Kenapa ASI Keluar Darah saat Dipompa? Ini Penjelasannya!

- Pada awal masa menyusui, payudara sering terasa sakit dan puting bisa lecet tanpa disadari.
- Campuran darah pada ASI menyebabkan warnanya menjadi merah muda atau disebut strawberry milk.
- Kondisi ini umum terjadi dan ASI tetap aman diberikan kepada bayi dengan pertimbangan tertentu.
Di awal-awal masa menyusui, payudara memang hampir selalu terasa sakit. Sehingga Mama bisa saja tidak sadar saat puting lecet atau luka dan menghasilkan susu berwarna pink saat pumping.
ASI yang berwarna merah bisa dikarenakan adanya campuran darah pada ASI. Biasanya, ASI itu disebut dengan strawberry milk. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, dan kapan saja.
Yang pasti, strawberry milk yang dihasilkan tetap aman diberikan untuk si Kecil, tentunya dengan beberapa pertimbangan. Bagi Mama yang penasaran, atau pernah mengalami, Popmama.com akan menjelaskan mengenai penyebab ASI keluar darah saat pumping.
Table of Content
1. Disebut sebagai strawberry milk

Pada sesi pumping, terutama pumping dengan pompa elektrik, Mama cenderung tidak menyadari seperti apa hasil dari ASI tersebut. Sehingga, kalau ASI yang dihasilkan menjadi strawberry milk, Mama baru menyadarinya setelah selesai sesi pumping.
Strawberry milk adalah kondisi ASI yang bercampur dengan darah, sehingga memberikan warna merah pada hasil pumpingnya. Meski bisa saja terjadi saat direct breastfeeding, namun umumnya para Mama hanya menyadari saat sesi pumping.
2. Penyebab paling umum: Puting lecet

Dokter Ikhsanuddin Qothi, dalam IG miliknya menjelaskan mengenai kondisi tersebut. Menurutnya, penyebab yang paling umum terjadi adalah karena adanya lecet puting.
"(Strawberry milk) penyebabnya banyak, tapi yang paling sering itu putingnya lecet," tuturnya seperti ditengok dari akun IG miliknya @ikhsanqthi.
Saat puting lecet, kemungkinan besar terjadi luka sehingga darah bisa keluar dari luka tersebut. Darah pun bisa tersedot saat sesi pumping, keluar bersamaan dengan ASI. Itulah asal muasal terjadinya strawberry milk.
3. Bisa juga karena pumping terlalu kencang

Puting lecet memang menjadi penyebab umum terbentuknya strawberry milk, namun ada penyebab lain juga yang mungkin menyebabkan hal tersebut terjadi.
Strawberry milk bisa juga disebabkan karena adanya pembuluh darah kapiler yang pecah. Penyebabnya, adalah memerah atau pumping terlalu kencang.
Memang, memaksimalkan expression atau sedotan bisa membantu mempercepat dan meningkatkan produksi ASI. Namun hal ini memiliki efek samping yang menyakitkan bagi Mama.
Jadi, sebelum memilih mode yang paling kuat, pastikan agar tidak terlalu kencang dan membuat pembuluh darah di area puting jadi pecah.
4. Penyebab lainnya

Selain itu, strawberry milik bisa disebabkan juga saat Mama mengalami rusty pipe syndrome. Ini adalah kondisi di mana terjadi pembengkakan vaskuler yang menyebabkan hadirnya darah dalam ASI.
Lonjakan aliran darah ke payudara setelah melahirkan membuat jaringan payudara teregang dan memicu pecahnya pembuluh darah kecil. Itulah yang membuat ASI Mama berdarah. Selain itu, darah yang masuk ke dalam saluran susu mungkin saja menetap di sana dan teroksidasi dan berubah warna menjadi cokelat atau oranye.
Selain itu, strawberry milk bisa juga disebabkan infeksi serius seperti mastitis atau adanya indikasi kanker payudara.
5. Masih aman diberikan pada bayi

Meski terdengar mengerikan, namun sebenarnya strawberry milk pada ASI masih bisa diberikan pada bayi, demikian menurut dr. Ikhsan. Dengan kondisi, campuran darah di dalamnya tidak terlalu banyak.
Meski begitu, pada dasarnya ASI pun berasal dari darah ibu, sehingga jika ASI bercampur darah, itu bukanlah hal yang berbahaya.
6. Dikatakan sebagai hal yang wajar

Pada umumnya, kondisi strawberry milk di ASI terjadi pada Mama yang baru menyusui selama 1-2 minggu. Kondisi ini merupakan proses fisiologis normal dalam penyesuaian menyusui.
Namun jika hal ini disebabkan oleh infeksi atau penyakit, maka harus segera disembuhkan.
Nah, salah satu cara untuk menghindari terjadinya ASI bercampur darah adalah dengan melakukan perlekatan yang tepat pada bayi. Selain itu, sesuaikan kekuatan hisapan alat pumping dengan kondisi puting.
Itu dia beberapa alasan dan cara untuk menghindari tercampurnya ASI dengan darah. Semoga membantu!

















