Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Nanda Gita Sebut Episiotomi di Belanda Tak Wajib saat Persalinan

Nanda Gita Sebut Episiotomi di Belanda Tak Wajib saat Persalinan
Instagram.com/nandagita16
Intinya Sih
  • Nanda Gita membagikan pengalamannya melahirkan di Belanda tanpa episiotomi

  • Ia menjelaskan robekan alami lebih cepat sembuh dibanding sayatan episiotomi

  • Nanda menekankan pentingnya hak setiap ibu untuk menentukan tindakan medis melalui birth plan

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bagi banyak Mama, membayangkan proses persalinan sering kali diikuti dengan kekhawatiran akan prosedur episiotomi atau gunting vagina. 

Di Indonesia, tindakan ini sering kali dianggap sebagai prosedur standar agar proses keluarnya bayi lebih lancar. 

Namun, cerita berbeda datang dari Nanda Gita, aktris Indonesia yang kini menetap di Belanda.

Nanda Gita membagikan pengalaman luar biasanya saat melahirkan bayi dengan berat badan mencapai 4,3 kilogram tanpa satu pun jahitan. Menariknya, Nanda menegaskan bahwa hal tersebut bukanlah sekadar faktor keberuntungan. 

Menurutnya, hasil akhir persalinan yang minim trauma tersebut merupakan hasil dari pertimbangan medis yang matang serta komunikasi yang sangat terbuka antara pasien dan tenaga medis, baik dokter maupun perawat.

Penasaran? Berikut ini Popmama.com bagikan cerita Nanda Gita sebut episiotomi di Belanda tak wajib saat persalinan. 

1. Nanda Gita sebut episiotomi bukan prosedur wajib saat persalinan

Nanda Gita Sebut Episiotomi di Belanda Tak Wajib saat Persalinan.jpg
Instagram.com/nandagita16

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada 20 Februari 2026, Nanda Gita mengungkapkan fakta menarik mengenai sistem kesehatan di Belanda. 

Ia menyebutkan bahwa di Negeri Kincir Angin tersebut, episiotomi bukanlah prosedur rutin yang dilakukan kepada setiap ibu melahirkan.

Tindakan medis berupa sayatan pada perineum ini hanya akan dilakukan oleh dokter jika kondisi benar-benar mendesak atau bersifat darurat demi keselamatan ibu dan bayi.

"Di Belanda, episiotomy tidak dilakukan rutin. Hanya jika benar-benar darurat," kata Nanda dalam keterangannya di Instagram pada (20/02/2026)

Pengalaman Nanda yang berhasil melahirkan bayi besar (4,3 kg) secara normal tanpa jahitan menjadi bukti bahwa episiotomi tidak selalu diperlukan. 

Ia menekankan bahwa, kuncinya ada pada komunikasi yang baik dengan tim medis, sehingga tindakan tersebut benar-benar berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar kebiasaan prosedur.

2. Secara medis robekan alami bisa sembuh lebih cepat dibandingkan sayatan

Nanda Gita Sebut Episiotomi di Belanda Tak Wajib saat Persalinan (1).jpg
Instagram.com/nandagita16

Salah satu alasan mengapa tenaga medis di Belanda cenderung menghindari episiotomi adalah faktor pemulihan. 

Nanda menjelaskan bahwa secara medis, robekan perineum yang terjadi secara alami cenderung sembuh lebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan sayatan buatan (episiotomi).

Namun, untuk mencapai kondisi tersebut, diperlukan persiapan yang matang sejak masa kehamilan. 

Nanda mengungkapkan bahwa keberhasilannya melahirkan tanpa jahitan didukung oleh beberapa faktor kunci, di antaranya:

  • Waktu dan kesabaran. Memberikan waktu bagi jaringan tubuh untuk meregang secara alami.

  • Posisi yang tepat. Memilih posisi persalinan yang mendukung gravitasi dan kenyamanan.

  • Persiapan fisik. Rutin melakukan olahraga seperti yoga dan jalan kaki selama hamil.

  • Asupan nutrisi. Konsumsi asam folat dan Vitamin D3 secara rutin.

Langkah-langkah yang dibagikan Nanda ini sejalan dengan standar kesehatan dari WHO yang menyarankan pengurangan intervensi medis rutin pada persalinan normal.

3. Setiap Ibu punya hak untuk memilih tindakan medis saat persalinan

Nanda Gita Sebut Episiotomi di Belanda Tak Wajib saat Persalinan (3).jpg
Instagram.com/nandagita16

Poin penting yang digarisbawahi oleh Nanda Gita adalah mengenai kedaulatan seorang ibu atas tubuhnya sendiri. Ia sangat mendorong para Mamauntuk memiliki birth plan atau rencana persalinan.

Menurut Nanda, menyusun birth plan bukanlah bentuk sikap ‘sok idealis’. Sebaliknya, itu adalah hak asasi setiap Ibu untuk memahami dan menyetujui setiap tindakan medis yang akan dilakukan pada tubuhnya selama proses persalinan. Dengan pemahaman yang cukup, Mama bisa melakukan diskusi dua arah dengan tenaga medis untuk mencari jalan terbaik yang paling nyaman bagi ibu dan paling aman bagi bayi.

Itulah cerita Nanda Gita sebut episiotomi di Belanda tak wajib saat persalinan.

Pengalaman Nanda Gita di Belanda membuka mata kita bahwa persalinan yang minim trauma dan tanpa jahitan sangat mungkin terjadi, bahkan untuk bayi dengan berat badan besar sekalipun. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More