiap hari. Penelitian tersebut justru menyarankan agar lebih baik bercinta seminggu sekali. 

Seminggu sekali ini menjadi waktu yang ideal karena dapat meningkatkan kualitas keintiman di atas ranjang, sehingga sensasi bercinta menjadi penuh cinta. 

Selain itu, menahan hasrat untuk berhubungan intim setiap seminggu sekali bisa membuat kehidupan seks bersama pasangan menjadi lebih membahagiakan. Ketika ada jadwal rutin untuk berhubungan intim, tidak ada salahnya untuk saling berdiskusi dan melakukan eksplorasi selama sesi bercinta. 

2. Terlalu sering berhubungan intim justru memicu masalah

2. Terlalu sering berhubungan intim justru memicu masalah
Freepik/jcomp

Kehidupan seks yang berkualitas bersama pasangan tentu akan membuat hubungan suami istri merasa lebih bahagia. 

Menurut Amy Muise, pakar psikologi dan neurologi yang ikut melakukan penelitian mengatakan bahwa terlalu sering berhubungan intim justru bisa menyebabkan masalah. Dalam hal ini, Amy menjelaskan bahwa pasangan yang bercinta setiap hari bisa menyebabkan salah satu atau kedua belah pihak merasa tertekan. 

Tanpa disadari bisa merasa cemas atau stres karena ingin menciptakan kehidupan seks yang liar dan penuh gairah, bahkan dapat meningkatkan kebosanan. 

Sementara itu, pasangan yang jarang bercinta dan hanya melakukannya seminggu sekali akan jauh lebih berkualitas. Hal tersebut dikarenakan mereka akan menjalani hubungan seks tanpa banyak tuntutan dan tidak mudah bosan dengan permainan nakal pasangannya. 

3. Pasangan suami istri akan mudah loyo apabila berhubungan intim terlalu sering

3. Pasangan suami istri akan mudah loyo apabila berhubungan intim terlalu sering
Freepik/Nikitabuida

Dilansir dari Huffington Post,  Aaron Spitz, ahli urologi dan penulis The Penis Book: A Doctor's Complete Guide to the Penis menjelaskan bahwa berhubungan seks setiap hari akan memperlambat produksi sperma. 

Dari penjelasan Aaron disarankan bahwa hubungan seks sebaiknya dilakukan pada masa-masa subur saja. Berhubungan seks setiap hari justru berdampak pada menurunnya kualitas dan jumlah sperma yang sehat. 

Selain itu, frekuensi bercinta yang terlalu sering misalnya sebanyak 6-9 kali dalam seminggu dapat membuat gairah seks bekurang. Tubuh pun akan terasa loyo karena terlalu banyak mengeluarkan energi. 

Demi menciptakan kualitas hubungan seks penting sekali membuat sebuah jeda, sehingga kebutuhan emosional terpenuhi dengan baik dan menciptakan momen bercinta yang lebih bahagia.

Nah, itulah beberapa rangkuman yang menjawab pertanyaan mengenai "berapa kali harus berhubungan intim dalam seminggu?" Semoga informasi ini bisa bermanfaat dan membantu kehidupan seks bersama pasangan menjadi lebih bahagia ya, Ma. 

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.