Bolehkah USG Kehamilan saat Puasa? Ketahui Hukumnya dalam Islam

- USG kehamilan saat puasa tidak membatalkan puasa karena tidak melibatkan asupan makanan atau minuman.
- Hukum Islam menyatakan bahwa USG kehamilan saat puasa sah secara syariat karena hanya menggunakan gelombang suara.
- Tips melakukan USG kehamilan saat puasa antara lain pilih jadwal yang nyaman, penuhi kebutuhan cairan dan makanan bergizi, serta istirahat yang cukup sebelum pemeriksaan.
Menjalani ibadah puasa saat hamil sering kali membuat Mama lebih berhati-hati dalam melakukan berbagai aktivitas, termasuk pemeriksaan kesehatan.
Salah satu pertanyaan yang cukup sering muncul adalah, bolehkah melakukan USG kehamilan saat sedang berpuasa? Kekhawatiran ini wajar, karena Mama tentu ingin memastikan ibadah tetap lancar tanpa mengabaikan kesehatan diri dan janin.
USG kehamilan sendiri merupakan pemeriksaan penting untuk memantau tumbuh kembang janin di dalam kandungan. Di sisi lain, ada anggapan bahwa prosedur medis tertentu bisa memengaruhi kondisi tubuh saat berpuasa.
Lantas, apakah USG dapat membatalkan puasa atau justru aman dilakukan? Berikut penjelasannya telah Popmama.com siapkan.
1. Bolehkan USG kehamilan saat puasa?

Melansir dari laman Islam Web, USG kehamilan saat berpuasa tidak membatalkan puasanya. USG menggunakan gelombang suara untuk membuat gambaran janin dan organ tubuh ibu, dan tidak melibatkan konsumsi makanan atau minuman yang melewati mulut atau hidung.
USG tidak membatalkan puasa karena tidak ada asupan yang masuk ke tubuh selama pemeriksaan. Sehingga, melakukan pemeriksaan USG ketika ibu hamil menjalankan ibadah puasa bukanlah hal yang dilarang atau perlu dihindari.
2. Hukum USG kehamilan saat puasa menurut Islam

Dalam hukum Islam, USG kehamilan saat berpuasa tidak membatalkan puasa, karena pemeriksaan ultrasonografi hanya menggunakan gelombang suara untuk melihat kondisi janin dan tidak melibatkan makan serta minum.
Hukumnya adalah sah secara syariat karena hanya menggunakan gel dan alat luar (transduser). Selama pasien tidak mengonsumsi sesuatu melalui mulut atau hidung sebelum atau selama prosedur, maka puasa tetap sah dilakukan.
3. Tips melakukan USG kehamilan saat puasa

Ada beberapa tips melakukan USG kehamilan saat puasa agar pemeriksaan tetap nyaman sekaligus ibadah tetap lancar, antara lain:
1. Pilih jadwal USG yang paling nyaman
Jika memungkinkan, jadwalkan USG di pagi hari saat energi tubuh masih cukup stabil. Pada waktu ini, Mama biasanya belum terlalu merasa lemas atau haus. Namun, jika Mama lebih nyaman melakukannya menjelang berbuka agar bisa langsung minum setelah pemeriksaan, itu juga bisa menjadi pilihan yang baik.
2. Penuhi kebutuhan cairan saat sahur
Sebelum berpuasa, pastikan Mama minum cukup air saat sahur untuk membantu menjaga hidrasi tubuh. Beberapa jenis USG kehamilan memerlukan kandung kemih yang cukup penuh agar hasil gambar lebih jelas. Karena itu, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis mengenai persiapan yang dibutuhkan.
3. Konsumsi makanan bergizi saat sahur
Pilih makanan tinggi protein, serat, dan karbohidrat kompleks agar energi bertahan lebih lama selama puasa. Nutrisi yang cukup membantu Mama tetap bertenaga saat menjalani pemeriksaan USG dan aktivitas harian lainnya.
4. Istirahat yang cukup sebelum pemeriksaan
Pastikan Mama tidur cukup di malam hari agar tubuh tidak mudah lelah. Kondisi tubuh yang segar dapat membuat Mama lebih rileks saat menjalani pemeriksaan, sehingga proses USG berjalan lancar.
5. Konsultasikan kondisi kehamilan dengan dokter
Jika Mama memiliki kondisi kehamilan tertentu atau merasa kurang kuat berpuasa, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter. Dalam Islam, kesehatan ibu hamil dan janin adalah prioritas, sehingga dokter dapat membantu menentukan apakah puasa aman untuk Mama.
Nah, itu dia penjelasan mengenai USG kehamilan saat puasa. Semoga informasinya membantu Mama.







-RRoyR4DlFaQqtqHvjVDpWu61CURhCJLM.jpg)
-zs2QnFAXO0vhfWURetr1Cqn2QoRrJx6Z.jpg)









