Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Diastasis Recti? Kondisi Perut Buncit usai Melahirkan
Pexels.com/Andres Ayrton
  • Diastasis recti adalah pemisahan otot perut akibat peregangan linea alba selama hamil atau setelah melahirkan, sehingga perut tetap tampak menonjol meski berat badan turun.
  • Tandanya meliputi tonjolan atau celah di tengah perut, nyeri punggung atau panggul, sulit beraktivitas, urine keluar saat batuk atau bersin, serta sembelit.
  • Kondisi ini sering membaik dalam delapan minggu hingga enam bulan; hindari beban berat dan sit-up, sementara gangguan berat atau hernia dapat memerlukan operasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setelah melahirkan, sebagian Mama mungkin menyadari bentuk perut belum langsung kembali seperti sebelum hamil. Perut yang masih tampak buncit atau lebih menonjol ternyata tidak selalu berkaitan dengan berat badan yang belum turun. 

Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda diastasis recti, yaitu pemisahan otot perut yang terjadi akibat peregangan selama kehamilan.

Kondisi diastasis recti umumnya dapat membaik secara bertahap, tetapi tetap penting untuk mengenali ciri-ciri, penyebab, hingga cara mengatasinya.

Berikut Popmama.com telah merangkum informasi mengenai diastasis recti yang perlu Mama ketahui.

Apa Itu Diastasis Recti?

estclinic.com.au

Diastasis recti adalah kondisi ketika otot rektus abdominis mengalami pemisahan atau meregang terlalu jauh selama masa kehamilan maupun setelah melahirkan. 

Rektus abdominis sendiri adalah otot yang berada di bagian depan perut dan membentang secara vertikal dari tulang dada hingga tulang panggul. 

Otot tersebut berada di sisi kanan dan kiri perut, kemudian dihubungkan oleh jaringan ikat bernama linea alba. Jaringan ini berperan menjaga otot-otot perut agar tetap sejajar dan terhubung meskipun mengalami peregangan setelah persalinan. 

Pada umumnya, linea alba dapat kembali ke posisi semula setelah melahirkan karena sifatnya yang elastis. Namun, tekanan yang terlalu kuat selama kehamilan dapat membuat jaringan tersebut menipis atau meregang secara berlebihan. 

Akibatnya, otot rektus abdominis dapat terpisah ke arah kiri dan kanan. Meski lebih sering terjadi pada perempuan selama kehamilan atau setelah melahirkan, diastasis recti juga dapat dialami oleh laki-laki yang mengalami obesitas.

Ciri-Ciri Diastasis Recti

my.clevelandclinic.org

Melansir dari Medline Plus, salah satu ciri utama diastasis recti adalah munculnya tonjolan di bagian tengah perut yang tetap terlihat meskipun berat badan sudah turun setelah melahirkan. 

Selain itu, terdapat beberapa tanda lain yang dapat muncul ketika otot rektus abdominis mengalami pemisahan. Berikut beberapa ciri diastasis recti yang perlu diperhatikan: 

  • Muncul sensasi lembut atau terasa seperti jeli di area sekitar pusar.

  • Terdapat celah di antara otot perut sebelah kanan dan kiri yang terlihat jelas saat Mama berbaring telentang atau mengangkat kepala.

  • Mengalami nyeri pada punggung bagian bawah karena pemisahan otot membuat otot perut lebih sulit menopang punggung.

  • Timbul rasa sakit di area panggul.

  • Mengalami kesulitan saat mengangkat benda, berjalan, maupun menjalankan aktivitas sehari-hari.

  • Mengeluarkan urine saat bersin atau batuk.

  • Lebih mudah mengalami sembelit.

Gejala-gejala tersebut umumnya mulai dirasakan setelah persalinan, baik setelah melahirkan secara pervaginam maupun melalui operasi caesar

Faktor Risiko Diastasis Recti

Pexels.com/Karolina Grabowska

Terdapat beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami diastasis recti, berikut diantaranya:

  • Peregangan otot rektus abdominis yang terjadi secara berlebihan dan terlalu kuat. 

  • Kenaikan berat badan yang berlebihan selama kehamilan.

  • Koordinasi otot perut bagian dalam, depan, dan samping yang kurang baik, sehingga otot-otot tersebut saling tarik-menarik. 

  • Teknik mengejan yang kurang tepat saat persalinan.

  • Ibu hamil berusia lebih dari 35 tahun.

  • Hamil bayi berukuran besar.

  • Menjalani kehamilan kembar. 

  • Kondisi otot perut yang lemah.

  • Jarak kehamilan yang terlalu dekat.

Dampak Diastasis Recti

Freepik/freepik

Sebagian besar orang kemungkinan tidak menyadari bahwa dirinya mengalami diastasis recti karena kondisi ini sering kali tidak menimbulkan rasa sakit. 

Namun, pemisahan otot perut dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman dengan perubahan bentuk tubuh yang terjadi. Biasanya, diastasis recti membuat perut tampak lebih buncit atau menonjol ke depan meskipun Mama sudah tidak lagi hamil. 

Kondisi ini juga dapat tetap terlihat walaupun berat badan sudah mengalami penurunan setelah persalinan. Meski begitu, diastasis recti yang cukup parah dapat menimbulkan komplikasi apabila tidak ditangani. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi, antara lain hernia umbilikalis dan inkontinensia urine

Cara Mengatasi Diastasis Recti

Pexels/Ketut Subiyanto

Pada banyak kasus, diastasis recti dapat membaik dengan sendirinya dalam waktu sekitar delapan minggu hingga enam bulan setelah persalinan. 

Namun, Mama tetap perlu melakukan beberapa langkah untuk membantu proses pemulihan sekaligus mencegah pemisahan otot menjadi semakin parah. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Menghindari mengangkat benda atau barang yang beratnya melebihi berat bayi. 

  • Membiasakan diri untuk berbaring miring terlebih dahulu sebelum bangun dari tempat tidur atau duduk.

  • Menggunakan bantuan lengan untuk memudahkan tubuh berdiri. 

  • Hindari aktivitas atau gerakan yang mendorong otot perut ke arah luar, seperti sit-up dan crunch. Latihan perut tertentu dan beberapa pose senam nifas yang membuat otot perut bekerja terlalu keras justru dapat memperburuk kondisi diastasis recti

Jika pemisahan otot rektus abdominis sudah mengganggu aktivitas sehari-hari atau menyebabkan hernia, dokter mungkin akan menyarankan penanganan melalui prosedur operasi. 

Itulah penjelasan mengenai diastasis recti, mulai dari pengertian, ciri-ciri, penyebab, hingga cara mengatasinya. Jika Mama merasa memiliki tanda-tanda pemisahan otot perut setelah melahirkan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article