- Stroke Trombotik
Stroke Iskemik: Faktor, Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

- Stroke iskemik terjadi akibat tersumbatnya aliran darah ke otak, menyebabkan kerusakan permanen jika tidak ditangani dengan cepat.
- Jenis-jenis stroke iskemik meliputi trombotik, embolik, TIA atau "mini stroke", dan cryptogenic, masing-masing dengan gejala dan risiko yang berbeda.
- Faktor risiko stroke iskemik meliputi hipertensi, kolesterol tinggi, gangguan jantung, diabetes, gaya hidup tidak sehat, usia, dan riwayat keluarga.
Bayangkan saat pagi hari, Papa sedang sarapan sambil membaca koran, ketika tiba-tiba tangan kanannya terasa lemas dan senyumnya miring di satu sisi. Saat Mama bertanya, Papa kesulitan merangkai kata-kata.
Awalnya Mama mengira Papa hanya lelah, tapi kenyataannya, momen itu bisa menjadi tanda awal stroke iskemik.
Stroke iskemik terjadi saat aliran darah ke otak tersumbat, biasanya akibat gumpalan darah atau penyempitan pembuluh darah karena plak lemak.
Menurut Mayo Clinic, sel-sel otak sangat sensitif terhadap kekurangan oksigen hanya dalam hitungan menit, kerusakan permanen bisa terjadi.
Selain itu, stroke iskemik tidak selalu datang dengan gejala dramatis. Kadang, tanda-tandanya ringan, seperti kesemutan di tangan atau sedikit pusing, sehingga keluarga menunda membawa pasien ke rumah sakit.
Menurut World Health Organization (WHO), keterlambatan penanganan dapat berakibat permanen pada kemampuan bicara, gerakan tubuh, bahkan meningkatkan risiko kematian.
Untuk lebih jelasnya, Popmama.com akan membahas tentang stroke iskemik, mulai dari faktor, gejala, penyebab, hingga cara pengobatannya. Simak pembahasan berikut ini.
Table of Content
Apa Itu Stroke Iskemik dan Jenis-Jenisnya

Stroke iskemik adalah kondisi di mana aliran darah ke otak terganggu, sehingga sel-sel otak kekurangan oksigen dan nutrisi penting untuk bertahan hidup.
Berbeda dengan stroke hemoragik yang disebabkan perdarahan, stroke iskemik lebih sering terjadi karena penyumbatan pembuluh darah.
Menurut Mayo Clinic, stroke iskemik adalah jenis stroke paling umum, menyumbang sekitar 87% dari seluruh kasus stroke.
Pengetahuan ini membantu keluarga mengenali tanda awal dan memastikan pasien mendapatkan penanganan medis dalam hitungan jam, yang krusial untuk mencegah kerusakan permanen.
Stroke trombotik terjadi ketika gumpalan darah terbentuk langsung di arteri otak, biasanya akibat aterosklerosis sehingga terjadu penumpukan plak lemak yang menebal dan menyempitkan pembuluh darah.
Gejalanya muncul secara perlahan, misalnya tangan atau kaki terasa lemas bertahap. Contohnya, seorang pria berusia 60 tahun mulai merasakan kesemutan di kaki kirinya selama beberapa hari, dan baru sadar ketika kesulitan berjalan.
Mekanismenya seperti “pipa air yang perlahan tersumbat oleh kerak,” sehingga aliran darah tidak bisa mencapai otak sepenuhnya.
- Stroke Embolik
Stroke embolik terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di bagian tubuh lain, misalnya jantung, dan terbawa ke otak, menyumbat arteri secara tiba-tiba.
Gejala muncul mendadak, misalnya seorang pasien sedang menonton televisi, tiba-tiba wajahnya miring dan satu tangan lumpuh.
Menurut American Heart Association, stroke embolik sering disebabkan oleh fibrilasi atrium, kondisi di mana jantung berdetak tidak teratur sehingga darah menggumpal.
- Transient Ischemic Attack (TIA) atau “Mini Stroke”
TIA disebut stroke ringan karena gejalanya sementara dan hilang dalam beberapa menit sampai jam. Meski gejala hilang, TIA adalah peringatan serius bahwa pasien berisiko mengalami stroke penuh.
Contohnya, seseorang tiba-tiba mengalami kesemutan di tangan kiri dan sedikit kesulitan bicara selama 15 menit, lalu sembuh sendiri. Sekitar 1 dari 3 pasien TIA akan mengalami stroke penuh dalam setahun jika tidak ditangani.
- Cryptogenic Stroke
Cryptogenic stroke adalah stroke yang penyebabnya tidak jelas, meski sudah melalui pemeriksaan medis lengkap. Jenis ini sering muncul pada pasien muda yang tampak sehat.
Dokter biasanya melakukan tes lanjutan, misalnya pemeriksaan jantung atau pembuluh darah, untuk menemukan faktor tersembunyi.
Contohnya, seorang wanita 35 tahun tiba-tiba mengalami kelumpuhan sisi kiri tubuh tanpa riwayat hipertensi atau diabetes, namun setelah pemeriksaan, dokter mendeteksi gangguan jantung yang tidak menimbulkan gejala sebelumnya.
6 Faktor Risiko Stroke Iskemik

