Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Jadi Manusia Silver, Angga Yunanda Akui Empati pada Setiap Pekerjaan

Jadi Manusia Silver, Angga Yunanda Akui Empati pada Setiap Pekerjaan
Popmama.com/Ilham Syakur Fidina
Intinya Sih
  • Angga Yunanda menjalani transformasi ekstrem menjadi manusia silver demi mendalami karakter Bayu dalam film Para Perasuk yang akan tayang pada April 2026.
  • Proses syuting menantang karena penggunaan dan pembersihan cat manusia silver memakan waktu lama, meski tidak menimbulkan rasa sakit di kulit.
  • Pengalaman tersebut membuat Angga lebih berempati terhadap perjuangan manusia silver dan menghargai setiap pekerjaan sebagai bentuk keteguhan hidup.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Aktor muda berbakat Angga Yunanda kembali membuktikan dedikasinya dalam mengeksplorasi peran lewat film terbarunya, Para Perasuk, yang akan tayang 23 April 2026 nanti. 

Demi menghidupkan karakter yang kompleks, ia melakukan transformasi ekstrem dengan mengubah penampilannya secara drastis menjadi sosok yang mungkin sering ditemukan di jalanan Jakarta, yakni manusia silver. 

Peran yang dimainkannya secara totalitas itu bukan sekadar urusan visual semata, melainkan juga menjadi pemahaman bagi dirinya dalam melakoni profesi tersebut setiap hari demi menyambung hidup. 

Bagaimana proses yang dialami Angga Yunanda ketika bermain peran sebagai seorang manusia silver? Untuk mengetahui selengkapnya, Popmama.com akan membagikan informasi seputar jadi manusia silver, Angga Yunanda akui empati pada setiap pekerjaan.

Yuk, simak sampai habis!

1. Totalitas menjadi manusia silver hingga seorang perasuk

Jadi Manusia Silver, Angga Yunanda Akui Empati pada Setiap Pekerjaan
Popmama.com/Ilham Syakur Fidina

Dalam film Para Perasuk, Angga Yunanda menjadi karakter utama bernama Bayu.

Bayu sendiri merupakan seorang perasuk, di mana dirinya membantu para ‘pelamun’ ke dalam sebuah alam kerusakan dalam sebuah Pesta Sambetan. Adapun pelamun itu merupakan orang-orang yang mencari kesenangan lewat proses kerasukan.

Sebelum menjadi seorang perasuk, Bayu sendiri digambarkan memiliki masa lalu yang cukup keras di Jakarta. Ia pernah bekerja di jalanan dengan menjadi manusia silver, sebuah profesi yang identik dengan perjuangan hidup di tengah keterbatasan. Pengalaman ini menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan motivasinya di film Para Perasuk.

Keputusan tersebut mencerminkan keinginan Bayu untuk memperbaiki nasib dan meninggalkan masa lalu yang ia anggap tidak ingin diulang. Ia ingin membuktikan bahwa dirinya mampu hidup lebih baik tanpa harus kembali ke pekerjaan lamanya. 

Bayu juga ingin membuktikan kepada sang papa bahwa dirinya bisa mandiri dan bertahan hidup tanpa bergantung pada kehidupan jalanan di Jakarta.

“Makanya dia berusaha menjadi perasuk untuk membuktikan bahwa ‘Aku bisa hidup di Desa Lantas ini. Aku nggak butuh kembali ke jalanan lagi dan aku akan membuktikan itu kepada Bapak’. Jadi sangat butuh pembuktian,” kata Wregas Bhanuteja, selaku sutradara film Para Perasuk.

2. Tantangan ketika menjadi manusia silver

Jadi Manusia Silver, Angga Yunanda Akui Empati pada Setiap Pekerjaan
Popmama.com/Ilham Syakur Fidina

Dalam proses syuting, Angga Yunanda mengungkapkan bahwa penggunaan cat manusia silver tidak terasa sakit di kulit. Namun, tantangan utamanya terletak pada ketebalan cat yang harus diaplikasikan dan harus detail agar terlihat maksimal di kamera film.

Adapun bagian tersulit bagi Angga Yunanda itu saat membersihkan cat di tubuhnya. Ia mengungkapkan bahwa proses menghapus makeup manusia silver memakan waktu dan tenaga lebih besar dibanding saat memakainya.

“Yang paling susah sebenarnya bukan apply dan shooting-nya. Ngelepasnya, membersihkannya itu susah sekali. Kayaknya, ya sejam lah ada di polas-poles polas-poles sampai semuanya,” ujar Angga Yunanda.

