7 Cara Membantu Pasangan yang Sedang Berduka

Yuk, ubah rasa sedih pasangan menjadi lebih bahagia!

28 September 2021

7 Cara Membantu Pasangan Sedang Berduka
Pixabay/Free-Photos

Setiap orang pasti pernah mengalami kehilangan seseorang yang paling dicintai dan disayangnyai.

Ketika pasangan kamu sedang mengalami duka akibat kehilangan orang yang dicintainya atau mungkin pasca keguguran. Perlu diketahui juga kalau proses berduka terkadang sulit diterima apalagi kalau harus dihadapi sendiri.

Maka dari itu sebagai pasangan, kamu perlu hadir dan berada di sisinya, nih. Jangan biarkan dirinya menghadapi proses berduka ini sendirian atau bahkan menjurus ke depresi.   

Saat sedang berada di situasi berduka juga terkadang kualitas hubungan bisa menjadi renggang. Ini bisa terjadi karena keduanya tidak bisa mengatasi masalah kedukaan ini dengan baik dan benar.

Untuk kamu yang bingung mengatasi pasangan saat sedang berduka dan ingin hubungan tetap awet, berikut tips dari Popmama.com. Semoga ini membantu kamu dan pasangan. 

1. Tetap menganggap pasangan sebagai satu tim

1. Tetap menganggap pasangan sebagai satu tim
Pixabay/Takmeomeo

Saat masa berduka akibat kehilangan seseorang yang dicintai pasti sedih ya.

Terkadang kesedihan ini membuat pikiran menjadi kalut, sehingga tidak bisa berpikir secara jernih. Untuk mengatasi kesedihan pasangan, ada baiknya tetap menyadari bahwa kamu dan pasangan adalah satu tim yang sama.

Namanya juga satu tim berarti harus bisa saling membantu, terutama saat situasi seperti ini. Jangan sampai pasangan menyimpan perasaan sedihnya sendirian karena akan membuatnya semakin terpuruk. Ada baiknya perasaan sedih itu dibagi bersama.

Kamu perlu melalui masa-masa duka ini bersama sebagai pasangan suami istri, bukan sebagai lawan yang hanya memikirkan diri sendiri.

2. Menyadari kebutuhan pasangan

2. Menyadari kebutuhan pasangan
Pixabay/Free-Photos

Peristiwa yang menyedihkan terkadang membuat pasangan kamu selalu ingin menyangkal. Pasanganmu seolah berusaha untuk menutupi perasaannya sendiri padahal ini justru membuat dirinya terpuruk.

Sebagai pasangan yang baik, seharusnya kamu perlu mengingatkan dirinya terhadap situasi yang sedang terjadi sekarang. Berusahalah untuk tetap menemaninya agar pasanganmu tidak selalu menolak kesedihannya.

Pahami juga apa yang sedang pasanganmu butuhkan ya. Kehadiran kamu didekatnya itu sangat berarti, lho.

Editors' Picks

3. Memberikan waktu

3. Memberikan waktu
Pixabay/Takmeomeo

Cara seseorang bisa menghadapi permasalahan atau rasa kehilangan itu berbeda-beda ya. Tidak bisa disamakan apalagi tingkat kesedihan dan kehilangannya pun pasti berbeda.

Ketika ditinggal orang yang disayangi atau mengalami keguguran memang tidak ada salahnya untuk memberikan waktu ke pasangan untuk bersedih. Di situasi seperti ini berduka sangatlah wajar. Pasangan kamu perlu memberikan waktu berduka ke dirinya sendiri agar mampu mengeluarkan segala perasaan negatifnya.

Namun, kamu juga perlu hadir di dalam perasaan sedihnya ini. Jangan sampai dirinya merasakan kedukaan ini sendirian, ya.

4. Belajar menerima kedukaan

4. Belajar menerima kedukaan
Pixabay/MadalinCalita

Saat pasangan sedang berduka, mungkin kamu terkadang bingung harus bereaksi seperti apa.

Ada kalanya kamu merasa serba salah saat pasangan sedang benar-benar bersedih. Namun, dalam situasi seperti ini ada baiknya untuk membiarkan pasangan mengekspresikan perasaannya sendiri.

Jika dirinya sedang menangis, biarkan dirinya menangis. Itulah merupakan proses yang harus dilalui, kamu hanya perlu menemani dirinya saja. Sekedar menemani atau memberikan pelukan sudah menjadi bentuk dukungan yang kamu lakukan.

Dengan membiarkan dirinya menangis, kamu juga sudah menjadi pasangan yang tidak menghakimi atau mengecilkan perasaanna saat sedang bersedih. Dengan begitu, pasangan kamu akan menyadari perasaanya sendiri sehingga dirinya lebih mudah menerima proses kedukaan ini.

5. Buat rencana bersama

5. Buat rencana bersama
Pixabay/Pexels

Untuk melakukan hal yang satu ini, kamu perlu memastikan terlebih dahulu jika masa berkabung pasangan sudah cukup. Jika kedukaan pasangan sudah reda berarti dirinya siap untuk diajak membuat langkah baru ke depannya.

Dari cari ini kamu bisa juga melibatkan pasangan dalam membuat rencana berdua. Buatlah rencana yang diinginkan dirinya di masa depan.

Diskusi sederhana seperti ini akan membuat dirinya semakin nyaman dan merasa kamu selalu ada untuknya. Bahkan kamu terlihat seperti ingin membahagiakan pasangan agar cepat keluar dari proses duka yang dialaminya.

6. Cari hal-hal yang dapat menyatukan kamu dan pasangan

6. Cari hal-hal dapat menyatukan kamu pasangan
Pixabay/Free-Photos

Sebagai pasangan pasti kamu tentu mengetahui dan mengerti apa yang disukai dirinya nih. Untuk itu, kamu bisa lho membuat kejutan-kejutan kecil yang membuat dirinya lebih merasa bahagia.

Selain itu, bernostalgia bersama juga akan membuat pasangan lupa akan kesedihannya. Ingatkan pasangan akan hal-hal yang telah kalian lakukan berdua. Jika ada kejadian yang lucu, utarakanlah karena ini akan membuat pasangan kembali tertawa.

Bicarakanlah juga hal-hal mengenai apa yang kamu sukai dari pasangan sebelum peristiwa kedukaan ini terjadi, misalnya tentang dirinya yang ceria dan selalu tertawa. Katakanlah kalau kamu merindukan sosok itu.

Intinya perlu sekali meluangkan waktu berdua untuk mendiskusikan perasaan masing-masing. Jangan lupa untuk tetap memberikan dukungan kamu untuknya, ya.

7. Mencari bantuan profesional

7. Mencari bantuan profesional
Unsplash/Matheus Ferrero

Jika proses berduka ini sudah terlalu memengaruhi kualitas hubungan kamu dan pasangan, sepertinya kamu sudah membutuhkan bantuan profesional.

Saat bantuan dari teman, keluarga atau orang-orang terdekat dirasa tidak berhasil berarti kamu perlu mencari bantuan lain, seperti psikolog atau konselor. Ini sangat berguna untuk mengetahui perasaan pasangan lebih dalam.

Selain itu, orang yang lebih profesional ini akan membantu sebagai penengah agar kamu bisa lebih berdiskusi dengan pasangan.

Tetap semangat dan dampingi pasangan di setiap situasi, termasuk saat ia merasa terpuruk. 

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.