7 Manfaat Daun Bangun-Bangun untuk Ibu Menyusui

- Daun bangun-bangun dikenal sebagai tanaman herbal tradisional yang populer di kalangan ibu menyusui karena dipercaya membantu meningkatkan produksi ASI secara alami.
- Kandungan vitamin, antioksidan, dan zat aktifnya mendukung daya tahan tubuh, memulihkan stamina pascapersalinan, serta membantu meredakan gangguan pencernaan ringan.
- Selain itu, daun ini juga bermanfaat untuk melegakan pernapasan, membantu pemulihan saat demam ringan, dan berpotensi menjaga kesehatan ginjal bila dikonsumsi dengan bijak.
Mama mungkin pernah mendengar tentang daun bangun-bangun sebagai salah satu tanaman herbal yang populer di kalangan ibu setelah melahirkan.
Di beberapa daerah di Indonesia, daun ini bahkan menjadi menu wajib selama masa nifas karena dipercaya membantu pemulihan tubuh sekaligus mendukung produksi ASI.
Selain itu, kandungan nutrisi di dalamnya juga memiliki berbagai manfaat lain bagi kesehatan. Lalu, apa saja khasiat daun bangun-bangun bagi Mama yang sedang menyusui?
Berikut Popmama.com merangkum 7 manfaat daun bangun-bangun yang menarik untuk diketahui. Yuk simak berikut ini.
Table of Content
1. Membantu meningkatkan produksi ASI

Salah satu alasan utama daun bangun-bangun dikonsumsi setelah melahirkan, karena dipercaya dapat membantu merangsang produksi ASI.
Tanaman ini dikenal memiliki efek alami untuk mendukung kerja hormon prolaktin yang berperan dalam pembentukan ASI.
Meski begitu, hasilnya bisa berbeda pada setiap Mama karena produksi ASI juga sangat dipengaruhi oleh frekuensi menyusui, kondisi emosional, serta asupan nutrisi harian.
2. Mendukung daya tahan tubuh di masa nifas

Setelah melahirkan, tubuh mama masih berada dalam fase pemulihan sehingga lebih rentan terhadap infeksi.
Daun bangun-bangun mengandung vitamin dan senyawa antioksidan yang membantu tubuh melawan radikal bebas serta menjaga sistem imun tetap optimal.
Karena itu, dengan mengonsumsi dalam jumlah wajar bisa menjadi bagian dari pola makan sehat selama menyusui.
3. Membantu memulihkan stamina setelah persalinan

Rasa lelah pascapersalinan adalah hal yang umum dirasakan. Secara tradisional, daun bangun-bangun sering diolah menjadi sayur berkuah untuk membantu mengembalikan energi mama.
Kandungan zat aktif di dalamnya diyakini dapat membantu tubuh terasa lebih hangat dan bertenaga selama masa pemulihan.
4. Meredakan gangguan pencernaan ringan

Perubahan hormon dan pola makan setelah melahirkan kadang membuat perut terasa kembung atau tidak nyaman. Daun bangun-bangun secara tradisional dimanfaatkan untuk membantu menenangkan saluran cerna.
Cara pengolahannya, daun tersebut direbus dan airnya diminum, atau diolah sebagai sayur agar lebih mudah dikonsumsi.
5. Membantu melegakan pernapasan

Aroma khas dari daun bangun-bangun berasal dari kandungan minyak atsiri di dalamnya. Secara tradisional, daun ini digunakan untuk membantu meredakan hidung tersumbat atau tenggorokan yang terasa kurang nyaman.
Bagi Mama yang sedang kurang fit saat menyusui, manfaat ini bisa menjadi nilai tambah.
6. Membantu tubuh saat mengalami demam ringan

Dalam pengobatan tradisional, daun bangun-bangun juga kerap dimanfaatkan ketika tubuh terasa meriang. Sifat alaminya dipercaya membantu tubuh mengeluarkan keringat dan mendukung proses pemulihan saat demam ringan.
Namun, jika demam tinggi atau berlangsung lama, tetap penting untuk berkonsultasi ke dokter ya, Mama.
7. Berpotensi membantu menjaga kesehatan ginjal

Daun bangun-bangun diketahui memiliki efek diuretik ringan yang dapat membantu meningkatkan frekuensi buang air kecil. Proses ini mendukung pengeluaran sisa metabolisme dari tubuh.
Meski demikian, manfaat ini tetap perlu diimbangi dengan konsumsi cairan yang cukup agar tubuh tidak mengalami dehidrasi.
Inilah 7 manfaat daun bangun-bangun yang telah lama digunakan sebagai bagian dari perawatan tradisional setelah melahirkan, terutama untuk membantu kelancaran ASI dan pemulihan tubuh.
Meski memiliki banyak manfaat potensial, Mama tetap perlu mengonsumsinya secara bijak dan tidak berlebihan.
Namun, jika Mama memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang mengonsumsi obat-obatan, sebaiknya diskusikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum rutin mengonsumsi herbal apa pun.


















