Berhubungan Badan Setiap Hari Tanpa Jeda, Bolehkah Dilakukan?

Kira-kira ini sehat atau tidak ya, Ma?

13 Oktober 2020

Berhubungan Badan Setiap Hari Tanpa Jeda, Bolehkah Dilakukan
Pixabay/Victoria_Borodinova

Intensitas berhubungan seks seolah menjadi sebuah kebutuhan tersendiri bagi setiap pasangan yang sudah menikah. Ketika kehidupan seks dibina dengan baik, maka tanpa disadari dapat menciptakan keharmonisan hubungan rumah tangga. 

Sebagian pasangan yang baru saja menikah seringkali melakukan berhubungan badan setiap hari. Ini dilakukan sebagai usaha meningkatkan peluang agar cepat hamil.  

Walau sesi bercinta bersama pasangan dapat memberikan banyak manfaat dari segi kesehatan fisik dan mental, namun ada pertanyaan mengenai "bolehkah berhubungan seks dilakukan setiap hari?"

Jika Mama termasuk mempertanyakan hal tersebut, tak perlu khawatir karena kali ini Popmama.com telah merangkumnya.

Demi intensitas hubungan sebagai pasangan suami istri, kondisi ini perlu sekali diperhatikan. 

Editors' Picks

1. Apa saja dampak yang terjadi pada tubuh laki-laki ketika terus berhubungan badan setiap hari?

1. Apa saja dampak terjadi tubuh laki-laki ketika terus berhubungan badan setiap hari
Freepik/Racool_studio

Perlu diketahui bahwa sebenarnya tidak ada acuan yang pasti mengenai intensitas berhubungan seks bersama pasangan. Mengingat setiap pasangan suami istri memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, tergantung pada usia, suasana hati hingga kondisi kesehatan mereka. 

Segala sesuatu yang berlebihan akan memberikan efek buruk untuk tubuh karena bisa memicu rasa lelah. Untuk laki-laki sendiri, sperma yang keluar setiap hari tanpa ada jeda dapat membuat tubuh mudah kelelahan.

Orgasme dari masturbasi memang menimbulkan rasa lemas, ini sama halnya dengan energi yang dikeluarkan selama menjalani berbagai aktivitas selama satu harian penuh. 

Walau cairan sperma tidak akan pernah habis karena terus diproduksi, namun harus diingat ketika ejakulasi menyebabkan otot-otot tubuhmu mengejan dengan kuat secara keseluruhan. 

Hal inilah yang menyebabkan tubuh laki-laki terasa lelah setelah berhubungan seks apalagi jika dilakukan setiap hari. 

Selain menurunnya stamina karena tubuh lelah, berhubungan seks setiap hari juga akan menurunkan jumlah sperma. 

Dilansir dari Huffington Post,  Aaron Spitz, ahli urologi dan penulis The Penis Book: A Doctor's Complete Guide to the Penis menjelaskan bahwa berhubungan seks setiap hari akan memperlambat produksi sperma. 

Dari penjelasan Aaron disarankan bahwa hubungan seks sebaiknya dilakukan pada masa-masa subur saja. Berhubungan seks setiap hari justru berdampak pada menurunnya kualitas dan jumlah sperma yang sehat. 

2. Berhubungan badan setiap hari hanya akan membuat gairah pasangan suami istri menjadi loyo

2. Berhubungan badan setiap hari ha akan membuat gairah pasangan suami istri menjadi loyo
Freepik/Nikitabuida

Sebenarnya berhubungan seks setiap hari boleh-boleh saja dilakukan apalagi kalau gairah bercinta sedang cukup membara. 

Hanya saja perlu diingat bahwa produksi dan proses pematangan sperma pada laki-laki membutuhkan waktu. Terlalu sering melakukan hubungan badan diyakini bisa menurunkan kemampuan sperma, terutama dalam membuahi sel telur.

Selain itu, frekuensi bercinta yang terlalu sering misalnya sebanyak 6-9 kali dalam seminggu dapat membuat gairah seks bekurang. Tubuh pun akan terasa loyo karena terlalu banyak mengeluarkan energi. 

Demi menciptakan kualitas hubungan seks penting sekali membuat sebuah jeda, sehingga kebutuhan emosional terpenuhi dengan baik dan menciptakan momen bercinta yang lebih bahagia.

3. Ritme tubuh harus dipahami sebelum melakukan hubungan seks setiap hari

3. Ritme tubuh harus dipahami sebelum melakukan hubungan seks setiap hari
Pixabay/Stas_F

Frekuensi pasangan suami istri dalam berhubungan seks seharusnya perlu diperhatikan dengan baik. 

Ritme tubuh atau kondisi fisiologis pada kedua belah pihak harus dipahami satu sama lain, sehingga tidak perlu memaksakan diri untuk menjalani hubungan intim setiap hari. 

Ada kekhawatiran bila terlalu sering berhubungan seks membuat kedua belah pihak tidak bisa merasakan orgasme atau kenikmatan seksual lagi, bahkan cenderung bosan. Padahal kenikmatan saat bercinta seharusnya bisa diperoleh setiap kali selesai berhubungan intim. 

Maka dari itu, alangkah baiknya setiap pasangan perlu sekali mengatur strategi dalam urusan ranjang. Pasangan suami istri perlu saling berdiskusi agar sama-sama merasa nyaman. 

Demi menjaga ritme tubuh dan menghindari kebosanan saat sesi bercinta, cobalah untuk melakukan hubungan seksual dengan frekuensi minimal 3-4 kali setiap minggu. 

Semoga informasi ini berguna untuk kehidupan seks bersama pasangan ya, Ma!

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.