Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ASI Sedikit Saat Pumping, Apakah Berarti Produksi ASI Rendah?
Popmama.com/Bernika Nathania/AI
  • ASI yang sedikit saat pumping belum tentu menandakan produksi rendah; jeda sejak menyusui atau memompa sebelumnya memengaruhi jumlah ASI yang terkumpul per sesi.
  • Posisi pumping, ukuran corong, daya isap pompa, serta stres, kelelahan, dan kurang istirahat dapat memengaruhi kelancaran refleks pengeluaran ASI.
  • Nutrisi, cairan, kondisi medis, hormon, dan obat tertentu juga dapat memengaruhi produksi; bila ASI terus menurun atau ada keluhan, konsultasikan ke dokter atau konselor laktasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat pumping, Mama mungkin pernah merasa khawatir ketika ASI yang keluar hanya sedikit. Apalagi jika hasilnya tidak sebanyak yang diharapkan, kondisi ini bisa membuat Mama bertanya-tanya apakah produksi ASI sedang rendah.

Padahal, sedikitnya ASI yang keluar belum tentu produksi ASI rendah. Jumlah ASI yang didapat bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, sehingga produksi ASI yang sebenarnya perlu dilihat dari beberapa tanda lainnya.

Lantas, apakah ASI sedikit saat pumping benar-benar menandakan produksi ASI rendah? Yuk, simak artikel dari Popmama.com berikut ini!

1. Jeda pumping atau menyusui bisa memengaruhi jumlah ASI yang keluar

Popmama.com/Bernika Nathania/AI

Jumlah ASI yang didapat saat pumping bisa berbeda-beda, tergantung kapan Mama memompa. Misalnya, jika Mama baru saja menyusui si Kecil, jumlah ASI yang terkumpul saat pumping berikutnya mungkin lebih sedikit karena sebagian ASI sudah dikeluarkan sebelumnya.

Sebaliknya, ketika payudara sudah lebih penuh karena jeda menyusui atau pumping yang cukup lama, ASI yang terkumpul bisa terlihat lebih banyak. Jadi, jumlah ASI dalam satu sesi pumping belum bisa dijadikan patokan hasil produksi ASI secara keseluruhan.

2. Posisi pumping dan ukuran corong bisa memengaruhi hasil

Popmama.com/Bernika Nathania/AI

Posisi saat pumping dan ukuran corong yang digunakan juga bisa memengaruhi banyaknya ASI yang keluar. Kalau ukurannya kurang sesuai atau posisi pompa kurang nyaman, ASI mungkin tidak keluar secara optimal.

Penggunaan pompa yang sesuai dan pengaturan daya isap yang nyaman juga dapat membantu proses pumping lebih efektif. Setiap Mama juga bisa mendapatkan hasil berbeda dalam sekali pumping, jadi jumlah ASI yang terkumpul tidak selalu sama.

3. Stres, kelelahan, dan kurang istirahat

Popmama.com/Bernika Nathania/AI

Kondisi Mama saat pumping juga dapat memengaruhi banyaknya ASI yang keluar. Saat sedang stres, cemas, atau terlalu lelah, tubuh bisa lebih sulit memicu refleks yang membantu ASI keluar. Kondisi ini bisa membuat ASI mengalir lebih lambat.

Refleks ini dipengaruhi oleh hormon oksitosin. Ketika oksitosin bekerja dengan baik, ASI bisa mengalir lebih mudah saat bayi menyusu atau ketika Mama melakukan pumping. Sebaliknya, rasa tegang atau tidak nyaman terkadang membuat proses pengeluaran ASI menjadi lebih lambat.

4. Pola makan dan asupan nutrisi yang kurang

Popmama.com/Bernika Nathania/AI

Kondisi tubuh dan asupan makanan juga mendukung proses produksi ASI. Saat Mama tidak dapat cukup nutrisi dan cairan, tubuh bisa lebih lemas dan proses menyusui pun terganggu.

Karena itu, penting untuk tetap memenuhi kebutuhan makan dan minum sehari-hari selama menyusui. Namun, jumlah ASI yang sedikit dalam satu sesi pumping tetap tidak bisa langsung dijadikan tanda bahwa produksi ASI rendah.

5. Kondisi medis atau faktor hormonal tertentu

Popmama.com/Bernika Nathania/AI

Produksi ASI juga dapat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan atau perubahan hormon tertentu. Misalnya, beberapa gangguan hormon atau kondisi pada payudara dapat membuat produksi ASI menjadi lebih sedikit.

Selain itu, obat-obatan tertentu juga bisa memengaruhi produksi ASI. Kalau Mama merasa jumlah ASI terus menurun atau ada keluhan lain yang menyertai, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau konselor laktasi untuk mengetahui penyebabnya.

Jadi, ASI yang keluar sedikit saat pumping belum tentu berarti produksi ASI Mama rendah. Banyak hal yang bisa memengaruhinya, mulai dari kondisi saat pumping hingga kesehatan tubuh Mama.

Jika jumlah ASI terus berkurang atau Mama merasa khawatir si Kecil tidak mendapatkan ASI yang cukup, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Dengan begitu, penyebabnya bisa diketahui dan Mama bisa mendapatkan bantuan yang sesuai.

Curated For You

Editorial Team

Related Article