Waspada Bahaya Postpartum Depression, Kenali 8 Gejalanya

Stres pasca melahirkan lebih berbahaya dari baby blues

26 Maret 2018

Waspada Bahaya Postpartum Depression, Kenali 8 Gejalanya
pixabay/sherwood

Hampir 60 persen perempuan yang baru melahirkan menderita postpartum depression. Stres pasca melahirkan yang ringan kita kenal dengan baby blues.

Gejalanya seperti kecemasan, stres, gampang tersinggung, bingung, menangis, dan gangguan tidur juga nafsu makan. Biasanya hal ini akan berlangsung 24 sampai 72 jam.

Sedangkan efek berbahaya postpartum depression adalah keputusasaan, pikiran untuk bunuh diri, pembunuhan bayi dan kepanikan yang berlebihan.

Berbeda dengan baby blues yang terjadi dalam waktu singkat, depresi pasca melahirkan dialami Mama yang depresi selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Berikut Popmama.com berikan 8 gejala atau tanda postpartum depression yang perlu Mama ketahui.

1. Merasa berdosa

1. Merasa berdosa
pixabay/greekfood-tamystika

Pasca melahirkan ada perasaan Mama selalu merasa bisa melakukan hal yang lebih baik. Kata-kata "Saya harus" tertanam di kepala Mama. Padahal sebagi ibu baru banyak hal yang belum Mama ketahui tentang mengurus anak, dan itu adalah wajar. Namun Mama langsung merasa bersalah atau merasa tidak pantas menjadi ibu. Mama lantas menyembunyikan perasaan ini karena tidak ingin orang lain mengetahui kelemahan Mama.

2. Sulit menerima saran

2. Sulit menerima saran
pexels/kinkate

Saat mengalami baby blues, Mama sering merasa terbebani sebagai ibu baru. Mama percaya curhat dan beberapa saran dari pasangan atau orang terdekat bisa membuat perasaan lebih baik. Tapi pada postpartum depression, rasa terbebani, sedih, atau cemas akan sangat besar. Alih-alih menghibur dan memberikan saran untuk kebaikan Mama, kata-kata dari pasangan atau keluarga terdengar klise dan dianggap sebagai kebohongan.

3. Berpikir melarikan diri

3. Berpikir melarikan diri
pexels/Dana Tentis

Perasaan merasa tidak berguna yang besar membuat Mama berpikir untuk pergi dari rumah bahkan lebih buruk dari itu yakni bunuh diri. Mama merasa keluarga akan lebih baik tanpa kehadiran Mama. Meskipun Mama beristirahat cukup dan mendapat dukungan besar, pikiran ini pun masih besar menghantui Mama. Segera konsultasikan ke terapis tentang perasaan ini dan mintalah orang terdekat yang bisa mencegah Mama berbuat hal nekat.

4. Merasa terbebani

4. Merasa terbebani
pexels/it’s me neosiam

Saat mengalami postpartum depression, perasaan terbebani bukan hanya datang di saat-saat sulit, tapi merasakannya sepanjang waktu. Mama merasa seolah tidak cocok menjadi seorang ibu dan menganggap ini adalah kesalahan yang mengerikan.

Editors' Picks

5. Meragukan rasa sayang Mama untuk Si Kecil

5. Meragukan rasa sayang Mama Si Kecil
pexels/Roman Pohorecki

Mama merasa seperti kehilangan ikatan dengan anak. Perasaan kehilangan rasa sayang ini akan berubah jauh hingga Mama mungkin tidak ingin melihat Si Bayi atau merawatnya.

6. Merasa tidak berguna

6. Merasa tidak berguna
pexels/Nickol Hykel

Mama khawatir tidak cukup baik dalam merawat bayi, melahikan dengan baik, kemudian tidak bisa menyusui. Lebih dari menyesal, Mama justru semakin yakin kalau tidak berguna.

7. Mudah marah dan tersinggung

7. Mudah marah tersinggung
pexel/kaboomspic

Mama sensitif dan mudah merasa kesal dan marah dengan pasangan, orang yang mendekati atau bahkan membenci Si Bayi karena telah membuat Mama berada dalam kondisi ini.

8. Khawatir kelak anak menilai buruk

8. Khawatir kelak anak menilai buruk
pexels/Josh Willink

Mama khawatir cap 'ibu tidak layak' atau 'ibu depresi' akan membuat Si Kecil takut pada Mama. Mama khawatir jika anak tidak menyukai dan mencintai ibunya, atau bahkan membenci Mama.

Itulah 8 gejala postpartum depression yang dilansir dari psychologhytoday.com. Perlu diingat, tidak semua Mama yang menderita postpartum depression mengalami gejala yang sama. Menjalani proses melahirkan memang adalah hal yang melelahkan, membuat emosional, dan banyak lagi yang akan dirasakan Mama.

Jika Mama merasa sedih, kesal, khawatir yang berlebihan, bahkan kehilangan akal sehat, segeralah mencari pertolongan dari orang terdekat atau ahli. Kelainan ini sangat bisa ditangani oleh dokter atau ahli terapi psikologi. Mengalami stres pasca melahirkan adalah hal yang wajar, tapi harus segera ditangani karena akan berdampak buruk bagi bayi.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!