Menjadi Ibu baru adalah perjalanan yang penuh kejutan, bukan hanya soal pola tidur yang berubah, tapi juga perubahan fisik yang tak terduga.
Clarissa Putri Alami Hiperpigmentasi Pasca Melahirkan Anak Pertama

Clarissa Putri mengalami hiperpigmentasi setelah melahirkan anak pertamanyA
Ia memahami perubahan warna kulit tersebut disebabkan oleh fluktuasi hormon
Tips aman untuk mengatasi hiperpigmentasi pasca melahirkan
Hal inilah yang kini tengah dirasakan oleh selebgram Clarissa Putri.
Setelah melahirkan anak pertamanya, Lino, Clarissa mendapati bahwa tubuhnya mengalami beberapa perubahan signifikan. Salah satunya adalah munculnya area kulit yang menggelap atau hiperpigmentasi.
Bagi banyak Mama, perubahan warna kulit ini seringkali memicu rasa kurang percaya diri. Namun, dengan keberaniannya, Clarissa membagikan ceritanya agar para Mama di luar sana merasa tidak sendirian.
Berikut Popmama.com rangkum cerita Clarissa Putri alami hiperpigmentasi pasca melahirkan anak pertama.
Table of Content
1. Clarissa Putri notice warna kulit ketiak berubah

Perubahan ini mulai disadari Clarissa justru saat ia sedang fokus menjalani masa-masa menyusui.
Ia memperhatikan ada perbedaan warna yang cukup mencolok pada area lipatan tubuhnya, terutama di bagian ketiak yang menjadi lebih gelap dari biasanya.
"Sejak menyusui, aku mulai notice warna ketiak aku berubah. Awalnya aku kira cuma soal bau, ternyata itu jadi ‘signal’ kalau kulit aku juga lagi berubah," ungkap Clarissa dalam sebuah video di Instagram pada Rabu (29/4/2026).
Baginya, perubahan ini menjadi pengingat bahwa tubuh seorang Ibu memang bekerja sangat luar biasa, bahkan efeknya masih terasa hingga masa pemulihan pasca melahirkan.
2. Sadar karena faktor perubahan hormon

Clarissa tidak lantas panik, ia menyadari sepenuhnya bahwa kondisi hiperpigmentasi ini merupakan dampak dari fluktuasi hormon yang ia alami selama masa kehamilan hingga proses persalinan.
Saat hamil, tubuh memproduksi lebih banyak hormon estrogen dan progesteron yang merangsang melanosit (sel penghasil warna kulit) untuk bekerja lebih aktif.
Kondisi yang sering disebut sebagai melasma atau linea nigra ini memang cenderung menetap beberapa saat setelah melahirkan, terutama bagi Ibu yang sedang menyusui karena hormon prolaktin juga ikut memengaruhi kondisi pigmen kulit.
Clarissa memahami bahwa apa yang terjadi pada ketiaknya adalah bagian dari proses alami tubuh yang sedang beradaptasi kembali.
3. Cara mengatasi hiperpigmentasi setelah melahirkan

Untuk Mama yang mengalami hal serupa dengan Clarissa, jangan berkecil hati ya.
Ada beberapa cara aman yang bisa dilakukan untuk membantu memudarkan hiperpigmentasi pasca melahirkan:
Sabar dan konsisten. Seiring berjalannya waktu dan kembalinya keseimbangan hormon, warna kulit biasanya akan memudar dengan sendirinya.
Gunakan skincare yang aman untuk busui. Pilih produk pencerah yang mengandung bahan lembut seperti Niacinamide, Vitamin C, atau Azelaic Acid yang aman bagi Ibu menyusui.
Hindari iritasi berlebih. Jangan melakukan scrubbing terlalu kasar pada area yang gelap karena iritasi justru bisa memicu hiperpigmentasi semakin parah (post-inflammatory hyperpigmentation).
Jaga kelembapan. Gunakan pelembap secara rutin agar skin barrier di area lipatan tetap sehat dan tidak mudah mengalami peradangan.
Itulah cerita Clarissa Putri alami hiperpigmentasi pasca melahirkan anak pertama.
Apa yang dialami Clarissa Putri adalah bagian dari bukti cinta seorang Ibu.
Jangan biarkan hiperpigmentasi mengurangi rasa bahagia Mama dalam mengurus si Kecil. Tetap semangat dan tetap percaya diri ya, Ma!


















