Kesalahan saat Seks yang Membuat Orgasme Tertahan

Hindari hal-hal ini jika Mama tidak ingin orgasme tertahan saat berhubungan seks

10 Oktober 2020

Kesalahan saat Seks Membuat Orgasme Tertahan
Freepik/master1305

Mungkin sebagian Mama pernah mengalami orgasme yang tertahan ketika berhubungan seks. Klitoris sudah cukup lama bergesekan namun klimaks tak kunjung datang.

Jangan-jangan, Mama tanpa sadar melakukan kesalahan saat berhubungan seks yang dapat membuat orgasme tertahan. Kira-kira kesalahan apa saja yang memengaruhi masalah tersebut?

Popmama.com telah merangkum kesalahan saat seks yang membuat orgasme tertahan sebagai berikut.

1. Terlalu memikirkan penampilan diri

1. Terlalu memikirkan penampilan diri
Pixabay/Sasint

Jess O’Reilly, PhD, pembawa acara podcast Sex With Dr. Jess, mengatakan bahwa ketika kamu khawatir tentang penampilan diri atau fokus pada apa yang dipikirkan pasangan maka dapat membuat orgasme tertahan.

Pendapat serupa dikatakan oleh Profesor seksologi klinis, Laurel Steinberg, PhD. Perempuan lebih sering fokus dengan bagaimana mereka terlihat, terdengar, bau, dan rasa daripada menikmati atau membangun sensasi yang dirasakan dari hasil sentuhan pasangannya.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa seseorang harus melepaskan (pikiran) supaya tubuhnya terasa bebas dan rileks saat berhubungan seks. Fokus saja pada sentuhan fisik dan nikmati.

2. Terlalu fokus pada kesenangan pasangan

2. Terlalu fokus kesenangan pasangan
Freepik/yanalya

Khawatir dengan apa yang dipikirkan, dirasakan, dilihat, dikecap, dan dicium oleh pasangan sehingga membuat kamu berpikir keras untuk selalu menyenangkannya, bisa menahan orgasme.

Cobalah lebih egois sedikit untuk mendapatkan kenikmatan kamu sendiri. Guna terlepas pula dari hal yang membuat orgasme tertahan.

Editors' Picks

3. Meniru apa yang terlihat di film porno

3. Meniru apa terlihat film porno
Freepik/Yanalya

Film porno sering menampilkan adegan pemantulan tubuh ke atas dan ke bawah, berteriak di bagian tenggorokan, melengkung ke belakang, dan pinggul yang tiba-tiba naik. Walaupun itu bekerja bagi sebagian orang, tapi tidak selalu membuat orgasme.

Kebanyakan perempuan orgasme dengan cara menggesek, menggiling, mengayun, dan menggeser vaginanya.

Ketika kamu menggesek vagina ke atas dan ke bawah serta dari sisi ke sisi, baik secara kemungkinan besar gesekan eksternal maupun internal (melalui bibir vagina) mengenai klitoris. Ini lebih tinggi kesempatan orgasmenya daripada hanya gerakan masuk dan keluar.

4. Menahan napas sehingga respon seksual terhambat

4. Menahan napas sehingga respon seksual terhambat
Freepik/master1305

Dr. O'Reilly menjelaskan bahwa menahan napas saat berhubungan seks dapat menghambat respons seksual sehingga membuat orgasme tertahan. Cobalah bernafas sesuai ritme gerakan pinggul, setiap jilatan, pukulan, atau genjotan.

Ketika kamu mendekati orgasme, tarik napas lebih panjang lalu buang. Ini untuk memperpanjang klimaks dan membuat kejang menyenangkan pada tubuh lebih intensif.

5. Menahan diri untuk mengeluarkan suara

5. Menahan diri mengeluarkan suara
Freepik/Racool_studio

Sebagian perempuan mungkin merasa malu untuk bersuara ketika berhubungan seks sehingga menahannya. Cobalah sedikit mengeluarkan suara saat gairah kamu meningkat. Beberapa orang menemukan bahwa ini membantu mencapai orgasme

Dr. Emily Morse, pembawa acara podcast Sex With Emily, menyarankan untuk bermain-main dengan berbagai tingkat erangan dan napas sehingga ketika berhubungan seks dengan pasangan akan jauh lebih mudah masuk ke dalam sensasi.

Lepaskan erangan, teriakan, dan raungan untuk memastikan bahwa pengalaman kamu lebih otentik dan menyenangkan.

6. Tidak memakai kaos kaki ketika berhubungan seks

6. Tidak memakai kaos kaki ketika berhubungan seks
Freepik/Maksymiv-yura

Presenter acara The Good Girls Guide to Kinky Sex sekaligus pakar seks, Annabelle Knight, mengungkapkan bahwa segala bentuk gangguan dapat merusak orgasme dan kaki yang dingin termasuk dalam kategori ini.

Peneliti Belanda telah menemukan bahwa memakai kaos kaki saat berhubungan seks membuat wanita lebih cenderung mengalami orgasme.

Profesor Gert Holstege, yang memimpin penelitian tersebut, menyimpulkan kemungkinan perempuan mencapai klimaks ketika mereka merasa aman dan santai. Sayangnya, jari kaki yang dingin menghentikan kamu merasakan kedua hal itu.

Jika kamu salah satu dari orang-orang yang mengenakan kaus kaki di tempat tidur maka beruntung karena dapat menghasilkan seks lebih baik.

Nah, Mama sebaiknya hindari hal-hal yang telah disebutkan tadi supaya orgasme tidak tertahan dan mendapatkan kenikmatannya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.