Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Cara Menurunkan Berat Badan saat Menyusui Menurut Dokter Meta

3 min read
Cara Menurunkan Berat Badan saat Menyusui Menurut Dokter Meta
Freepik/freepik
  • Ibu menyusui disarankan menurunkan berat badan bertahap melalui pola makan sehat, seimbang, dan olahraga yang disesuaikan dengan kondisi tubuh setelah persalinan.

  • Target penurunan sekitar 500 gram per minggu tergolong aman; diet ekstrem perlu dihindari karena pemulihan pascamelahirkan dan perubahan berat badan memerlukan waktu.

  • Selama menyusui, asupan minimal 1.800 kilokalori per hari perlu dipenuhi. Diet umumnya bisa dimulai dua bulan setelah melahirkan, dengan konsultasi dokter terutama setelah operasi sesar atau komplikasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Setelah melahirkan, sebagian Mama mungkin ingin mengembalikan berat badan seperti sebelum hamil. Namun, bagi ibu menyusui, proses menurunkan berat badan perlu dilakukan dengan lebih hati-hati agar kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi.

Pasalnya, tubuh mama masih membutuhkan asupan energi dan nutrisi yang cukup untuk mendukung proses pemulihan setelah persalinan sekaligus memproduksi ASI. Oleh karena itu, diet ketat bukan menjadi pilihan yang tepat selama masa menyusui.

Kali ini, Popmama.com akan membahas lebih lanjut perihal cara menurunkan berat badan saat menyusui menurut Dr. dr. Meta Herdiana Hanindita, Sp.A(K).

  1. 1. Turunkan berat badan secara perlahan dengan pola makan sehat

    Ibu menyusui disarankan tidak terburu-buru mengejar berat badan ideal setelah melahirkan. Penurunan berat badan sebaiknya dilakukan secara perlahan dengan menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang.

    Selain memperhatikan makanan, aktivitas fisik juga dapat menjadi bagian dari proses menurunkan berat badan. Namun, olahraga tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh mama usai persalinan.

    “Sebaiknya menurunkan berat badan dilakukan secara bertahap menggunakan prinsip makanan sehat, seimbang, dan juga olahraga,” kata Dr. dr. Meta Herdiana Hanindita, Sp.A(K), dokter spesialis anak konsultan nutrisi dan penyakit metabolik, melansir dari penjelasannya di akun Instagram @metahanindita.

  2. 2. Penurunan sekitar 500 gram per minggu masih tergolong aman

    Penurunan sekitar 500 gram per minggu masih tergolong aman
    Pexels/Leeloo The First

    Memiliki target penurunan berat badan yang realistis penting dilakukan oleh ibu menyusui. Penurunan berat badan yang terlalu cepat justru berisiko membuat asupan kalori dan nutrisi mama tidak tercukupi.

    Penurunan berat badan sekitar setengah kilogram dalam satu minggu masih termasuk dalam batas yang aman. Artinya, Mama tidak perlu melakukan diet ekstrem untuk mendapatkan hasil dalam waktu singkat.

    “Penurunan berat badan sekitar 500 gram per minggu masih terbilang aman,” jelas Dr. dr. Meta Herdiana Hanindita.

    Mama juga sebaiknya tidak terlalu fokus pada angka di timbangan. Proses pemulihan setelah melahirkan membutuhkan waktu, sehingga perubahan berat badan dapat berlangsung secara bertahap sesuai kondisi masing-masing.

  3. 3. Pastikan asupan kalori tetap mencukupi selama menyusui

    Pastikan asupan kalori tetap mencukupi selama menyusui
    Magnific/rawpixel.com

    Saat menyusui, kebutuhan energi mama tetap perlu diperhatikan. Tubuh membutuhkan energi untuk menjalani aktivitas sehari-hari sekaligus mendukung produksi ASI.

    Karena itu, mengurangi porsi makan secara berlebihan atau melewatkan waktu makan bukanlah cara yang dianjurkan. Mama tetap perlu mendapatkan makanan bergizi dengan jumlah yang cukup meski sedang berusaha menurunkan berat badan.

    “Pastikan ibu menyusui tetap mengonsumsi setidaknya 1.800 kilo kalori per hari selama menyusui,” jelas Dr. dr. Meta Herdiana Hanindita.

    Selain jumlah kalori, kualitas makanan juga tidak kalah penting. Usahakan menu sehari-hari tetap beragam dan mengandung sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin, serta mineral agar kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi selama masa menyusui.

  4. 4. Diet umumnya dapat dimulai sekitar dua bulan setelah melahirkan

    Diet umumnya dapat dimulai sekitar dua bulan setelah melahirkan
    Magnific/freepik

    Mama yang ingin menjalani program penurunan berat badan juga perlu memperhatikan waktu yang tepat. Diet umumnya dapat mulai dilakukan sekitar dua bulan setelah persalinan.

    Meski begitu, waktu tersebut tidak berlaku sama untuk setiap Mama. Kondisi setelah melahirkan, termasuk jenis persalinan dan adanya komplikasi, dapat memengaruhi kapan seseorang bisa mulai menjalani program penurunan berat badan.

    “Diet bisa dimulai umumnya 2 bulan pasca persalinan, tapi bisa lebih lama jika ibu melahirkan secara SC atau mengalami komplikasi. Konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter ya,” pungkasnya.

    Oleh karena itu, sebelum mulai mengatur pola makan untuk menurunkan berat badan, sebaiknya Mama berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Dengan begitu, pola diet dan aktivitas fisik dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh serta kebutuhan Mama selama menyusui.

    Semoga informasinya membantu ya, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More