Apakah Obat Kuat Memengaruhi Kualitas Sperma Laki-Laki?

- dr. Silvia menjelaskan bahwa obat kuat hanya memengaruhi pembuluh darah untuk ereksi, bukan meningkatkan kualitas atau kesuburan sperma pria.
- Beberapa obat kuat bisa mengandung bahan kimia berisiko yang mengganggu hormon testosteron dan menyebabkan bentuk sperma abnormal.
- Penggunaan obat kuat tertentu dapat memicu stres oksidatif yang merusak sel sperma, sementara pembentukan sperma sehat butuh waktu dan gaya hidup konsisten.
Menjalani program hamil (promil) bukan hanya tentang kesiapan Mama, tapi juga kesehatan Papa. Sering kali, demi menjaga performa di ranjang, Papa memilih untuk mengonsumsi "obat kuat". Namun, apakah stamina yang meningkat berbanding lurus dengan kualitas sperma yang dihasilkan?
Topik ini sempat dikupas tuntas oleh Prof. Dr. dr. Silvia W. Lestari dalam sebuah podcast berjudul "Tips dari dokter andrologi agar berhasil promil hingga menentukan jenis kelamin dari kualitas sperma" bersama Gritte Agatha. Menurut dr. Silvia, banyak Papa yang terjebak mitos bahwa kejantanan adalah tanda kesuburan. Padahal, obat kuat fokusnya adalah pada pembuluh darah untuk ereksi, bukan pada "pabrik" sperma.
Untuk Mama yang penasaran, berikut ini telah Popmama.com rangkum pengaruh penggunaan obat kuat terhadap kualitas sperma Papa yang perlu diwaspadai:
1. Perbedaan antara ereksi dan kualitas sperma

Banyak yang mengira kalau ereksinya kuat, berarti spermanya subur. Padahal, menurut dr. Silvia, keduanya punya jalur yang berbeda. Obat kuat bekerja pada sistem pembuluh darah agar ereksi lebih tahan lama (performa), tapi nggak memberikan nutrisi apa pun ke "pabrik" sperma. Jadi, jangan terkecoh ya Ma, kuat di luar belum tentu sehat di dalam.
2. Risiko kandungan bahan kimia yang belum jelas

Hati-hati ya Ma, nggak semua obat kuat yang dijual bebas itu aman. dr. Silvia mengingatkan kalau beberapa produk mungkin mengandung bahan kimia yang bisa mengacaukan keseimbangan hormon testosteron Papa. Jika hormonnya terganggu, produksi sperma di testis bisa menurun, baik dari segi jumlah maupun bentuknya.
3. Masalah pada bentuk sperma (Morfologi)

Sperma yang tangguh harus punya bentuk yang sempurna kepala lonjong dan ekor panjang supaya bisa berenang dengan tepat. dr. Silvia menjelaskan bahwa paparan zat kimia tertentu dari obat-obatan yang nggak jelas bisa bikin bentuk sperma jadi abnormal. Kalau bentuknya nggak oke, sperma bakal sulit menembus dinding sel telur Mama.
4. Tingkat stres oksidatif yang tinggi

Alih-alih bikin subur, stimulan kimia dalam obat kuat tertentu justru bisa memicu stres oksidatif dalam tubuh Papa. dr. Silvia menekankan bahwa kondisi ini adalah musuh utama sperma karena bisa merusak sel-sel sperma bahkan sebelum mereka sempat bertemu dengan sel telur. Jadi, bukan makin subur, malah bisa merusak kualitasnya.
5. Proses pembentukan sperma butuh waktu, bukan instan

Perlu diingat ya Pa, sperma jagoan itu nggak bisa jadi dalam semalam. dr. Silvia menjelaskan kalau tubuh Papa butuh waktu sekitar 75 sampai 90 hari untuk memproduksi sperma yang matang sempurna. Jadi, minum obat kuat secara mendadak nggak akan bisa memperbaiki kualitas kesuburan Papa secara instan. Pola hidup sehat yang konsisten justru jadi kunci utama yang jauh lebih penting.
Nah, itu tadi penjelasan mengenai pengaruh obat kuat terhadap kualitas sperma Papa. Intinya, kejantanan bukan berarti kesuburan ya, Ma. Alangkah baiknya jika Papa berkonsultasi dulu dengan dokter andrologi sebelum mencoba suplemen apa pun agar promil Mama dan Papa berjalan lancar.
Semoga informasi ini bermanfaat buat Mama dan Papa yang sedang menanti kehadiran si Kecil!






-mRbrddudbhpTJMQlFJS46kJ4LMfIfBf4.png)












