Pexels/RDNE Stock project
Ada beberapa penyebab umum munculnya darah dalam ASI yang perlu Mama ketahui:
Kondisi ini terjadi ketika saluran dan kelenjar penghasil ASI berkembang pesat setelah melahirkan. Akibatnya, darah bisa ikut keluar bersama ASI, terutama pada minggu pertama atau beberapa minggu setelah persalinan.
Kondisi ini tidak berbahaya bagi Mama maupun bayi. Meskipun bayi mungkin mengalami refleks muntah karena iritasi saat menelan darah, hal ini umumnya tidak membahayakan. Rusty pipe syndrome biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 7–10 hari, dan menyusui tetap boleh dilanjutkan.
Puting yang lecet atau terluka saat menyusui bisa menyebabkan darah bercampur dengan ASI. Dalam kasus ini, sumber darah berasal dari luka pada puting, bukan dari dalam payudara.
Penggunaan pompa ASI dapat membantu mengurangi iritasi dan memberi waktu bagi puting untuk pulih, terutama jika Mama masih belajar posisi menyusui yang benar di awal masa menyusui.
Kerusakan jaringan payudara akibat memerah ASI secara manual atau penggunaan pompa dengan tekanan terlalu kuat dapat menyebabkan pembuluh darah kecil pecah, sehingga berujung mengeluarkan darah.
Selama kehamilan, jaringan payudara berkembang pesat, termasuk pembuluh darahnya. Kondisi ini membuat struktur tersebut lebih sensitif dan mudah rusak jika mendapat tekanan berlebih.
Infeksi pada payudara atau mastitis juga bisa menyebabkan perdarahan dari puting. Biasanya kondisi ini disertai gejala lain seperti nyeri, kemerahan, dan demam.
Papiloma adalah tumor jinak di saluran ASI. Jika terjadi perdarahan, ASI bisa tampak berwarna merah muda. Kondisi ini biasanya tidak berbahaya dan tidak menimbulkan rasa nyeri.
Menyusui tetap bisa dilakukan, kecuali jika bayi mengalami gangguan pencernaan akibat darah yang tertelan. Jika itu terjadi, Mama bisa berhenti sementara selama 3–7 hari hingga perdarahan berhenti.
Fibrosis payudara ditandai dengan adanya nyeri, benjolan padat, atau kista. Kondisi ini bukan alasan untuk menghentikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, kecuali bayi tidak dapat mentoleransi ASI.
Meskipun jarang, darah dalam ASI juga bisa menjadi tanda kondisi serius seperti kanker payudara. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan jika gejala berlangsung lama atau disertai tanda lain yang mencurigakan.