Penting untuk Diingat! Begini 7 Tanda Janin Masuk Panggul

Jika Mama sudah mengalaminya, segera cek ke dokter atau bidan

8 Maret 2019

Penting Diingat Begini 7 Tanda Janin Masuk Panggul
Freepik/phduet

Saat waktunya perkiraan persalinan sudah semakin dekat, Mama perlu lebih cermat mengamati apakah ada perubahan pada tubuh. Terutama pada area perut dan vagina.

Biasanya, tubuh akan memberikan sinyal jika proses persalinan sudah semakin dekat. Tanda-tanda ini muncul terutama saat janin sudah mulai berada dalam posisi siap lahir.

Dengan begitu, Mama bisa pergi ke dokter atau bidan tepat waktu dan tidak terlambat. Nah, seperti apa ya tanda yang harus Mama kenali? Berikut Popmama.com rangkum informasi mengenai 7 tanda janin masuk panggul:

1. Posisi baby bump terlihat semakin ‘turun’

1. Posisi baby bump terlihat semakin ‘turun’
Freepik/Jannoon028

Perhatikan tubuh Mama dari samping, apakah tonjolan perut terlihat lebih turun dibandingkan biasanya? Jika ya, kemudian dibarengi dengan rasa seolah-olah janin sudah berada semakin di bawah, ini tandanya ia sudah masuk panggul.

Perubahan posisi ini menandakan bahwa janin sudah masuk tahap persiapan untuk dilahirkan, Ma.

Selain bentuk tonjolan perut yang terlihat semakin turun, perubahan posisi ini juga ditandai dengan Mama yang semakin mudah bernapas. Sebab posisi janin tak lagi terlalu menekan diafragma.

Apabila Mama sudah merasakan hal ini, cobalah lebih berhati-hati saat mengubah posisi tubuh. Misalnya saat berjalan, duduk atau berbaring, supaya Mama tetap stabil.

2. Mulai kontraksi secara teratur

2. Mulai kontraksi secara teratur
Freepik/Yanalya

Saat janin sudah masuk panggul alias jalan lahir, rahim pun kemudian akan mulai berkontraksi. Kontraksi yang semakin kuat menandakan bahwa posisi janin sudah semakin rendah dekat jalan lahir.

Jadi, apabila kontraksi yang Mama rasakan benar-benar sudah semakin teratur, berirama, dan intens, ini bisa menjadi tanda bahwa janin sudah berada dalam posisi siap dilahirkan.

Kontraksi yang sebenarnya biasa mulai dirasakan dari area punggung, kemudian berputar ke perut bagian depan. Saat diraba, perut akan terasa keras, lalu rileks kembali.

3. Pecah ketuban

3. Pecah ketuban
Freepik/Yanalya

Perhatikan juga saat sudah keluar cairan dari vagina, Ma. Bisa jadi ini adalah cairan ketuban yang mulai keluar karena pecah.

Faktanya, janin tumbuh dan berkembang dalam rahim dikelilingi oleh cairan ketuban. Ketika kantung cairan pelindung ini pecah, biasanya akan dirasakan ada keluarnya cairan dari vagina.

Jika Mama ragu apakah cairan yang keluar adalah cairan ketuban atau kebocoran urine, lebih baik cek dokter atau bidan supaya pemeriksaannya bisa dilakukan lebih detail, ya.

Baca juga: Bagaimana Rasanya saat Air Ketuban Pecah?

Editors' Picks

4. Nyeri dan kram punggung

4. Nyeri kram punggung
Pexels/Rawpixel.com

Posisi janin yang sudah semakin rendah dan masuk ke jalan lahir juga seringkali menimbulkan rasa nyeri punggung pada Mama. Ini karena adanya tekanan di daerah panggul dan sekitarnya.

Tekanan di area jalan lahir juga seringkali membuat Mama merasakan adanya dorongan ke bawah, sehingga rasanya kurang nyaman. Dorongan ini dilakukan janin untuk semakin membuka jalan lahirnya, Ma.

Baca juga: Cara Mengatasi Nyeri Punggung Setelah Melahirkan!

5. Muncul flek darah

5. Muncul flek darah
Freepik/Rawpixel.com

Saat waktu persalinan sudah semakin dekat dan posisi janin sudah masuk panggul, selain keluarnya cairan bening yang mirip seperti cairan ketuban, Mama juga mungkin akan mengalami flek.

Warna flek darah yang bisa terjadi bermacam-macam, bisa berwarna merah muda, merah gelap atau bahkan kecokelatan.

Flek ini muncul akibat adanya pelepasan sumbat lendir yang menghalangi serviks (pembukaan ke rahim) selama kehamilan. Sumbat lendir ini akan mengendur saat serviks mulai melebar, atau membuka selama tahap awal persalinan.

Baca juga: Sering Muncul Flek Darah di Trimester Ketiga, Waspadai 5 Hal Ini!

6. Peningkatan frekuensi buang air kecil

6. Peningkatan frekuensi buang air kecil
Freepik

Selain Mama yang menjadi lebih mudah bernapas, posisi janin masuk panggul alias sudah semakin rendah juga membuat tekanan di kandung kemih menjadi semakin besar.

Akibatnya, frekuensi Mama buang air kecil akan meningkat alias menjadi lebih sering. Jangan ditahan ya, Ma. Upayakan untuk selalu buang air kecil saat ingin untuk meminimalkan penumpukan urine yang berisiko bisa menjadi sarang bakteri.

Pada tahap ini, saat diperhatikan bentuk perut Mama akan sedikit lebih turun di bagian bawah. Tak perlu khawatir, Ma. Ini juga menjadi salah satu tanda khas jelang persalinan.

Baca juga: Ini yang Terjadi Pada Tubuh Saat Sering Menahan Buang Air Kecil

7. Terjadi pembukaan pada serviks

7. Terjadi pembukaan serviks
Freepik/Pressfoto

Saat waktu persalinan sudah semakin dekat, tanda yang juga harus Mama perhatikan adalah terjadinya dilasi atau pembukaan pada serviks. Diawali dengan pembukaan sebesar 1 hingga 3 cm, pembukaan ini akan terus meningkat seiring berjalannya waktu.

Pertambahan ukuran dilasi ini bergantung pada individu masing-masing. Ada yang berjalan cepat, tapi ada juga yang lambat. Nah, apabila Mama termasuk yang cepat, alias kontraksi berjalan semakin cepat teratur, sebaiknya segera ke dokter atau bidan untuk diperiksa.

Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan untuk menentukan apakah persalinan Mama sudah di depan mata atau belum. Tetap berhati-hati selama perjalanan ya, Ma. Jangan panik dan terburu-buru karena justru membuat Mama berisiko jatuh.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!