Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Seberapa Besar Risiko Gangguan Metabolik pada PMOS? Ini Kata Dokter

3 min read
Seberapa Besar Risiko Gangguan Metabolik pada PMOS? Ini Kata Dokter
Popmama.com/Reisya Adelia/AI
  • PMOS berkaitan dengan gangguan metabolik akibat ketidakseimbangan hormon dan resistensi insulin, sekitar 50% penderitanya diperkirakan mengalami diabetes tipe 2 sebelum usia 40 tahun.

  • Risiko metabolik tetap lebih tinggi pada perempuan PMOS bertubuh kurus, terutama bila siklus haid makin tidak teratur serta gejala hiperandrogen seperti jerawat, kulit berminyak, dan rambut berlebih memburuk.

  • Deteksi awal dapat dilakukan dengan memantau kenaikan berat badan, menghitung IMT, dan mengukur lingkar pinggang; risiko tinggi pada perempuan Asia meningkat di atas 80 cm, terutama lebih dari 85 cm.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

PMOS (Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome atau Sindrom Ovarium Metabolik Poliendokrin) kini memang lebih berfokus pada masalah kesehatan metabolik di tubuh perempuan. Penyakit ini tidak lagi dipandang hanya sebagai gangguan organ reproduksi, sehingga dapat menentukan dampak PMOS terhadap metabolisme tubuh secara lebih luas.

Dengan adanya gangguan hormon yang dialami, akan memicu terjadi resistensi insulin hingga timbulnya berbagai risiko kesehatan jangka panjang yang perlu Mama waspadai.

Nah, dalam rangka memperingati PMOS Awareness Month pada September 2026, pada Kamis (24/9/2026), Popmama.com berkesempatan berbincang langsung dengan Dr. dr. Gita Pratama, Sp.O.G, Subsp. F.E.R., M.Rep.Sc dari RS Pondok Indah untuk membagikan informasi terkait PMOS dengan jelas!

  1. 1. Berapa besar risiko terkena gangguan metabolik

    Seberapa besar risiko gangguan metabolik pada PMOS (2)
    Popmama.com/Reisya Adelia/AI

    Risiko terjadinya gangguan metabolik pada penderita PMOS tergolong cukup besar, dengan diperkirakan sekitar 50% perempuan akan terkena diabetes tipe 2 sebelum memasuki usia 40 tahun. 

    Bahkan perempuan dengan PMOS bertubuh kurus tetap bisa memiliki kemungkinan terkena penyakit metabolik, risiko resistensi insulin, hingga penyakit kardiovaskular yang lebih besar dibanding perempuan tanpa PMOS.

    Tingkat keparahan risiko ini juga dipengaruhi seberapa teraturnya siklus menstruasi yang dialami. Semakin tidak teratur siklus haidnya, maka risiko gangguan metabolik akan terus mengintai.

  2. 2. Cara mendeteksi risiko melalui gejala fisik

    Seberapa besar risiko gangguan metabolik pada PMOS (3)
    Popmama.com/Reisya Adelia/AI

    Mendeteksi risiko penyakit metabolik dapat dilakukan dengan mencermati gejala fisik dan tanda kelebihan hormon androgen, peningkatan berat badan yang terjadi secara mendadak menjadi salah satu indikator utama meningkatnya risiko metabolik. 

    Terdapat juga gejala hiperandrogen yang bisa dikenali dari kulit berjerawat, kulit berminyak, serta tumbuhnya rambut berlebih pada area kumis, dagu, dada, dan perut. 

    “Jadi semakin parah gejala-gejala hiperandrogen itu, maka akan tinggi juga kemungkinan menjadi penyakit metabolik,” ungkap dr. Gita Pratama.

  3. 3. Cara mengukur risiko lewat indeks massa tubuh

    Seberapa besar risiko gangguan metabolik pada PMOS (4)
    Popmama.com/Reisya Adelia/AI

    Ternyata selain melihat gejala fisik, ada pemeriksaan mandiri yang bisa Mama lakukan di rumah yaitu menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) secara berkala. Di Indonesia, nilai IMT yang dianggap normal ialah berada di bawah angka 23 kg/m². 

    Selain pengukuran IMT, pemeriksaan yang tidak kalah penting adalah mengukur lingkar pinggang menggunakan pita meteran. Karena risiko gangguan metabolik dianggap tinggi jika lingkar pinggang perempuan di atas 80 cm.

    “Di atas 85 cm, berisiko untuk terkena penyakit metabolik lebih besar dan disebut sebagai obesitas sentral. Jadi obesitas sentral itu bisa saja pasiennya kelihatan nggak gemuk tapi di bagian perutnya buncit,” tambah dr. Gita.

    Nah, mulai sekarang Mama bisa selalu sadari perubahan tubuh yang terjadi hingga coba lakukan pemeriksaan awal di rumah, apabila gejala PMOS semakin terlihat segera periksakan diri ke dokter!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More