Pertama di Indonesia, Dokter Berhasil Operasi Janin dalam Kandungan

RSAB Harapan Kita bersama Mater Mothers’ Hospital Australia berhasil melakukan open fetal surgery pertama di Indonesia pada Selasa (25/8/2026) untuk memperbaiki myelomeningocele pada janin.
Prosedur dilakukan dengan anestesi ibu, pembukaan rahim terkontrol, perbaikan kelainan pada janin, lalu janin dikembalikan ke rahim dengan pemantauan ketat kondisi keduanya.
Operasi melibatkan tim multidisiplin dan ditujukan mengurangi kerusakan saraf serta risiko komplikasi. RSAB Harapan Kita ditargetkan melanjutkan layanan secara mandiri.
Pernah membayangkan janin menjalani operasi saat masih berada di dalam kandungan? Tindakan yang terdengar tidak biasa ini ternyata sudah berhasil dilakukan di Indonesia.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat keberhasilan open fetal surgery atau bedah janin terbuka untuk menangani myelomeningocele, salah satu bentuk paling berat dari spina bifida atau kelainan bawaan pada tulang belakang.
Tindakan tersebut dilakukan oleh tim multidisiplin RSAB Harapan Kita sebagai National Center for Women and Children’s Health bersama tim Mater Mothers’ Hospital, Brisbane, Australia, pada Selasa (25/8/2026).
Dokter Indonesia berhasil operasi janin dalam kandungan, seperti apa proses operasi dan kondisi apa yang ditangani? Berikut Popmama.com telah merangkum informasinya untuk Mama.
Table of Content
Dokter Indonesia Berhasil Operasi Janin dalam Kandungan untuk Pertama Kalinya

Magnific Operasi janin secara terbuka saat masih berada di dalam kandungan atau open fetal surgery berhasil dilakukan untuk pertama kalinya di Indonesia.
Operasi tersebut dilakukan untuk memperbaiki kelainan myelomeningocele pada janin. Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menyebut keberhasilan ini sebagai tonggak penting dalam perkembangan kedokteran Indonesia, terutama untuk menangani kelainan bawaan sejak masih dalam kandungan.
Dalam prosedurnya, ibu terlebih dahulu diberikan anestesi. Setelah itu, rahim dibuka secara terkontrol agar tim dokter dapat mengakses janin. Kelainan myelomeningocele kemudian diperbaiki sebelum janin dikembalikan ke dalam rahim.
Setelah tindakan selesai, rahim ditutup kembali dan ditempatkan kembali ke dalam tubuh ibu. Seluruh proses dilakukan dengan pemantauan ketat untuk menjaga kondisi ibu dan janin tetap stabil.
Operasi Dilakukan untuk Tangani Myelomeningocele

Magnific Operasi tersebut dilakukan untuk menangani myelomeningocele, yaitu kelainan bawaan pada tulang belakang dan sistem saraf.
Kondisi ini terjadi ketika tulang belakang dan jaringan saraf tidak menutup dengan sempurna selama perkembangan janin. Myelomeningocele merupakan salah satu bentuk spina bifida yang paling berat.
Jika mengalaminya, anak dapat mengalami gangguan fungsi saraf, kelumpuhan, serta gangguan pada kandung kemih dan usus. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko terjadinya hidrosefalus.
Kelainan tersebut dapat diketahui sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan USG fetomaternal. Setelah diagnosis ditegakkan, ibu dan janin akan menjalani sejumlah pemeriksaan serta skrining, termasuk skrining kelainan genetik.
Hasil pemeriksaan kemudian menjadi pertimbangan dokter untuk menentukan apakah tindakan bedah janin dapat dilakukan sesuai indikasi medis.
Pada kasus pertama ini, pasien datang melalui rujukan saat usia kehamilan 18 minggu dengan kelainan spina bifida. Ketua Tim Obstetri dan Ginekologi RSAB Harapan Kita, dr. Gatot Abdurrazak, menjelaskan bahwa tindakan perbaikan dapat dilakukan hingga usia kehamilan 26 minggu.
Karena waktu untuk melakukan tindakan terbatas, tim pun bergerak cepat setelah pasien datang dan mendapat dukungan dari manajemen serta seluruh tim.
Operasi Melibatkan Banyak Dokter dan Tenaga Kesehatan

Magnific Menangani janin saat masih berada di dalam kandungan tentu membutuhkan kerja sama banyak tenaga kesehatan. Operasi ini pun tidak hanya dilakukan oleh dokter bedah saraf.
Ketua Tim Bedah Saraf RSAB Harapan Kita, dr. Alfi Aulia Rahmah, menjelaskan bahwa setiap anggota tim memiliki peran penting dalam tindakan intrauterin.
Tim tersebut terdiri dari dokter bedah saraf, dokter fetomaternal, dokter obstetri dan ginekologi, dokter anestesi, perawat, hingga tenaga penunjang lainnya.
Selama operasi berlangsung, kondisi janin harus terus dijaga agar tetap stabil. dr. Alfi menjelaskan bahwa apabila kondisi janin tidak stabil, operasi harus dihentikan.
Perbaikan myelomeningocele sejak masih dalam kandungan diharapkan dapat mengurangi kerusakan saraf lebih lanjut dan menurunkan risiko komplikasi jangka panjang, termasuk hidrosefalus.
Kemampuan melakukan tindakan tersebut juga tidak dibangun dalam waktu singkat. RSAB Harapan Kita telah melakukan transfusi intrauterin sejak 2005 dan mulai mengembangkan tindakan fetoskopik sejak 2011.
Rumah sakit tersebut juga telah mengembangkan sejumlah layanan fetal treatment, termasuk vesicoamniotic shunting, thoracoamniotic shunting, serta fetoskopik laser untuk menangani twin-to-twin transfusion syndrome (TTTS).
Jadi Tonggak Baru untuk Layanan Kesehatan Indonesia

Dok. Kemenkes RI Keberhasilan operasi pertama ini juga tidak terlepas dari kolaborasi tim RSAB Harapan Kita dengan Mater Mothers’ Hospital, Brisbane, Australia.
Maternal Fetal Medicine, dr. Glenn Radford, mengatakan tim Australia bekerja berdampingan dengan tim RSAB Harapan Kita dalam melakukan operasi tersebut. Menurutnya, tindakan pertama berjalan sangat baik dan tidak mengalami komplikasi.
Kolaborasi kedua tim diharapkan terus berlanjut untuk memperkuat kemampuan Indonesia dalam melakukan fetal surgery secara mandiri, dengan keselamatan ibu dan bayi tetap menjadi prinsip utama.
Wakemenkes Prof. Dante juga menyampaikan bahwa keberhasilan ini menunjukkan Indonesia telah memiliki sumber daya manusia dan teknologi untuk melakukan layanan kedokteran yang sebelumnya banyak dilakukan di luar negeri.
Ke depannya, RSAB Harapan Kita ditargetkan dapat melanjutkan layanan tersebut secara mandiri. Direktur Utama RSAB Harapan Kita, dr. Reni Wigati, menyampaikan bahwa tim multidisiplin rumah sakit sudah siap menangani pasien berikutnya.
Kemampuan tersebut juga akan dikembangkan melalui program pengampuan ke rumah sakit lain yang memiliki keunggulan di bidang fetomaternal.
Nah, itu dia penjelasan mengenai dokter Indonesia berhasil operasi janin dalam kandungan untuk pertama kalinya. Semoga informasi ini menambah wawasan Mama mengenai perkembangan layanan kesehatan ibu dan anak di Indonesia.





















