Melahirkan Bisa Sebabkan Tiroiditis Postpartum, Berikut Alasannya!

Ketahui juga gejala dan penyebabnya yuk, Ma

6 Maret 2020

Melahirkan Bisa Sebabkan Tiroiditis Postpartum, Berikut Alasannya
Monetnicole.com

Ibu hamil yang baru melahirkan dan belum pernah didagnosis menderita penyakit tiroid memungkinkan mengalami masalah tiroid di tahun pertama setelah melahirkan. Masalah ini sering disebut tiroiditis postpartum (PPT).

Tiroiditis postpartum adalah salah satu kondisi yang dapat membuat Mama terus merasa tidak nyaman sejak lahirnya si Kecil. Ini bisa menjadi alasan mengapa Mama menjadi sering gelisah dan gemetar, bahkan sering terasa dingin dan mudah lelah.

Ada banyak Mama diluar sana yang belum pernah mendengar kondisi medisi ini dan menyalahkan semua gejala yang dialaminya atas dasar melahirkan. Untuk itu perlu penanganan yang tepat agar tidak membuat Mama merasa lebih stres menghadapinya.

Untuk mengetahui lebih jelas, berikut Popmama.com telah merangkum dari berbagai sumber mengenai apa itu tiroiditis postpartum (PPT) dan apa saja gejala dan penyebabnya. Yuk, Ma disimak!

1. Apa itu PPT/tiroiditis postpartum?

1. Apa itu PPT/tiroiditis postpartum
Freepik/yanalya

PPT atau tiroiditis pascapartum adalah suatu kondisi yang menyebabkan peradangan kelenjar tiroid setelah melahirkan. Kondisi pertama menyebabkan kadar tiroid tinggi, kemudian menghasilkan hipotiroidisme atau kadar tiroid rendah.

Tiroid sendiri merupakan kelenjar berbentuk kupu-kupu yang bertanggung jawab untuk menciptakan hormon T3, T4, dan kalsitonin. Hormon-hormon ini memiliki tugas untuk menjaga metabolisme tubuh dan dapat memiliki efek pada suasana hati. Sehingga sering membuat Mama merasa mudah stres pasca melahirkan.

Kondisi tiroidits postpartum sendiri hampir menyerupai tiroiditis hashimoto, yang mana penyebab terjadinya adalah karena gangguan sistem kekebalan tubuh. Namun yang membedakan adalah, penyakit ini hanya dialami oleh perempuan setelah melahirkan. 

Editors' Picks

2. Gejala dan penyebab tiroiditis postpartum

2. Gejala penyebab tiroiditis postpartum
parents.com

Meski sering diabaikan karena gejala yang mirip dengan komplikasi pasca melahirkan, mengetahui gejala tiroiditis postpartum adalah penting karena gejala yang berhubungan dengan tiroiditis postpartum dapat mencerminkan gejala-gejala depresi postpartum. Membuat perbedaan yang jelas dapat membantu Mama yang baru saja melahirkan segera menerima perawatan yang tepat.

Penyebab pasti terjadinya tiroiditis postpartum memang belum jelas diketahui, penjelasan yang memungkinkan adalah kondisi penyakit autoimun dimana tubuh perempuan mengembangkan antibodi anti-tiroid setelah melahirkan.

Beberapa perempuan yang baru melahirkan dianggap berisiko lebih tinggi daripada yang lain ketika mereka memiliki gangguan autoimun seperti diabetes tipe 1, riwayat disfungsi tiroid, atau riwayat keluarga gangguan tiroid.

Dilansir dari Bundoo, berikut gejala awal yang terkait dengan tiroiditis postpartum:

  • Mudah gelisah.
  • Detak jantung lebih cepat dari biasanya.
  • Lebih cepat lelah.
  • Sensitivitas lebih tinggi terhadap panas.
  • Tremor atau gemetar.
  • Penurunan berat badan tanpa alasan.

Gejala-gejala di atas dapat terjadi antara 1-4 bulan setelah melahirkan. Setelah itu, kadar tiroid dapat menurun dan menyebabkan gejala seperti:

  • Sakit dan nyeri.
  • Sembelit.
  • Kulit kering.
  • Kelelahan.
  • Sensitivitas lebih tinggi terhadap dingin.
  • Kesulitan berkonsentrasi.

3. Penanganan tiroiditis postpartum

3. Penanganan tiroiditis postpartum
Freepik/nensuria

Tiroiditis postpartum pada umumnya merupakan kondisi kesehatan medis yang membingungkan dan pada beberapa kasus sebenarnya pengobatan tidak diperlukan.

Berikut penanganan yang harus dilakukan jika ibu hamil yang baru melahirkan mengalami:

  • Ibu hamil baru melahirkan tanpa gejala tiroid kurang aktif namun dengan perubahan TSH dalam darah, tidak memerlukan pengobatan jika tidak berencana memiliki anak lagi.
  • Direkomendasikan untuk melakukan pemantauan/pemeriksaan tiroid antara 4 dan 8 minggu setelah didagnosis.
  • Perempuan dengan gejala hipotiroidisme atau yang merencanakan kehamilan berikutnya harus diobati dengan pengobatan yang sesuai.
  • Ibu hamil yang baru melahirkan dengan gejala tiroid terlalu aktif harus berkonsultasi dengan dokter untuk pengobatan lebih lanjut.

Meskipun diagnosis masalah tiroid menakutkan banyak orang, namun tiroiditis postpartum umumnya bukanlah kondisi medis jangka panjang.

Sebab mayoritas perempuan yang baru melahirkan akan mendapati kelenjar tiroid mereka bekerja normal pada akhir tahun pertama setelah kelahiran bayinya.

Demikian penjelasan mengenai apa itu Tiroiditis Postpartum yang perlu diketahui. Jika Mama mengalami gejala seperti yang sudah diuraikan di atas, cobalah konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Semoga infromasi ini bisa membantu ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.