3. Merasa empati terhadap setiap profesi

Jadi Manusia Silver, Angga Yunanda Akui Empati pada Setiap Pekerjaan
Popmama.com/Ilham Syakur Fidina

Angga Yunanda mengaku bahwa pengalamannya memerankan manusia silver dalam film Para Perasuk memberikan perspektif yang sangat berbeda. Ia tidak lagi melihat profesi tersebut dari luar, melainkan merasakan langsung tantangan yang dihadapi. 

Pengalaman itu membuatnya lebih memahami realita di balik pekerjaan tersebut. Ia menyadari bahwa menjadi manusia silver bukanlah hal yang mudah, terutama dalam hal mencari penghasilan untuk bertahan hidup dengan melakukan berbagai cara.

“Aku merasakan bagaimana susahnya untuk mencari uang dan bagaimana cara mereka untuk bisa melakukan segala cara untuk bisa bertahan hidup. Dan aku merasa jadi semakin bersimpati sama apapun pekerjaan yang sudah kita lakukan untuk kita bisa bertahan hidup demi diri sendiri yang kuat,” ungkap Angga Yunanda.

4. Dukungan orangtua yang membuat Angga Yunanda menjadi seorang aktor

Jadi Manusia Silver, Angga Yunanda Akui Empati pada Setiap Pekerjaan
Popmama.com/Ilham Syakur Fidina

Angga Yunanda yang merasakan empati pada setiap pekerjaan yang dijalankan, seperti menjadi seorang manusia silver, membuatnya ikut menceritakan bahwa perjalanan kariernya tidaklah mudah, terutama karena ia lahir dan besar di Lombok. 

Menurutnya, berasal dari daerah membuat peluang untuk masuk ke industri hiburan menjadi lebih terbatas dibandingkan mereka yang tinggal di kota besar seperti Jakarta.

Ia juga menambahkan bahwa hingga kini masih sangat sedikit orang dari daerah asalnya yang berhasil menembus industri yang sama. Hal ini membuat perjuangannya terasa lebih menantang, sekaligus menjadi pengalaman berharga dalam membentuk mental dan ketekunannya sebagai seorang aktor.

“Pertama kali usia 15 tahun (berkecimpung di dunia seni peran) dan itu pun cukup sulit karena aku kan memang lahir dan besar di Lombok. Jadi sebenarnya untuk bisa berada di industri seperti ini, entertainment tuh sangat sulit dan jarang banget. Bahkan sampai sekarang pun mungkin aku ngelihat mungkin baru satu atau dua orang yang berada di industri yang sama, berasal dari daerah yang sama,” cerita Angga Yunanda.

Namun, di balik perjuangannya itu, ada satu hal yang membuat dirinya berhasil menjadi aktor berbakat, yakni berkat support system dari keluarganya. Apalagi di usianya yang masih muda itu, ia harus meninggalkan orangtuanya demi mengejar karier di dunia hiburan, yang tentu bukanlah hal mudah.

“Tapi, ternyata di usia 15 tahun ini, nggak cuma dari aku yang ingin, tapi support system dari keluarga juga mendukung. Itu yang menurut aku salah satu yang penting juga dari perjalanan aktorku. Aku nggak ngerasa sendirian, ada yang membantu secara emosional juga,” lanjut Angga Yunanda.

Walau jauh dari keluarga, ia merasa kehadiran keluarganya tetap dekat secara emosional. Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor utama yang membuatnya tidak merasa sendirian dan mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan di awal kariernya.

Itulah informasi seputar jadi manusia silver, Angga Yunanda akui empati pada setiap pekerjaan. Siapa yang tidak sabar untuk melihat aksinya dalam film Para Perasuk nanti, nih?

FAQ Seputar Film Para Perasuk

Apa sinopsis dari film Para Perasuk?

Film Para Perasuk mengisahkan tentang Bayu (20 tahun), pemuda Desa Latas yang bercita-cita jadi Perasuk utama untuk pimpin pesta kerasukan besar-besaran. Tujuannya kumpulkan dana selamatkan mata air keramat dari penggusuran jadi hotel, tapi ia sadar ambisi tak cukup jadi Perasuk sejati demi desa.

Siapa saja yang memerankan karakter di film Para Perasuk?

Angga Yunanda (Bayu), Maudy Ayunda (Laksmi), Anggun C. Sasmi (Guru Asri), Bryan Domani (Ananto), Chicco Kurniawan (Pawit), Indra Birowo (Bapak Bayu), Ganindra Bimo (Fahri).

Kapan film Para Perasuk tayang di bioskop?

Film Para Perasuk akan segera tayang di bioskop tanggal 23 April 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dimas Prasetyo
EditorDimas Prasetyo
Follow Us

Latest in Life

See More