Beberapa faktor risiko meningkatkan kemungkinan stroke iskemik, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC):
- Hipertensi (tekanan darah tinggi)
Tekanan darah tinggi merusak dinding pembuluh darah, mempermudah plak menempel dan gumpalan terbentuk. Sekitar 70% pasien stroke iskemik memiliki riwayat hipertensi.
- Kolesterol tinggi dan aterosklerosis
Penumpukan plak di arteri mempersempit pembuluh darah seperti pipa tersumbat. Hal ini menghambat aliran darah ke otak dan meningkatkan risiko gumpalan.
- Gangguan jantung (fibrilasi atrium)
Irama jantung abnormal membuat darah cenderung menggumpal dan bisa terbawa ke otak, menyebabkan stroke embolik mendadak.
- Diabetes
Gula darah tinggi merusak pembuluh darah sehingga lebih mudah tersumbat. Orang dengan diabetes memiliki risiko 2–4 kali lebih tinggi terkena stroke iskemik.
- Gaya hidup tidak sehat
Merokok, alkohol berlebihan, obesitas, dan kurang olahraga mempercepat kerusakan pembuluh darah dan pembentukan plak.
- Usia dan riwayat keluarga
Risiko meningkat seiring usia dan jika ada anggota keluarga yang pernah mengalami stroke.
6 Gejala Stroke Iskemik

Gejala stroke iskemik bisa muncul secara tiba-tiba atau bertahap, dan beberapa tanda awal sering diabaikan. Menurut Mayo Clinic seperti:
- Kelemahan atau mati rasa pada satu sisi tubuh. Biasanya menyerang wajah, tangan, atau kaki. Misalnya, Papa tiba-tiba tidak bisa mengangkat sendok dengan tangan kanan.
- Kesulitan berbicara atau memahami kata-kata. Gangguan pusat bahasa di otak menyebabkan pasien terdengar bingung atau berbicara tidak nyambung.
- Gangguan penglihatan. Dapat berupa penglihatan kabur, ganda, atau kehilangan sebagian bidang visual. Misalnya, pasien tidak dapat melihat benda di sisi kiri, sehingga sering menabrak pintu atau furniture.
- Pusing dan kehilangan keseimbangan. Stroke yang menyerang otak kecil menyebabkan pasien limbung atau kesulitan berjalan. Dalam kasus nyata, seorang pasien jatuh karena tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya.
- Sakit kepala ringan hingga sedang. Tidak separah stroke hemoragik, tetapi tetap muncul bersamaan gejala lain. Sakit kepala ini sering diabaikan hingga muncul tanda lain yang lebih jelas.
- Gejala TIA atau “mini stroke”. Gejala sementara seperti kesemutan, pusing ringan, atau penglihatan kabur bisa hilang sendiri dalam beberapa menit, tetapi menandakan risiko stroke penuh tinggi di masa depan.
5 Penyebab Stroke Iskemik

