Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Review Film Obsession, Ketika Cinta Berubah Jadi Teror yang Mencekam

Review Film Obsession, Ketika Cinta Berubah Jadi Teror yang Mencekam
Youtube.com/Blumhouse
Intinya Sih
  • Obsession (2026) mengisahkan Bear yang menggunakan mainan mistis demi cinta, namun keinginannya berubah jadi teror saat Nikki menjadi sosok obsesif dan mengancam hidupnya.

  • Film ini membangun ketegangan lewat atmosfer mencekam, pencahayaan minim, serta tekanan psikologis tanpa bergantung pada jumpscare berlebihan.

  • Aksi Inde Navarrette dan Michael Johnston sukses menghidupkan karakter, memperkuat pesan tentang bahaya obsesi serta hubungan yang tidak sehat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Apa yang terjadi ketika rasa cinta berubah menjadi obsesi yang sulit dikendalikan? Pertanyaan tersebut menjadi benang merah dalam Obsession (2026), film horor psikologis garapan Curry Barker yang menyuguhkan kisah tentang hubungan yang perlahan berubah menjadi mimpi buruk.

Alih-alih hanya mengandalkan kemunculan sosok menyeramkan atau jumpscare, Obsession membangun ketegangan lewat konflik emosional, atmosfer yang mencekam, dan tekanan psikologis yang terus meningkat. Perpaduan ketiga elemen tersebut membuat penonton dibuat tidak nyaman sejak awal hingga akhir film.

Dibintangi oleh Michael Johnston, Inde Navarrette, Cooper Tomlinson dan Megan Lawless Obsession menawarkan pengalaman menonton yang intens dengan cerita yang penuh ketegangan. Kalau Mama sedang mencari film horor dengan nuansa psikologis yang bikin penasaran, Popmama.com akan membagikan review film Obsession berikut ini.

Yuk, disimak!

Sinopsis Film Obsession (2026)

Menceritakan kisah Bear (Michael Johnston), seorang pemuda pemalu yang diam-diam mencintai rekan kerjanya, Nikki (Inde Navarrette). Demi mendapatkan hati Nikki, Bear menggunakan sebuah mainan mistis kuno bernama One Wish Willow yang dipercaya bisa mengabulkan satu permintaan.

Keinginan Bear memang terwujud seketika, namun dengan bayaran yang sangat mahal. Perasaan Nikki yang semula biasa saja berubah menjadi sebuah obsesi yang ekstrem, gelap, dan posesif.

Hubungan romantis yang Bear impikan dengan cepat berubah menjadi teror mematikan saat Nikki mulai mengontrol seluruh aspek hidupnya dan menyingkirkan siapa saja yang menghalangi cinta mereka.

Obession
2026
4.5/5
Directed by Curry Barker
Producer

James Harris, Mark Lane, Haley Nicole Johnson, Christian Mercuri

Writer

Curry Barker

Age Rating

D17

Genre

Horror, psychological, romance

Duration

108 Minutes

Release Date

26 Juni

Theme

Dark romance, psychological thriller, psychological horror

Production House

Blumhouse Productions

Where to Watch

Cinema XXI, CGV, Cinépolis Indonesia

Cast

Michael  Johnston, Inde Navarrette, Cooper Tomlinson, Megan Lawless, Andy Richter

Trailer Film Obsession (2026)

Review Film Obsession (2026)

1. Premis sederhana yang berkembang menjadi teror psikologis

Obsession
Youtube.com/Blumhouse

Obsession (2026) dibuka dengan kisah Bear, seorang laki-laki yang diam-diam menyimpan perasaan kepada rekan kerjanya, Nikki. Karena terlalu gugup untuk mengungkapkan isi hatinya, Bear memilih jalan pintas dengan menggunakan sebuah mainan kuno bernama One Wish Willow agar Nikki membalas perasaannya.

Keinginan Bear memang terkabul, tetapi tidak seperti yang ia harapkan. Alih-alih menjalin hubungan yang romantis, Nikki justru berubah menjadi sosok yang sangat terobsesi kepadanya hingga setiap tindakannya terasa mengancam. Dari sinilah film mulai membangun teror psikologis yang intens dan membuat cerita semakin menegangkan.

