Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Relaktasi, Panduan Memulai Kembali Produksi ASI yang Sempat Terhenti

Relaktasi, Panduan Memulai Kembali Produksi ASI yang Sempat Terhenti
Popmama.com/Yesica Kirana/AI
Intinya Sih
  • Relaktasi adalah proses merangsang kembali produksi ASI setelah berhenti menyusui, dengan prinsip supply and demand yang dipengaruhi oleh frekuensi stimulasi payudara.
  • Alasan relaktasi meliputi keinginan kembali menyusui karena faktor medis, ketidakcocokan susu formula, perubahan keputusan, atau membangun kedekatan emosional dengan bayi.
  • Keberhasilan relaktasi bergantung pada konsistensi stimulasi, kondisi tubuh ibu, serta dukungan dokter atau konsultan laktasi untuk memastikan proses berjalan aman dan efektif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tidak semua perjalanan menyusui berjalan sesuai rencana, mungkin kondisi ini ada Mama yang harus berhenti sementara karena kondisi kesehatan, produksi ASI menurun, stres, atau situasi tertentu yang membuat bayi tidak bisa menyusu langsung. 

Namun berhenti menyusui bukan berarti semuanya benar-benar selesai. Sebab, tubuh perempuan memiliki kemampuan luar biasa untuk kembali memproduksi ASI melalui proses yang disebut relaktasi. 

Meski membutuhkan waktu dan konsistensi, banyak Mama yang berhasil kembali menyusui lewat cara ini. 

Berikut Popmama.com merangkum penjelasannya untuk Mama. Yuk simak berikut ini.

Table of Content

Apa Itu Relaktasi?

Apa Itu Relaktasi?

Ibu menyusui - Pexels/Jonathan Borba
Ibu menyusui - Pexels/Jonathan Borba

Relaktasi adalah upaya untuk merangsang kembali produksi ASI setelah sebelumnya sempat berhenti menyusui dalam jangka waktu tertentu. Melansir dari Healthline, relaktasi memungkinkan ibu kembali menghasilkan ASI meskipun sudah tidak menyusui selama beberapa minggu atau bahkan bulan. 

Selain itu, keberhasilannya sangat bergantung pada seberapa rutin stimulasi dilakukan serta kondisi masing-masing tubuh.

Mengutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) bahwa produksi ASI bekerja berdasarkan prinsip supply and demand

Artinya, semakin sering payudara dirangsang baik melalui hisapan bayi maupun pompa ASI, maka semakin kuat sinyal tubuh untuk kembali memproduksi susu.

Alasan Memilih Relaktasi?

Apa Itu Relaktasi? Ini Penjelasannya
Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Keputusan melakukan relaktasi biasanya dilatarbelakangi berbagai alasan, seperti:

  • Mama ingin kembali menyusui setelah sempat berhenti karena kondisi medis atau terpisah dari bayi. 
  • Bayi kurang cocok dengan susu formula.
  • Adanya perubahan keputusan setelah sebelumnya memilih berhenti menyusui. 
  • Keinginan membangun kembali kedekatan emosional dengan bayi. 

Melansir dari Healthline, menyusui bukan hanya soal nutrisi, tetapi juga membantu memperkuat bonding melalui kontak fisik dan interaksi langsung antara ibu dan bayi.

Karena itu, bagi sebagian Mama, relaktasi menjadi kesempatan kedua untuk menghadirkan kembali momen menyusui.

Bagaimana Cara Memulai Relaktasi?

Apa Itu Relaktasi? Ini Penjelasannya
Freepik.com

Relaktasi bukan proses instan, dimana memerlukan kesabaran dan konsistensi. Berikut beberapa langkah yang bisa Mama lakukan, seperti:

1. Menyusui atau menempelkan bayi sesering mungkin

Semakin sering bayi menyusu atau sekadar menempel pada payudara, semakin besar rangsangan hormon prolaktin dan oksitosin untuk memproduksi ASI. Menurut CDC, stimulasi bisa dilakukan 8–12 kali sehari, termasuk malam hari.

2. Rutin memompa ASI

Jika bayi belum bisa menyusu langsung, Mama dapat menggunakan pompa ASI atau melakukan pemerahan manual. Stimulasi yang teratur membantu tubuh mengingat kembali kebutuhan produksi ASI.

3. Melakukan kontak kulit

Kontak kulit ke kulit membantu meningkatkan hormon yang berperan dalam produksi ASI sekaligus membuat bayi lebih nyaman untuk kembali menyusu.

4. Konsultasi dengan dokter

Dalam beberapa kondisi, dokter atau konsultan laktasi mungkin menyarankan strategi tambahan agar proses relaktasi lebih optimal dan tetap aman untuk Mama serta bayi.

Berapa Lama Relaktasi Bisa Berhasil?

Apa Itu Relaktasi? Ini Penjelasannya
Freepik.com

Setiap Mama memiliki respons tubuh yang berbeda. Ada yang mulai melihat tanda-tanda produksi ASI dalam beberapa hari, tetapi ada juga yang membutuhkan waktu berminggu-minggu.

Melansir dari Healthline, faktor seperti usia bayi, lamanya berhenti menyusui, frekuensi stimulasi, serta kondisi kesehatan ibu turut memengaruhi keberhasilan relaktasi.

Karena itu, penting bagi Mama untuk memiliki ekspektasi realistis dan tidak membandingkan proses diri sendiri dengan orang lain.

Inilah penjelasan mengenai relaktasi, yaitu peluang bagi Mama yang ingin kembali menyusui setelah sempat berhenti. 

Meski membutuhkan dedikasi dan dukungan, proses ini tetap memungkinkan karena tubuh perempuan secara alami mampu merespons stimulasi yang konsisten.

Selain itu, jika Mama mempertimbangkan relaktasi, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter atau konsultan laktasi agar mendapatkan pendampingan yang tepat. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More