Tidur yang nyenyak menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mendukung tumbuh kembang bayi. Karena itu, banyak orangtua memilih menyalakan AC agar suhu ruangan tetap sejuk dan si Kecil dapat beristirahat dengan lebih nyaman sepanjang malam.
Normalkah jika Bayi Berkeringat saat Tidur Meski Sudah Pakai AC?

- Bayi dapat tetap berkeringat saat tidur di ruangan ber-AC karena proses tumbuh kembang menghasilkan panas dari dalam tubuh.
- Kondisi ini umumnya normal karena metabolisme bayi lebih tinggi dan pengaturan suhu tubuhnya belum sempurna; keringat bukan patokan untuk mengubah suhu AC.
- Segera periksakan ke dokter bila keringat berlebihan membasahi bantal atau seprai, terutama jika disertai demam lama, berat badan sulit naik, batuk, sesak napas, atau lemas.
Meski ruangan sudah terasa dingin, sebagian bayi tetap berkeringat saat tidur. Kondisi ini sering membuat orangtua bertanya-tanya apakah hal tersebut masih tergolong normal atau justru menjadi tanda adanya kondisi tertentu yang perlu diwaspadai.
Berikut Popmama.com telah rangkum penjelasan dokter mengenai penyebab bayi berkeringat saat tidur meski sudah menggunakan AC.
1. Penyebab bayi berkeringat saat tidur

Popmama.com/Nindiani Rizka Dwiningtyas/AI Berkeringat merupakan respons alami tubuh yang juga dialami oleh bayi. Meski begitu, tidak sedikit orangtua yang khawatir saat mendapati si Kecil berkeringat ketika tidur, padahal ruangan sudah menggunakan AC.
Menanggapi hal tersebut, dr. Miza Afrizal Azwir, Sp.A melalui akun Instagram @mizaafrizal menjelaskan bahwa tubuh bayi tetap aktif bekerja selama tidur.
"Waktu anak lagi tidur kelihatannya mereka seperti sedang istirahat. Padahal, di dalam tubuhnya sedang berlangsung banyak proses tumbuh kembang yang membutuhkan energi. Setiap kali tubuh menggunakan energi, tubuh juga menghasilkan panas. Jadi, panas yang dihasilkan tubuh anak bukan hanya ditentukan oleh suhu ruangan, tetapi juga dari dalam tubuhnya sendiri," ujar dr. Miza.
Walaupun terlihat sedang beristirahat, berbagai proses tumbuh kembang di dalam tubuh tetap berlangsung dan memerlukan energi. Proses inilah yang menghasilkan panas dari dalam tubuh, sehingga bayi tetap dapat berkeringat meski berada di ruangan yang sejuk.
2. Normalkah jika bayi berkeringat saat tidur meski sudah pakai AC?

Magnific Menurut dr. Miza, bayi yang berkeringat saat tidur meski berada di ruangan ber-AC umumnya masih tergolong normal.
Hal ini disebabkan oleh metabolisme bayi yang lebih tinggi serta kemampuan tubuhnya dalam mengatur suhu yang belum berkembang sempurna. Oleh karena itu, si Kecil cenderung lebih mudah berkeringat, terutama pada malam hari.
"Selain itu, metabolisme anak lebih tinggi dibandingkan orang dewasa dan pusat pengatur suhu tubuhnya juga belum sebaik orang dewasa. Makanya mereka lebih sering berkeringat terutama pada saat tidur di malam hari. Jadi, tolong diingat, keringat itu bukan termometer dan jangan dijadikan patokan buat kita harus naikin atau nurunin suhu AC-nya," ujar dr. Miza.
Ia juga mengingatkan agar orangtua tidak menjadikan keringat sebagai patokan untuk langsung mengubah suhu AC. Pasalnya, keringat bukanlah indikator yang dapat menunjukkan apakah suhu ruangan terlalu panas atau terlalu dingin.
3. Tanda bayi berkeringat saat tidur yang perlu diwaspadai

Popmama.com/Nindiani Rizka Dwiningtyas/AI Meski berkeringat saat tidur umumnya merupakan kondisi yang normal, Mama tetap perlu waspada apabila keringat yang keluar terlihat berlebihan. Terlebih jika kondisi tersebut terjadi hampir setiap malam hingga membasahi bantal dan seprai.
Kondisi tersebut juga perlu mendapat perhatian apabila disertai gejala lain, seperti demam berkepanjangan, berat badan yang sulit naik, batuk yang tidak kunjung sembuh, sesak napas, atau bayi tampak lemas.
“Kalau keringatnya berlebihan hingga hampir setiap malam membasahi bantal dan sprei, lalu disertai demam berkepanjangan, berat badan sulit naik, batuk yang tidak kunjung sembuh, sesak napas, atau anak tampak lemas, sebaiknya segera dibawa ke dokter,” jelas dr. Miza.
Jika si Kecil mengalami tanda-tanda tersebut, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
4. Tips agar bayi tetap nyaman saat tidur

Popmama.com/Nindiani Rizka Dwiningtyas/AI Jika keringat yang dialami si Kecil tidak disebabkan oleh kondisi medis tertentu, Mama tidak perlu terlalu khawatir.
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan agar anak tetap merasa nyaman saat tidur, di antaranya:
Atur suhu kamar agar tetap sejuk dengan memastikan sirkulasi udara berjalan baik.
Pilih pakaian tidur dengan bahan yang nyaman, seperti katun, karena bahan ini lebih lembut, ringan, dan dapat membantu menyerap keringat dengan baik.
Hindari pakaian tidur yang terlalu tebal atau penggunaan selimut berlapis agar tubuh bayi tidak mudah merasa gerah.
Pastikan si Kecil mencukupi kebutuhan cairan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta memiliki waktu tidur yang cukup setiap hari untuk menjaga kondisi tubuhnya.
Kurangi aktivitas fisik yang terlalu berat sebelum tidur agar suhu tubuh memiliki waktu untuk kembali normal sehingga anak dapat tidur lebih nyaman.
Nah, itu dia penjelasan dokter mengenai penyebab bayi berkeringat saat tidur meski sudah menggunakan AC. Semoga informasinya dapat membantu, ya, Ma.




