Premis sederhana tentang cinta bertepuk sebelah tangan berhasil dikemas menjadi horor yang berbeda dari kebanyakan film sejenis. Perubahan sikap Nikki yang semakin sulit dikendalikan membuat ketegangan terus meningkat, sekaligus memunculkan rasa penasaran tentang bagaimana Bear menghadapi situasi yang justru berbalik mengancam dirinya.

2. Horornya tidak hanya mengandalkan jumpscare

Obsession
Youtube.com/Blumhouse

Salah satu kekuatan Obsession (2026) terletak pada cara film ini membangun rasa takut tanpa bergantung pada jumpscare sosok hantu atau monster. Meski beberapa adegan kejut tetap hadir, ketegangan justru lebih banyak lahir dari atmosfer yang tidak nyaman dan perilaku Nikki yang semakin sulit ditebak.

Perpaduan pencahayaan yang minim, sound design yang efektif, dan tempo cerita yang terus meningkat turut memperkuat nuansa horor psikologisnya.

Hasilnya, Obsession mampu menghadirkan pengalaman menonton yang membuat penonton tegang tanpa harus mengandalkan jumpscare di setiap momen.

3. Akting para pemain sukses menghidupkan setiap karakter

Obsession
Youtube.com/Blumhouse

Penampilan Inde Navarrette sebagai Nikki menjadi salah satu kekuatan terbesar dalam Obsession (2026). Ia berhasil menampilkan perubahan karakter dari sosok yang tampak seperti perempuan biasa menjadi pribadi yang terobsesi secara berlebihan.

Tanpa terasa berlebihan atau dipaksakan, ekspresi, gestur, hingga tatapan matanya membuat sosok Nikki terasa begitu mengintimidasi dan sulit dilupakan.

Di sisi lain, Michael Johnston sebagai Bear juga tampil meyakinkan sebagai seseorang yang harus menghadapi konsekuensi dari keputusan yang diambilnya sendiri. Tak hanya dua pemeran utamanya, deretan karakter pendukung seperti Ian yang diperankan Cooper Tomlinson dan Sarah yang diperankan Megan Lawless, juga memberikan penampilan yang solid dan mampu melengkapi jalannya cerita.

Berkat kualitas akting yang merata, setiap konflik dalam Obsession terasa lebih hidup dan membuat penonton semakin larut mengikuti teror yang terjadi.

4. Penuh simbol tentang obsesi dan hubungan yang tidak sehat

Obsession
Youtube.com/Blumhouse

Di balik kisah horornya, Obsession juga menyisipkan pesan mengenai bahaya obsesi yang berubah menjadi keinginan untuk mengendalikan orang lain. Film ini menunjukkan bahwa rasa cinta yang tidak disertai batasan justru dapat melahirkan tindakan yang merusak.

Pendekatan tersebut membuat Obsession terasa lebih dari sekadar film horor biasa. Penonton tidak hanya dibuat takut, tetapi juga diajak merenungkan sisi gelap dari hubungan yang dipenuhi rasa memiliki secara berlebihan.

5. Cocok untuk pencinta horor psikologis yang penuh ketegangan

Obsession
Youtube.com/Blumhouse

Bagi pencinta horor yang lebih menyukai cerita dengan atmosfer mencekam dibandingkan kemunculan hantu, Obsession bisa menjadi pilihan yang menarik. Film ini menawarkan pengalaman menonton yang intens dengan alur yang mampu mempertahankan rasa penasaran hingga akhir.

Meski begitu, beberapa adegan kekerasan dan tema psikologis yang cukup berat mungkin terasa kurang nyaman bagi sebagian penonton. Karena itu, Obsession lebih cocok dinikmati oleh mereka yang menyukai horor dengan cerita yang dark dan menguras mental.

Secara keseluruhan, review film Obsession (2026) berhasil menghadirkan horor psikologis yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga menyimpan pesan tentang bahaya obsesi dan hubungan yang tidak sehat.

Dengan atmosfer yang kuat, akting yang solid, serta alur yang mampu membuat jantung berdetak hebat, film ini layak masuk daftar tontonan bagi pencinta horor yang ingin merasakan ketegangan tanpa bergantung pada jumpscare semata.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Dimas Prasetyo
EditorDimas Prasetyo

Related Articles

See More