Pinterest.com/magnific_ai
Banyak Mama mengharapkan berat badan dapat turun drastis dalam waktu singkat seperti sebelum hamil. Memaksa tubuh menjalani diet yang terlalu ketat justru memicu stres biologis dan metabolisme yang melambat.
Hal tersebut justru membuat berat badan mudah naik ketika sudah berhasil menurunkan berat badan.
Bagi sebagian ibu, menurunkan berat badan setelah melahirkan bukanlah perkara mudah. Selain tubuh masih dalam proses pemulihan, perubahan hormon, kurang tidur, kelelahan, hingga kebutuhan energi selama menyusui dapat memengaruhi rasa lapar dan pola makan. Ketika berat badan mulai turun, tubuh juga dapat merespons dengan meningkatkan rasa lapar dan menurunkan rasa kenyang melalui perubahan sinyal hormon serta mekanisme pengaturan nafsu makan di otak. Kondisi ini membuat proses kembali ke berat badan sebelum hamil membutuhkan waktu dan tidak semata-mata bergantung pada seberapa disiplin Mama menjalani diet.
“Banyak orang merasa gagal menjalani diet bukan semata-mata karena kurang disiplin. Saat berat badan turun, tubuh dapat merespons dengan meningkatkan rasa lapar dan menurunkan rasa kenyang melalui perubahan sinyal hormon dan mekanisme pengaturan nafsu makan di otak. Karena itu, pengelolaan berat badan perlu mempertimbangkan faktor tersebut. Terapi berbasis tirzepatide bekerja melalui dua jalur hormon incretin, yaitu GLP-1 dan GIP yang bisa bertahan lebih lama kadar di tubuh. Keduanya berperan dalam mengatur nafsu makan dan rasa kenyang, sehingga pada pasien yang sesuai, terapi ini dapat membantu mengurangi rasa lapar, meningkatkan kontrol terhadap asupan makanan, dan mengurangi dorongan atau pikiran berlebihan terhadap makanan yang sering disebut sebagai food noise.”, ujar dr. Guadelupe Maria Melissa, Medical Manager LIGHT Group., dr. Guadelupe kemudian menambahkan, terapi injeksi hanyalah satu bagian dari perjalanan, terapi terbaik tidak berhenti pada injeksi saja. Keberhasilan jangka panjang tetap memerlukan pendekatan yang komprehensif dan pengaturan pola makan yang dipersonalisasi agar hasil yang dicapai dapat dipertahankan.
Meski begitu, terapi injeksi bukan satu-satunya kunci dalam perjalanan menurunkan berat badan. Menurut dr. Guadelupe, hasil jangka panjang tetap membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, termasuk perubahan pola makan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu. Program TirzePen dan TirzeSlim juga disebut dapat membantu mengendalikan food noise, yaitu kondisi ketika pikiran terus dipenuhi keinginan atau dorongan untuk makan meski tubuh sebenarnya tidak membutuhkan asupan.
Proses terapi tidak hanya melihat angka di timbangan, melainkan juga bagaimana program terapi ini memiliki pendekatan berbasis perubahan perilaku dan edukasi nutrsi yang berkelanjutan.
Bagi Mama yang baru melahirkan, proses menurunkan berat badan sebaiknya tidak dilakukan secara terburu-buru, terlebih saat tubuh masih dalam masa pemulihan atau masih menyusui. Setelah masa menyusui selesai dan Mama ingin mulai menjalani program penurunan berat badan, konsultasi serta pendampingan ahli gizi tetap penting agar pola makan yang diterapkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan tubuh.
Jika Mama mempertimbangkan tindakan atau terapi tertentu untuk membantu menurunkan berat badan, pastikan semuanya dilakukan melalui tenaga kesehatan yang kompeten dan mengikuti prosedur medis yang berlaku. Jangan mudah tergiur dengan metode penurunan berat badan yang menjanjikan hasil instan, karena kesehatan dan keamanan Mama tetap menjadi prioritas utama.