Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Apa Saja Hormon yang Bekerja pada Ibu Menyusui?
Freepik.com

  • Menyusui melibatkan perubahan hormon kompleks yang membantu tubuh Mama memproduksi, mengeluarkan, dan menyesuaikan jumlah ASI sesuai kebutuhan bayi.
  • Prolaktin dan oksitosin menjadi hormon utama yang berperan langsung dalam produksi serta pengeluaran ASI, sekaligus memperkuat ikatan emosional antara Mama dan bayi.
  • Estrogen dan progesteron menurun setelah melahirkan untuk mendukung laktasi, sementara hormon lain seperti insulin, kortisol, dan relaxin membantu pemulihan serta keseimbangan metabolisme tubuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menyusui bukan hanya sekadar proses memberikan ASI kepada bayi, tetapi juga melibatkan berbagai perubahan hormon dalam tubuh Mama. 

Setelah melahirkan, tubuh secara alami menyesuaikan diri agar dapat memproduksi dan mengeluarkan ASI sesuai kebutuhan si Kecil.

Perubahan hormon ini berperan penting dalam menjaga kelancaran produksi ASI, membantu pengeluarannya, hingga mendukung ikatan emosional antara Mama dan bayi. 

Selain itu, setiap hormon memiliki fungsi yang berbeda, namun semuanya bekerja saling mendukung selama masa menyusui.

Berikut Popmama.com merangkum beberapa hormon yang berperan selama masa menyusui. Yuk simak berikut ini.

Prolaktin, Merangsang Jaringan Payudara

Freepik.com

Salah satu hormon utama yang berperan dalam menyusui adalah prolaktin. Hormon ini diproduksi oleh kelenjar pituitari di otak dan berfungsi merangsang jaringan payudara untuk menghasilkan ASI.

Ketika bayi menyusu, tubuh Mama akan melepaskan lebih banyak prolaktin. Inilah yang membantu mempertahankan produksi ASI agar tetap sesuai dengan kebutuhan bayi.

Melansir dari Healthline, kadar prolaktin biasanya meningkat setiap kali bayi mengisap puting, sehingga tubuh menerima sinyal untuk terus memproduksi ASI.

Oksitosin, Picu Refleks Pengeluaran ASI

Freepik.com

Selain prolaktin, hormon lain yang tidak kalah penting adalah oksitosin. Hormon ini berperan dalam memicu refleks pengeluaran ASI atau yang dikenal sebagai let-down reflex.

Saat hormon oksitosin dilepaskan, otot-otot kecil di sekitar kelenjar payudara akan berkontraksi sehingga ASI dapat mengalir menuju puting dan keluar lebih mudah saat bayi menyusu.

Mengutip dari Healthline, oksitosin juga sering disebut sebagai hormon cinta karena mampu menimbulkan perasaan rileks, nyaman, dan memperkuat kedekatan emosional antara Mama dan bayi selama menyusui.

Peran Penting Estrogen dan Prolaktin Pasca Persalinan

Freepik.com

Selama masa kehamilan, tubuh Mama secara alami memproduksi hormon estrogen dalam kadar yang tinggi. Estrogen sendiri merupakan hormon reproduksi utama pada perempuan yang berfungsi mengatur siklus menstruasi, menjaga kesehatan rahim, serta mempersiapkan jaringan payudara untuk proses menyusui nantinya.

Namun, segera setelah si Kecil lahir dan plasenta keluar, kadar estrogen dalam tubuh akan menurun secara drastis. Penurunan hormon estrogen ini sebenarnya adalah sinyal penting bagi tubuh, ia memberikan "lampu hijau" bagi hormon prolaktin untuk bekerja lebih efektif dalam memproduksi ASI.

Secara biologis, estrogen yang tinggi dapat menghambat kerja prolaktin. Itulah sebabnya, jika kadar estrogen tetap tinggi pasca persalinan, produksi ASI bisa menjadi kurang optimal atau bahkan terhambat. Transisi hormon yang drastis ini merupakan bagian dari proses alami tubuh Mama untuk beralih dari fase menjaga kehamilan menuju fase memberikan nutrisi terbaik bagi si Kecil melalui menyusui.

Peran Progesteron, Sang Persiapan "Pabrik" ASI

Freepik/Jcomp

Selain estrogen, hormon progesteron juga memegang peran kunci dalam mempersiapkan tubuh mama untuk masa menyusui. Selama masa kehamilan, kadar progesteron yang tinggi bertugas membangun dan mengembangkan jaringan kelenjar serta saluran (duktus) pada payudara. Bayangkan progesteron sebagai "kontraktor" yang sedang membangun infrastruktur pabrik ASI agar siap beroperasi saat si Kecil lahir nanti.

Namun, ada hal unik yang terjadi, meskipun progesteron membangun pabriknya, hormon ini justru "menahan" produksi ASI agar tidak keluar terlalu deras selama bayi masih di dalam kandungan. Begitu bayi lahir dan plasenta dikeluarkan, kadar progesteron dalam tubuh Mama akan merosot tajam.

Penurunan drastis inilah yang menjadi pemicu utama (saklar) bagi hormon prolaktin untuk mulai bekerja secara aktif. Tanpa penurunan progesteron ini, produksi ASI tidak akan bisa berjalan maksimal. Perubahan hormonal yang cepat ini adalah mekanisme alami tubuh yang luar biasa dalam mendukung transisi Mama menuju masa laktasi yang sukses.

Beberapa Hormon yang Mendukung Proses Menyusui

Freepik/Jcomp

Selain hormon utama yang telah disebutkan, ada beberapa hormon lain yang ikut mendukung kelancaran proses menyusui.

Melansir dari Healthline, beberapa hormon tambahan juga berperan dalam metabolisme serta membantu tubuh beradaptasi selama masa laktasi, di antaranya:

  • Relaxin, yang membantu tubuh pulih setelah persalinan.

  • Insulin, yang mendukung metabolisme energi dalam tubuh.

  • Kortisol, yang membantu tubuh merespons stres dan menjaga keseimbangan metabolisme.

Meski perannya tidak langsung dalam produksi ASI, hormon-hormon ini tetap membantu tubuh Mama berfungsi dengan baik selama masa menyusui.

Inilah beberapa hormon yang bekerja pada ibu yang menyusii, seperti prolaktin dan oksitosin yang berperan langsung dalam produksi serta pengeluaran ASI.

Sementara hormon lain seperti estrogen dan progesteron membantu mempersiapkan tubuh untuk proses tersebut.

Selain itu, dengan memahami cara kerja hormon selama masa menyusui dapat membantu Mama lebih memahami perubahan yang terjadi pada tubuh setelah melahirkan.

Editorial Team