Menurut Ahli, Ini 5 Penyebab Gairah Seksual Perempuan Menurun

Apakah Mama juga pernah merasakannya? Mungkin ini penyebabnya!

15 Juni 2021

Menurut Ahli, Ini 5 Penyebab Gairah Seksual Perempuan Menurun
Unsplash/Anthony Tran

Berbeda dengan laki-laki, gairah seksual perempuan memang sering naik dan turun seiring waktu.

Ya, gairah seksual perempuan itu memang kompleks, karena didasarkan pada interaksi dari banyak hal yang memengaruhi keintiman, seperti kesejahteraan fisik dan emosional, pengalaman, kepercayaan, gaya hidup, dan hubungan kamu saat ini.

Bila kamu memiliki salah satu masalah tersebut, maka secara otomatis gairahmu untuk melakukan hubungan seks pun akan terganggu.

Nah, untuk lebih jelasnya, berikut Popmama.com telah merangkum penyebab gairah seksual perempuan menurun. Berikut 5 fakta lengkapnya dilansir dari laman Well And Good.

1. Stres dapat memengaruhi mood untuk bercinta

1. Stres dapat memengaruhi mood bercinta
Freepik/jcomp

Hal pertama yang pertama yang menyebabkan mood perempuan menurun saat bercinta adalah stres.

Menurut Psikoterapis Hubungan, Olivia Orley, jika kamu tidak dapat melepaskan diri dari pemicu stres eksternal seperti pekerjaan, kesehatan, dan hubungan, maka hal tersebut akan berpengaruh pada suasana hati dan keinginan untuk bercinta.

Alangkah baiknya jika kamu mengkomunikasikan apa yang membuatmu tidak nyaman atau stres pada pasangan. Dengan begitu, mereka pun dapat mengetahui apa yang menyebabkan gairah seksualmu menurun.

Editors' Picks

2. Gairah seks menurun karena rasa bosan

2. Gairah seks menurun karena rasa bosan
Freepik/free picture

Menurut Orley, hal lain yang dapat berperan, khususnya bagi perempuan yang mengalami penurunan gairah seks, adalah kesamaan dalam kehidupan seks mereka.

Artinya, variasi di ranjang sangatlah diperlukan untuk menimbulkan ketertarikan seksual. Sebuah studi tahun 2016 bahkan menemukan bahwa orang-orang yang menjalin hubungan jangka panjang lebih puas dengan kehidupan seks mereka ketika mereka memasukkan variasi.

Untuk mengubah rutinitas seksualmu dengan pasangan, Orley menyarankan agar kamu dan pasangan menonton film dewasa yang dapat membangkitkan gairah, bereksperimen dengan beberapa mainan seks, sexting, atau apa pun itu. 

“Selain itu saya juga menyarankan untuk membelai, mencium, dan mencumbu pasangan untuk meningkatkan gairahnya,” tambah Dr. Clark. 

3. Obat dan alat kontrasepsi dapat menurunkan gairah seksual

3. Obat alat kontrasepsi dapat menurunkan gairah seksual
Freepik/free picture

Dorongan seks yang menurun juga dapat disebabkan oleh obat-obatan tertentu, misalnya seperti SSRI. 

"SSRI (yang digunakan untuk mengobati gangguan depresi dan kecemasan) dapat berdampak negatif baik pada dorongan seksual laki-laki maupun perempuan. SSRI sering kali menyebabkan tidak hanya resistensi psikologis tetapi juga menyulitkan mencapai orgasme," ungkap Orley.

Ia juga menambahkan bahwa pada dasarnya obat apa pun berpotensi memengaruhi libido, meskipun yang paling sering dibicarakan adalah SSRI dan alat kontrasepsi.

“Sangat umum bagi perempuan untuk mengalami penurunan gairah seks saat menggunakan kontrasepsi hormonal,” jelas Felice Gersh, MD, OB / GYN dan penulis PCOS SOS.

“Mereka menurunkan testosteron dengan meningkatkan globulin pengikat hormon seks. Mereka menghilangkan lonjakan estradiol, yang biasanya mendahului ovulasi dan yang mengatur reseptor testosteron pada perempuan sehingga meningkatkan gairah seks,” jelasnya.

4. Gairah bercinta menurun dikarenakan oleh hormon

4. Gairah bercinta menurun dikarenakan oleh hormon
Freepik/phduet

Hormon memainkan peranan besar dalam gairah bercinta perempuan, bahkan jika kontrasepsi hormonal tidak disebutkan. 

“Dorongan seks adalah dorongan yang fundamental sekaligus kebutuhan fisiologis dasar manusia. Masalahnya, saat ini keadaan kita telah diubah secara dramatis oleh pola makan, gaya hidup, dan pengganggu endokrin yang terdapat di mana-mana,” ujar Dr. Gersh.

Testosteron adalah hormon kunci untuk dorongan seks perempuan. Spesialis kesuburan Norbert Gleicher, MD, menemukan bahwa dehydroepiandrosterone (DHEA), hormon alami yang digunakan tubuh kita untuk membuat testosteron, dapat membantu kesuburan pada perempuan.

Akan tetapi dia juga menemukan hal lain, bahwa setelah perempuan mengonsumsi DHEA, mereka tidak ingin berhenti, karena DHEA telah meningkatkan kehidupan seks mereka.

Di antara perempuan pramenopause, mereka juga menemukan bahwa suplementasi DHEA dapat membantu meningkatkan hasrat, lubrikasi, gairah, dan kepuasan orgasme.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa DHEA berperan dalam meningkatkan kepuasan seksual. Namun, yang perlu diingat adalah jangan pernah memebeli suplemen DHEA secara sembarangan tanpa resep dokter. 

“Kami tidak menganjurkan perempuan mengobati sendiri. Karena ini adalah hormon, mereka harus melakukannya di bawah bimbingan dokter," jelas Dr. Gleicher.

5. Gairah menurun karena adanya perubahan prioritas dalam hidup

5. Gairah menurun karena ada perubahan prioritas dalam hidup
Freepik/diana.grytsku

Menurunnya mood untuk berhubungan seks juga bisa disebabkan oleh perubahan prioritas dalam hidup perempuan. 

“Saya pikir kita hidup dalam masa peningkatan dan eksplorasi diri yang konstan, di mana perempuan masa kini memberikan tekanan yang luar biasa pada diri mereka sendiri untuk memiliki semuanya dan melakukan semuanya,” ungkap Meika Hollender, salah satu pendiri dan CEO Sustain Natural, rangkaian produk kesehatan seksual yang ramah lingkungan. 

“Saat perempuan perlahan-lahan mendapatkan lebih banyak kesetaraan di tempat kerja, di politik, suaranya juga didengar lebih dari sebelumnya, maka saya pikir perempuan menempatkan diri mereka sebagai yang pertama. Saya pikir ini bukan tentang tidak mood, namun ini hanya tentang mengubah fokus dan prioritas. Untuk beberapa perempuan, itu mungkin berarti seks bukanlah fokus utama," tutupnya.

Nah, itulah kelima alasan mengapa perempuan seringkali tidak mood atau tidak bergairah untuk berhubugan seksual. Dari kelima alasan di atas, mana yang pernah kamu alami?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.