Jangan Menghakimi, Ini 7 Alasan Mengapa Banyak Mama Tidak Menyusui

Apapun alasannya, tiap Mama pasti berharap yang terbaik bagi bayi dan dirinya

28 Juli 2020

Jangan Menghakimi, Ini 7 Alasan Mengapa Banyak Mama Tidak Menyusui
Pe

Bagi sebagian perempuan, keputusan untuk menyusui adalah keputusan yang mudah. Tetapi, bagi sebagian lagi, menyusui tidaklah mudah karena seringkali muncul hambatan yang menghalanginya. Padahal setiap mama pasti ingin memberikan yang terbaik untuk si Kecil kesayangannya.

Tak perlu menghakimi mama yang tidak memberikan ASI untuk buah hatinya. Sebab, setiap mama pastinya memiliki tantangan dan alasan tersendiri yang mungkin tidak kita ketahui.

Berikut ini Popmama rangkum beberapa alasan mengapa banyak mama memutuskan untuk tidak menyusui bayi.

1. Kurang dukungan

1. Kurang dukungan
Pexels/Kat Jayne

Di masa modern ini, kesadaran mama menyusui bayinya sudah sangat tinggi. Ini karena pengetahuan yang mudah didapat dari berbagai sumber, mulai dari ahli, buku, hingga internet. Selain itu, ibu menyusui juga bisa mendengarkan pengalaman dari orang terdekat yang pernah menyusui.

Namun di sisi lain, masih banyak mama yang tidak mengerti manfaat dari ASI. Mereka menganggap susu formula merupakan yang terbaik bagi bayinya. Hal ini diyakininya dari informasi kerabat dekat, kurangnya edukasi, atau ada juga yang dilarang suami karena khawatir menyusui akan mengganggu hubungan pasutri.

Kurangnya dukungan ini lah yang membuat banyak mama memilih untuk tidak menyusui bayinya.

2. Kembali bekerja atau sekolah

2. Kembali bekerja atau sekolah
Pexels/Andrea Piacquadio

Mengurus bayi baru sambil bekerja atau sekolah lagi memang tidak mudah. Kondisi ini rentan membuat Mama merasa tertekan dan stres. Saat stres, hormon kortisol meningkat. Hormon ini menghambat kinerja hormon prolaktin dan oksitosin, dua hormon yang berpengaruh dalam produksi ASI.

Inilah mengapa, saat Mama stres, produksi ASI menurun. Akhirnya, karena tak juga didukung waktu untuk merelaksasi diri dan pikiran, Mama tak punya pilihan selain menghentikan pemberian ASI pada si Kecil.

3. Sikap dokter dan perawat

3. Sikap dokter perawat
Unsplash/Irina Murza

Beberapa profesional kesehatan tidak dididik dengan teknik menyusui atau bagaimana menangani masalah menyusui. Jika dokter atau penyedia layanan kesehatan bayi tidak mendukung dan memahami persoalan menyusui, maka masalah menyusui tidak akan terselesaikan dan Mama tidak mendapatkan informasi yang benar dari mereka.

Hal ini mungkin saja terjadi di rumah sakit atau layanan kesehatan di kota-kota kecil dan tidak terpapar informasi.

Editors' Picks

4. Kurangnya bantuan dan sumber daya

4. Kurang bantuan sumber daya
Freepik

Banyak mama baru yang tidak memiliki dukungan menyusui setelah mereka meninggalkan rumah sakit. Ditambah, saat kembali ke rumah, mereka sendirian, tidak ada kerabat yang menemani atau membantu. Mama tidak tahu ke mana harus mencari bantuan, atau siapa yang harus ditanyakan jika mereka mengalami masalah menyusui.

Jika Mama tidak segera diberikan instruksi atau arahan, serta tindak lanjut dan informasi tentang menyusui, Mama dapat dengan mudah menyerah pada menyusui dan beralih pada susu formula.

5. Hambatan keuangan

5. Hambatan keuangan
Pexels/Breakingpic

Biaya jasa spesialis atau konsultan laktasi dan peralatan pompa ASI bisa sangat mahal. Alasan ‘tak punya uang’ ini yang dijadikan beberapa mama untuk menyerah pada minimnya edukasi tentang menyusui dan memompa ASI saat berada di tempat kerja.

Padahal, informasi mengenai ASI bisa dengan mudah Mama dapatkan di dunia maya, dan banyak peralatan memerah ASI yang murah dengan standar baik dijual di pasaran.

6. Masalah pribadi

6. Masalah pribadi
Pexels/Daria Sevtsova

Rasa malu, masalah citra tubuh, rasa takut, dan kurang percaya diri, semuanya dapat berkontribusi pada perasaan negatif tentang menyusui. Ada beberapa mama yang merasa sangat khawatir dan tidak nyaman tentang mengekspos payudara ke perawat, dokter, atau kerabat.

Ketika hal menyusui itu ada di pikirannya, besar kemungkinan Mama memutuskan untuk tidak menyusui. Padahal, jika Mama merasa kurang nyaman terlihat orang lain saat menyusui, Mama bisa mencari ruang kosong atau menutup payudara dengan apron. Konsultasikanlah masalah ini segera pada dokter dan psikolog.

7. Masalah kesehatan

7. Masalah kesehatan
Pexels/Andrea Piacquadio

Meskipun perempuan dengan banyak jenis masalah kesehatan dapat menyusui dan sering didorong untuk melakukannya, ini masih terasa sulit pada beberapa kasus.

Kondisi kesehatan tertentu dapat menyebabkan suplai ASI rendah, atau ibu menyusui mungkin khawatir tentang obat yang harus diminum dan bagaimana pengaruhnya terhadap bayinya. Kondisi ini sangat luar biasa dan melelahkan.

Perempuan yang menderita kanker payudara mungkin tidak dapat menyusui setelah terapi radiasi atau mastektomi. Plus, ada beberapa masalah yang berhubungan dengan kesehatan, seperti infeksi HIV, ketika menyusui tidak dianjurkan.

Mama Saling Mendukung

Mama Saling Mendukung
Unsplash/John Looy

Penting untuk memahami mengapa beberapa mama memutuskan untuk tidak menyusui. Dalam beberapa situasi, ada hambatan yang dapat diatasi sehingga proses menyusui ASI masih dilakukan. Namun pada beberapa kasus, mungkin tidak. Ketika ada mama lain yang memilih memberikan susu formula ke bayinya, percayalah bahwa itu berdasarkan hasil pemikiran yang matang, dan dukunglah hal itu. Mama sebaiknya tidak menghakiminya.

Sebagai sesama mama, kita semua harus memahami pilihan masing-masing dan saling mendukung, tidak peduli metode pemberian makanan apa pun yang kita pilih. Pada akhirnya, kita semua menginginkan hal yang sama, yaitu memiliki anak-anak yang bahagia dan sehat.

Itulah informasi mengenai alasan mengapa banyak mama yang tidak menyusui bayinya. Semoga informasi ini membuat kita sesama mama saling memahami, ya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.