Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Studi: Makan Ikan saat Hamil Bisa Menurunkan Risiko Autisme pada Bayi

Studi: Makan Ikan saat Hamil Bisa Menurunkan Risiko Autisme pada Bayi
Popmama.com/Nindiani Rizka Dwiningtyas/AI
  • Studi American Journal of Clinical Nutrition mengaitkan konsumsi ikan selama kehamilan dengan kemungkinan diagnosis autisme yang lebih rendah pada anak.

  • Analisis sekitar 4.000 peserta menemukan makan ikan berkaitan dengan penurunan kecil skor perilaku terkait autisme, sedangkan suplemen minyak ikan omega-3 tidak menunjukkan hubungan signifikan.

  • Ibu hamil perlu menghindari ikan tinggi merkuri dan ikan mentah; pilihan rendah merkuri seperti salmon, sarden, teri, serta tilapia dinilai aman dan bernutrisi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kehamilan menjadi salah satu fase penting yang membuat Mama perlu lebih memperhatikan asupan makanan sehari-hari. Nutrisi yang dikonsumsi selama periode ini berperan dalam mendukung kesehatan Mama sekaligus proses tumbuh kembang janin. 

Salah satu makanan yang dapat menjadi pilihan adalah ikan karena kaya akan protein dan sejumlah nutrisi yang mendukung perkembangan otak janin. 

Menariknya, sebuah studi terbaru menemukan bahwa konsumsi ikan selama kehamilan juga dikaitkan dengan risiko autisme yang lebih rendah pada bayi.

Berikut Popmama.com telah rangkum studi mengenai makan ikan selama kehamilan bisa menurunkan risiko autisme pada bayi.

  1. 1. Makan ikan saat hamil bisa menurunkan risiko autisme pada bayi

    Makan ikan selama kehamilan bisa menurunkan risiko autisme pada bayi
    Popmama.com/Nindiani Rizka Dwiningtyas/AI

    Ikan menjadi salah satu sumber protein hewani yang dapat dikonsumsi Mama selama kehamilan. Tak hanya mengandung nutrisi yang mendukung perkembangan otak janin, kebiasaan makan ikan saat hamil juga ditemukan berkaitan dengan kemungkinan autisme yang lebih rendah pada bayi.

    Temuan tersebut berasal dari studi terbaru yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah rendahnya konsumsi ikan dan penggunaan suplemen omega-3 selama kehamilan berkaitan dengan diagnosis autisme atau karakteristik terkait autisme yang dilaporkan oleh orangtua.

    “Studi kami menambah bukti yang semakin berkembang mengenai peran pola makan selama kehamilan terhadap dampak yang berkaitan dengan autisme pada anak,” ujar Emily Oken, MD, MPH, peneliti ECHO Cohort dari Harvard Medical School.

    Hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi ikan selama kehamilan dikaitkan dengan kemungkinan diagnosis autisme yang lebih rendah pada anak.

  2. 2. Penelitian mengamati pola konsumsi ikan saat hamil

    Makan ikan selama kehamilan bisa menurunkan risiko autisme pada bayi
    Popmama.com/Nindiani Rizka Dwiningtyas/AI

    Peneliti menganalisis data sekitar 4.000 peserta untuk melihat hubungan antara konsumsi ikan, suplemen omega-3, dan risiko autisme pada anak. Informasi mengenai pola makan dan konsumsi ikan diperoleh dari laporan peserta selama kehamilan.

    Selanjutnya, peneliti membandingkan konsumsi ikan dan suplemen omega-3 dengan diagnosis autisme serta sifat terkait autisme pada anak. Penilaian tersebut menggunakan Social Responsiveness Scale (SRS), yaitu kuesioner untuk mengukur perilaku yang berkaitan dengan autisme.

    Hasilnya, konsumsi ikan selama hamil dikaitkan dengan kemungkinan diagnosis autisme yang lebih rendah dan sedikit penurunan skor SRS pada anak. Sementara itu, penggunaan suplemen minyak ikan omega-3 tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan diagnosis autisme.

    “Studi ini memberikan bukti tambahan mengenai keamanan dan manfaat rutin mengonsumsi ikan selama kehamilan. Manfaat lain yang telah terbukti termasuk menurunkan risiko kelahiran prematur dan mendukung perkembangan kognitif,” ujar Dr. Oken.

  3. 3. Jenis ikan yang perlu dihindari selama hamil

    Makan ikan selama kehamilan bisa menurunkan risiko autisme pada bayi
    Popmama.com/Nindiani Rizka Dwiningtyas/AI

    Meski ikan dapat memberikan nutrisi yang mendukung perkembangan otak janin, Mama tetap perlu memperhatikan jenis ikan yang dikonsumsi selama hamil. Pasalnya, beberapa jenis ikan mengandung merkuri dalam kadar tinggi.

    Merkuri merupakan logam berat yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Mengutip Healthline, paparan merkuri selama kehamilan dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi, termasuk gangguan pada perkembangan otak janin.

    Beberapa jenis ikan yang sebaiknya dihindari selama kehamilan karena tinggi merkuri, antara lain:

    1. Ikan tuna mata besar (bigeye tuna)

    2. Ikan tile (tilefish)

    3. Ikan hiu

    4. Ikan todak (swordfish)

    5. Ikan marlin

    6. Ikan orange roughy

    7. King mackerel

    Selain ikan tinggi merkuri, Mama juga sebaiknya menghindari konsumsi ikan mentah selama kehamilan. 

    Ikan yang tidak dimasak hingga matang memiliki risiko lebih tinggi terkontaminasi bakteri atau parasit, seperti norovirus, Vibrio, Salmonella, dan Listeria, yang dapat membahayakan kehamilan.

  4. 4. Jenis ikan yang aman dikonsumsi selama hamil

    Makan ikan selama kehamilan bisa menurunkan risiko autisme pada bayi
    Popmama.com/Nindiani Rizka Dwiningtyas/AI

    Mama tidak perlu terlalu khawatir karena sebagian besar jenis ikan justru aman dan bernutrisi untuk dikonsumsi selama kehamilan. Pilihan ikan yang rendah merkuri sekaligus kaya nutrisi antara lain:

    1. Ikan teri (anchovy)

    2. Atlantic mackerel

    3. Ikan salmon

    4. Ikan kembung

    5. Ikan tilapia

    6. Ikan sarden

    7. Ikan trout

    8. Ikan pollock

    9. Ikan bass laut hitam

    10. Ikan haring (herring)

    11. Ikan tuna

    12. Ikan halibut

    Selain rendah merkuri, berbagai jenis ikan tersebut juga mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk kehamilan. Salah satunya salmon yang kaya DHA, yaitu nutrisi penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak serta mata janin.

    Nah, itu dia rangkuman studi mengenai makan ikan selama kehamilan bisa menurunkan risiko autisme pada bayi. Semoga informasinya dapat membantu, ya, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More