Stroke iskemik terjadi karena aliran darah ke otak tersumbat, sehingga sel-sel otak kekurangan oksigen. Menurut Mayo Clinic sebagai berikut:
- Pembekuan darah (thrombus atau embolus)
Gumpalan terbentuk di arteri otak atau terbawa dari jantung, menyumbat aliran darah. Sel-sel otak yang terganggu oksigennya akan mati dalam beberapa menit.
- Penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis)
Plak lemak menempel di dinding arteri, mempersempit aliran darah seperti pipa tersumbat. Jika plak pecah, bisa membentuk gumpalan yang menyumbat arteri.
- Gangguan irama jantung
Fibrilasi atrium membuat darah di jantung tidak mengalir lancar dan menggumpal. Gumpalan ini dapat terbawa ke otak dalam hitungan menit.
- Faktor metabolik
Hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi merusak pembuluh darah, sehingga sel-sel otak menjadi lebih rentan saat aliran darah terganggu.
- Gaya hidup tidak sehat
Merokok, obesitas, kurang olahraga, dan konsumsi alkohol berlebihan meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah.
5 Pengobatan Stroke Iskemik

Pengobatan harus cepat dan tepat agar sel otak yang masih sehat dapat diselamatkan:
- Thrombolysis (pengencer darah)
Diberikan dalam 3–4,5 jam pertama sejak gejala muncul. Obat bekerja melarutkan fibrin, protein utama dalam gumpalan darah.
- Obat jangka panjang
Antiplatelet atau pengencer darah mencegah pembentukan gumpalan baru. Biasanya disertai kontrol tekanan darah, gula, dan kolesterol.
- Prosedur endovaskular atau pembedahan
Trombektomi atau operasi mengangkat gumpalan darah besar. Tindakan ini sangat penting jika thrombolysis tidak memungkinkan.
- Rehabilitasi
Fisioterapi, terapi wicara, dan latihan motorik memulihkan fungsi tubuh, sering membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga setahun.
- Perubahan gaya hidup
Diet sehat, olahraga rutin, berhenti merokok, dan kontrol rutin tekanan darah, gula, serta kolesterol mencegah kekambuhan.
5 Pencegahan Stroke Iskemik

Pencegahan adalah langkah utama bagi orang berisiko tinggi. Menurut Mayo Clinic seperti:
- Kontrol tekanan darah & gula darah
Rutin cek tekanan darah dan kadar gula, karena keduanya merusak dinding pembuluh darah jika tidak dikontrol. Perawatan yang konsisten dapat menurunkan risiko stroke hingga 40%.
- Pola makan sehat
Kurangi garam, lemak jenuh, gula; perbanyak sayur, buah, biji-bijian, dan ikan. Diet ini membantu mengurangi penumpukan plak di arteri, menjaga aliran darah lancar, dan menurunkan risiko stroke jangka panjang.
- Olahraga rutin
Minimal 30 menit sehari, membantu mengontrol berat badan, meningkatkan sirkulasi darah, dan menjaga jantung tetap sehat. Aktivitas ringan seperti jalan cepat atau senam aerobik cukup efektif.
- Hindari rokok & alkohol berlebihan
Rokok dan alkohol mempercepat aterosklerosis dan meningkatkan risiko pembekuan darah. Menghentikan kebiasaan ini memberi efek signifikan menurunkan risiko stroke.
- Pemeriksaan medis rutin
Deteksi dini gangguan jantung, kolesterol tinggi, atau hipertensi penting untuk mencegah stroke. Misalnya, pemeriksaan jantung dapat mendeteksi fibrilasi atrium yang tidak menimbulkan gejala jelas.
Stroke iskemik bisa datang tanpa peringatan, tapi kesadaran akan gejala, faktor risiko, dan pengobatan adalah senjata utama. Setiap detik berharga: penanganan cepat menyelamatkan sel otak dan fungsi tubuh.
Menjaga pola hidup sehat, pemeriksaan rutin, dan pengobatan konsisten bukan hanya mencegah stroke, tapi juga meningkatkan kualitas hidup.
Dengan informasi yang tepat tentang stroke iskemik, mulai dari faktor, gejala, penyebab, hingga cara pengobatannya, kita bisa melindungi diri sendiri dan orang tercinta dari risiko stroke iskemik.













-WPjq5Yg4U4cqGOJLCg5FTmeQMmZlQs5Q.png)




