7 Fakta Anak Sulung dan Anak Bungsu adalah Pasangan Ideal

Pernah mengalaminya? Kira-kira benar nggak ya?

24 Maret 2021

7 Fakta Anak Sulung Anak Bungsu adalah Pasangan Ideal
Pexels/Tim Mossholder

Untuk menjalin sebuah hubungan, banyak faktor yang bisa menjadi pendukung kecocokan. Salah satunya bisa terlihat dari karakter seseorang yang terbentuk dalam kedudukannya di keluarga.

Pernah mendengar ucapan bahwa hubungan anak sulung dan anak bungsu adalah pasangan yang ideal? Bahkan, tidak sedikit pula yang percaya bahwa ketika anak sulung dan anak bungsu menjalin hubungan atau menikah maka akan jauh dari pertengkaran.

Terlepas ini adalah mitos atau kepercayaan, pendapat seperti ini memang masih sangat melekat dikalangan masyarakat. Banyak orang beranggapan bahwa hal tersebut nantinya bisa membuat satu sama lain saling melengkapi.

Pendapat itu ternyata ada bukan tanpa alasan, lho.

Hal ini sebenarnya bisa dilihat berdasarkan sifat bawaan masing-masing dan bagaimana mereka menghadapi satu sama lain dalam kesehariannya di keluarga.

Benarkah demikian? Yuk, simak penjelasan dari Popmama.com berikut ini.

1. Secara alamiah sudah saling melengkapi

1. Secara alamiah sudah saling melengkapi
Pexels/Zun ZUn

Jika kamu adalah anak sulung atau anak pertama dalam keluargamu, tentu kamu sudah terbiasa menghadapi adik-adik mu dengan sifat manjanya.

Berbeda jika kamu adalah si bungsu yang selalu manja, maka kamu akan merasa aman setiap bersama si sulung, sebab ia akan merasa seperti dijaga oleh kakaknya sendiri.

Anak sulung biasanya dianggap akan mengayomi adik-adiknya di rumah, oleh sebab itu pendapat bahwa anak sulung dan anak bungsu adalah pasangan ideal karena anak sulung sudah terbiasa menjaga dan mengayomi adik-adik mereka di rumah.

2. Saling membutuhkan

2. Saling membutuhkan
Pexels/Jeswin Thomas

Sudah sepantasnya jika seorang kakak tertua dalam sebuah keluarga memiliki tanggung jawab yang lebih besar dibanding adik-adiknya di rumah.

Sementara si bungsu akan lebih sering bergantung dan ikut saja dengan orangtua ataupun kakak-kakak mereka. Pasangan anak sulung dan bungsu akan merasa saling membutuhkan satu sama lain.

Editors' Picks

3. Saling mendukung

3. Saling mendukung
Pexels/sk

Selain saling melengkapi dan membutuhkan satu sama lain, fakta bahwa anak sulung dan anak bungsu adalah pasanganan yang saling mendukung satu sama lain. Jika si bungsu memiliki sifat yang kekanakan, hal ini bisa dikenadalikan oleh sifat dewasa sang kakak atau si anak sulung.

Anak sulung terbiasa berperan sebagai sosok dewasa yang selalu dianggap serius dan kurang humoris, sementara si bungsu biasanya selalu ceria dan memberikan warna serta bisa menjadi penenang saat suasana tegang. Sangat mendukung dan melengkapi satu sama lain, bukan?

4. Perbedaan sifat yang saling menyeimbangi

4. Perbedaan sifat saling menyeimbangi
Pexels/Снежана

Fakta bahwa anak sulung tidak terepas dari sifat yang selalu mandiri dan bertanggung jawab merupakan kebiasaan yang diadaptasi sejak kecil dari keluarga mereka. Berbeda dengan si bungsu yang dari kecil sudah bergantung pada keluarganya.

Perbedaan sifat inilah bisa menyeimbangi keduanya ketika menjalin hubungan. Yang sulung suka dan sudaha biasa direpotkan, sementara si bungsu yang selalu ingin bergantung. Inilah mengapa anak bungsu akan menjadi penyejuk pada saat suasana tegang

5. Pekerja keras dan gemar menabung

5. Pekerja keras gemar menabung
Pexels/Rawpixel

Anak pertama mungkin terkenal dengan sifatnya yang pekerja keras dan tidak lelah dalam mencari uang. Hal ini sangat terlihat sekali apabila mereka menjadi tulang punggung dalam keluarganya.

Selain sifat yang dimiliki anak sulung itu, ternyata anak bungsu banyak memiliki kebiasaan untuk menyisihkan pendapatannya untuk hari esok kelak.

Bisa dibayangkan jika keduanya menjadi pasangan, mungkin mereka bisa memiliki rumah sendiri setelah setahun menikah.

6. Sulung akan mengalah untuk si bungsu

6. Sulung akan mengalah si bungsu
Pexels/Scott Webb

Anak sulung cenderung lebih gemar berbagi segala sesuatu yang ia dapat atau miliki. Hal ini sudah diajarkan padanya sejak kecil dalam keluarga mereka.

Sementara sebaliknya pada anak bungsu yang terbiasa dimanja oleh orangtua atau sudara lainnya. Hal ini membuat si bungsu akan sulit untuk mengalah.

Hal ini tentu sudah terbiasa bagi sulung untuk mengalah pada adik-adiknya di rumah. Sehingga pasangan ini seringkali tidak perlu memperebutkan sesuatu dalam hubungan mereka.

7. Sulung terbiasa mengatur segala sesuatu

7. Sulung terbiasa mengatur segala sesuatu
Pexels/Bruce Mars

Anak bungsu cenderung memiliki kesulitan dalam mengatur segala sesuatunya sendiri. Berbanding dengan sifat si sulung yang sudah terbiasa dan pandai mengatur sega sesuatu.

Anak sulung terbiasa mengatur hal ini itu dengan baik. Maka jika anak sulung menjalin hubungan dengan anak bungsu, maka sifat satu ini akan bisa saling melengkapi.

Itulah 7 hal logis yang merupakan fakta bahwa anak sulung dan anak bungsu sering dianggap sebagai pasangan yang ideal. 

Dibalik semua ketidak sempurnaan yang mereka miliki, keduanya memiliki banyak hal yang bisa disatukan. Memang semuanya tidak akan selalu berjalan mulus sesuai yang diharapkan, tergantung pada diri sendiri bagaimana menyikapinya.

Kuncinya ialah saling menjaga komunikasi dan jangan merasa ingin menang sendiri, tetap hargai pasangan satu sama lain ya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.