Bayi Lahir Prematur Ternyata Butuh Dukungan Jangka Panjang, Ini Faktanya!

Penelitian University of Gothenburg menemukan bayi lahir sebelum 24 minggu memerlukan intervensi medis intensif sejak lahir karena organ tubuhnya belum berfungsi sempurna.
Lebih dari 80% biaya perawatan terjadi pada tahun pertama kehidupan, dengan rata-rata mencapai sekitar SEK 1,7 juta per anak untuk perawatan intensif dan komplikasi.
Bayi prematur ekstrem membutuhkan pemantauan serta dukungan kesehatan dan sosial jangka panjang hingga masa tumbuh dewasa agar perkembangan mereka tetap optimal.
Dilansir dari medicalxpress, terdapat sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim riset di University of Gothenburg yang dipublikasikan dalam jurnal Acta Paediatrica mengenai tingginya beban biaya melahirkan prematur ekstrem
Menariknya, penelitian ini tidak hanya mengamati kondisi awal bayi, tetapi juga bagaimana kebutuhan mereka berkembang seiring bertambahnya usia.
Bayi yang lahir sebelum mencapai 24 minggu kehamilan merupakan bayi dalam kategori prematur ekstrem. Pada tahap ini, si Kecil masih belum sepenuhnya siap untuk bertahan hidup di luar rahim, sehingga memerlukan intervensi medis sejak momen pertama kelahirannya.
Umumnya, mereka harus segera dirawat di unit perawatan intensif neonatal karena belum mampu bernapas secara mandiri, mengatur suhu tubuh, atau mendapatkan asupan nutrisi sebagaimana bayi pada umumnya. Meskipun insidennya tidak banyak, kondisi ini ternyata berdampak jauh lebih berkepanjangan dibandingkan yang sering kita bayangkan.
Studi ini meliputi 344 anak yang lahir sebelum 24 minggu di Swedia antara tahun 2007 hingga 2018, lalu dipantau selama rata-rata hampir delapan tahun untuk mengevaluasi perkembangan serta kebutuhan dukungan mereka.
Kondisi ini bukan merupakan hal yang sepele. Menurut World Health Organization (WHO), kelahiran prematur masih menjadi salah satu penyebab utama masalah kesehatan pada bayi di seluruh dunia, sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan yang tepat sejak awal.
Nah, dari hasil penelitian tersebut, ada beberapa fakta penting yang terungkap tentang kebutuhan bayi yang lahir sangat prematur, mulai dari masa awal kehidupan hingga dukungan jangka panjangnya. Berikut Popmama.com bantu rangkumin ya!
1. Dari awal kehidupan, bayi prematur butuh bantuan total

Bayi yang lahir sebelum 24 minggu biasanya belum punya organ tubuh yang sempurna. Hal itu menyebabkan mereka langsung membutuhkan bantuan medis lengkap begitu lahir. Mulai dari alat bantu napas, inkubator untuk menjaga suhu tubuh, sampai nutrisi khusus yang diberikan secara perlahan.
Semua perawatan ini biasanya dilakukan di NICU karena kondisi bayi masih sangat rentan. Fase tersebut dapat dibilang sebagai masa paling kritis, di mana tim medis benar-benar harus memantau Si Kecil selama 24 jam penuh.
2. Tahun pertama jadi masa paling berat dari segi biaya

Penelitian ini menemukan lebih dari 80% total biaya perawatan terjadi di tahun pertama kehidupan. Bahkan, rata-ratanya bisa mencapai sekitar SEK 1,7 juta per anak, terutama untuk perawatan intensif dan penanganan komplikasi.
Pada fase ini, hampir semua kebutuhan medis terjadi sekaligus. Mulai dari perawatan NICU hingga berbagai tindakan lanjutan. Jadi nggak heran kalau tahun pertama jadi periode paling besar dari sisi biaya maupun intensitas perawatan.
3. Kondisi awal bayi bisa mempengaruhi perjalanan ke depan

Setiap bayi lahir dengan keadaan yang berbeda-beda. Beberapa mengalami komplikasi yang parah sejak awal, sementara yang lain mungkin lebih stabil setelah mendapatkan perawatan intensif.
Penelitian ini mengungkap, bayi yang mengalami komplikasi lebih berat di awal umumnya memerlukan dukungan kesehatan dan sosial yang lebih panjang saat mereka tumbuh. Maka dari itu, kondisi awal ternyata sangat mempengaruhi perkembangan mereka di masa depan.
4. Setelah beberapa tahun, kebutuhan mulai bergeser

Seiring tumbuh kembang sang anak, kebutuhan akan perawatan medisnya cenderung berkurang. Tapi menariknya, bukan berarti kebutuhan akan dukungannya juga menghilang.
Selanjutnya, kebutuhan mengalami pergeseran, di mana dukungan sosial dari keluarga semakin menjadi hal yang penting. Misalnya bantuan pengawasan pertumbuhan dan perkembangan, sistem dukungan, atau layanan yang membantu kegiatan sehari-hari anak.
5. Membutuhkan pendampingan jangka panjang

Para peneliti juga menegaskan bahwa bayi yang lahir prematur ekstrem membutuhkan program pemantauan yang terus berkelanjutan. Artinya, pemantauan tidak berhenti hanya saat bayi, tetapi akan terus dilakukan berkala hingga mereka tumbuh dewasa.
Hal ini juga sejalan dengan anjuran dari Ikatan Dokter Anak Indonesia yang menekankan pentingnya pemantauan tumbuh kembang pada bayi prematur. Dengan pendampingan yang tepat, kebutuhan Si Kecil bisa lebih terarah sejak dini. Jadi, sudahkah Mama memahami bahwa kebutuhan bayi prematur bisa terus berlanjut seiring tumbuh kembangnya?
















-InLfd1EGwoVwKaJSruy86vTA2VhgRc78.jpg)

