“Hamil bukan hanya soal sehat secara fisik, tapi juga mental,” ujar Dr. Riyana, Sp.OG Dokter Spesialis Obgyn BWCC Bintaro di Taman Sari Royal Heritage Spa Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Persiapan Tubuh Menjelang Persalinan yang Sering Diremehkan Ibu Hamil

- Kesiapan tubuh Mama termasuk kesehatan mental dan fisik
- Persiapan tubuh sering diabaikan, seperti kurangnya aktivitas fisik dan dukungan emosional
- Trimester kedua adalah waktu ideal untuk mempersiapkan tubuh secara teratur
Kehamilan bukan hanya tentang memastikan tubuh tetap sehat secara fisik, tetapi juga menjaga kesiapan mental dan emosional Mama.
Selama hamil, tubuh mengalami berbagai perubahan yang terjadi secara alami dan bertahap. Sayangnya, masih banyak Mama yang lebih fokus mempersiapkan hari persalinan, tanpa mempersiapkan juga kondisi tubuh secara menyeluruh sejak awal kehamilan.
Padahal, persalinan merupakan proses fisik yang membutuhkan stamina, kekuatan tubuh, serta kesiapan mental. Oleh karena itu, persiapan tubuh tidak bisa dilakukan secara instan.
Berikut Popmama.com merangkum bagaimana persiapan tubuh Mama menjelang persalinan berdasarkan dalam Wellness Talkshow Edukasi Prenatal & Postnatal Spa Treatment. Yuk simak berikut ini.
Table of Content
Pentingnya Kesiapan Tubuh Mama Menjelang Melahirkan

Kehamilan adalah fase yang menuntut kesiapan tubuh secara holistik. Tidak hanya sehat secara fisik, Mama juga perlu menjaga kondisi mental agar lebih siap menghadapi persalinan dan masa setelahnya. Selain itu, menjaga kesehatan selama kehamilan tidak cukup hanya berfokus pada satu aspek saja.
Persalinan merupakan proses fisik yang menguras tenaga. Setelah melahirkan, tubuh Mama masih harus beradaptasi dengan proses menyusui dan pemulihan.
Oleh karena itu, kesiapan tubuh yang dibangun sejak masa kehamilan akan membantu Mama menjalani seluruh proses tersebut dengan lebih nyaman.
Hal-hal yang Sering Diabaikan saat Persiapan Persalinan

Masih banyak Mama yang tanpa sadar mengabaikan beberapa poin penting dalam mempersiapkan tubuh menjelang persalinan, seperti:
- Kurangnya aktivitas fisik karena takut membahayakan janin
- Tidak menjaga keseimbangan nutrisi selama kehamilan
- Mengabaikan pentingnya dukungan emosional dan support system
- Jarang melakukan konsultasi rutin ke dokter
- Belum mempersiapkan perawatan pasca melahirkan secara menyeluruh
Padahal, persiapan tubuh yang optimal seharusnya mencakup perawatan fisik, mental, dan emosional secara bersamaan.
Waktu Ideal bagi Mama Mulai Mempersiapkan Tubuh untuk Melahirkan

Secara umum, trimester kedua menjadi waktu yang ideal bagi Mama untuk mulai mempersiapkan tubuh secara lebih teratur.
Pada fase ini, tubuh biasanya sudah beradaptasi dengan perubahan hormon, keluhan mual mulai berkurang, dan energi Mama terasa lebih stabil.
Meski begitu, sejak trimester pertama Mama tetap dianjurkan untuk aktif bergerak melalui aktivitas ringan, seperti berjalan kaki.
Selain itu, setelah memasuki trimester ketiga fokus persiapan dapat diarahkan pada simulasi persalinan, seperti latihan pernapasan, perbaikan postur tubuh, serta menjaga stamina agar tubuh tetap kuat saat menghadapi kontraksi rahim yang sering menimbulkan rasa mulas.
“Paling ideal trimester 2 diatas 16 minggu, karena tubuh sudah lebih enakan seperti sudah bisa makan, karena jika di trimester lebih atas akan merasa lebih berat,” ujarnya.
Perawatan Holistik dan Manfaatnya

Perawatan holistik menjadi bagian penting dalam persiapan tubuh, dimana aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dapat membantu Mama menjaga kekuatan otot, stamina, sekaligus kesehatan mental selama kehamilan.
Selain itu, pijat juga dapat menjadi salah satu bentuk relaksasi bagi Mama untuk membantu mengurangi stres dan meringankan keluhan seperti kram kaki.
Namun, pijat perlu dilakukan dengan hati-hati dan oleh terapis yang memahami kondisi kehamilan.
Ingat terdapat beberapa area tubuh yang sebaiknya dihindari antara lain perut, area dengan varises berat, titik tertentu di telapak kaki, serta area dada.
Peran Aktivitas Fisik dalam Membantu Proses Persalinan

Aktivitas fisik selama kehamilan sering kali masih dianggap berisiko. Padahal, selama tidak ada kondisi medis tertentu, olahraga justru dianjurkan dengan penyesuaian intensitas.
Dr. Riyana menegaskan bahwa Mama tidak perlu takut untuk bergerak. “Olahraga itu tidak haram, justru wajib bagi ibu hamil. Lahiran itu capek, menyusui itu capek,” tambahnya.
Beberapa jenis olahraga memang perlu dihindari karena risiko cedera, seperti sepak bola. Bahkan, atlet yang sedang hamil tetap dianjurkan berolahraga, hanya saja dengan penyesuaian intensitas.
Ia juga menekankan bahwa keguguran tidak berkaitan langsung dengan aktivitas fisik. “Keguguran tidak ada kaitannya dengan aktivitas fisik, karena itu lebih ke seleksi embrio,” jelasnya.
Oleh karena itu, Mama dengan kondisi khusus tetap dianjurkan untuk berkonsultasi secara rutin dengan dokter.
Inilah penjelasan tentang persiapan tubuh Mama menjelang persalinan yang sebaiknya dilakukan secara menyeluruh dan konsisten sejak awal kehamilan.
Mulai dari menjaga aktivitas fisik, nutrisi seimbang, perawatan holistik, hingga dukungan emosional, semuanya memiliki peran penting dalam membantu Mama menghadapi persalinan dengan lebih percaya diri.
Nah, dengan kesiapan tubuh dan mental yang baik, Mama tidak hanya lebih siap menjalani proses melahirkan, tetapi juga masa pemulihan setelahnya.


















