Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Berat Badan Sulit Turun Pasca Melahirkan, Ini Kata Dokter!

Kenapa Berat Badan Sulit Turun Pasca Melahirkan, Ini Kata Dokter!
pexels.com/www.kaboompics.com
Intinya Sih
  • Selama kehamilan, sebagian besar ibu mengalami kenaikan berat badan meski sudah menjaga pola makan dengan baik.
  • Setelah melahirkan, banyak perempuan kesulitan menurunkan berat badan dan kembali ke kondisi semula.
  • Dokter spesialis kandungan dr. Lidya Kariadi, SpOG memberikan penjelasan medis mengenai penyebab sulitnya penurunan berat badan pasca melahirkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Saat hamil, kebanyakan ibu mengalami kenaikan berat badan. Sayangnya, cukup sulit untuk mengembalikan ke berat badan semula setelah melahirkan

Bagi perempuan yang hamil tanpa masalah, kenaikan berat badan sangatlah mudah. Bahkan, sudah menjaga makan pun masih tetap bisa naik berat badannya. 

Harapannya, berat badan bisa semudah itu berubah kembali seperti sedia kala setelah melahirkan. Namun sayangnya, tidak mudah mewujudkan mimpi tersebut. 

Dokter spesialis kandungan dr Lidya Kariadi, SpOG pun memberi penjelasan medis mengenai hal ini. Seperti apa? Popmama.com akan merangkumkannya untuk Mama.

Table of Content

1. Hormon yang mendorong tubuh menyimpan lemak

1. Hormon yang mendorong tubuh menyimpan lemak

freepik.com/freepik
freepik.com/freepik

Saat menyusui, tubuh akan memproduksi beberapa hormon untuk produksi ASI. Hormon prolaktin diproduksi tubuh selama menyusui ternyata berkontribusi kenapa kamu sulit turun berat badan. 

"Hormon prolaktin membuat tubuh menyimpan cadangan lemak ekstra terutama di perut dan paha sebagai cadangan utama untuk produksi ASI," ujar dr Lidya. 

Itulah kenapa, kamu mungkin sekali merasa perut dan paha kamu lebih besar dan sulit singset meski sudah berusaha untuk mengecilkannya. 


2. Kurang tidur

freepik.com
freepik.com

Masih berhubungan dengan hormon, ternyata ada hormon yang membuat tubuh merasa lebih sering lapar. Ibu yang baru melahirkan sering merasa kurang tidur dan itu ternyata berpengaruh membuat tubuh sulit kurus. 

"Kurang tidur memengaruhi hormon grelin dan leptin yang mengatur rasa lapar dan kenyang," ungkap dr. Lidya. 

Menurut dr. Lidya, ibu yang baru melahirkan akan mengalami tidur yang terpotong-potong sehingga cenderung merasa lebih mudah lapar dan susah kenyang. 

"Ini pengaruh hormon, bukan soal kurang disiplin," katanya. 

3. Otot perut yang mengalami robekan

pexels.com/MART PRODUCTION
pexels.com/MART PRODUCTION

Saat melahirkan, seorang ibu mengalami diastasis recti. Ini adalah kondisi di mana otot perut kiri dan kanan meregang atau terpisah. Hal ini bisa membuat perut terlihat lebih besar dan berlemak. 

"Perut yang mengalami diastasis recti membuatnya terlihat lebih besar dari yang seharusnya," ujarnya. 

Jadi, kalau melihat perut kamu seperti lebih besar, ini hanya perihal waktu saja. 

"Ini bukan soal lemak, tapi soal otot perut yang belum kembali normal," lanjut dr. Lidya. 

4. Butuh waktu hingga 1 tahun untuk kembali ke berat badan semula

Pexels.com/Andrea Piacquadio
Pexels.com/Andrea Piacquadio

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengembalikan berat badan seperti sebelum hamil. Namun umumnya, membutuhkan waktu setidaknya 6 bulan setelah melahirkan. 

"Yang realistis, sebagian besar moms butuh waktu selama 6-12 bulan sebelum kembali ke berat badan sebelum hamil dan itu normal," kata dr. Lidya. 

Untuk mengembalikannya, kamu bisa menerapkan pada pola makan yang sehat, melakukan gerak ringan secara konsisten, dan tidur yang cukup. 

"Bukan diet ekstrem yang akan merusak kualitas ASI dan pemulihan," tutupnya. 

Nah, itu dia beberapa fakta mengenai proses penurunan berat badan pasca melahirkan. Pastikan tidak mengganggu kesehatan dan tetap menjaga produksi ASI, ya. 

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany

Related Articles

See More