Kehamilan membawa banyak perubahan dalam kehidupan seorang perempuan, baik secara fisik maupun emosional. Kondisi tersebut dapat membuat ibu hamil lebih membutuhkan kehadiran orang terdekat, termasuk suami. Karena itu, tidak sedikit ibu hamil yang merasa ingin lebih sering bersama atau berada di dekat suami selama masa kehamilan.
Kenapa Ibu Hamil Ingin Selalu Dekat Suami? Ini Penyebabnya

Ibu hamil bisa lebih ingin dekat dengan suami karena perubahan hormon membuat kebutuhan akan rasa aman dan kedekatan emosional meningkat.
Perubahan fisik, rasa lelah, serta kekhawatiran menghadapi peran sebagai orangtua dapat membuat Mama lebih membutuhkan dukungan dan perhatian suami.
Kedekatan selama kehamilan juga dapat menjadi kesempatan bagi Mama dan suami untuk membangun koneksi serta mempersiapkan diri menyambut kelahiran si Kecil.
Keinginan untuk selalu dekat dengan suami bukan sekadar soal ingin ditemani. Perubahan hormon, kondisi tubuh yang semakin membutuhkan bantuan, hingga kekhawatiran menghadapi kehidupan sebagai orangtua dapat membuat kebutuhan akan dukungan pasangan menjadi lebih kuat.
Untuk mengetahui lebih lanjut, simak rangkuman Popmama.com mengenai alasan kenapa ibu hamil ingin selalu dekat dengan suami, seperti dikutip dari jurnal Medical Science Monitor di National Library of Medicine.
Table of Content
1. Perubahan hormon

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Selama kehamilan, tubuh mengalami perubahan hormon yang dapat memengaruhi kebutuhan emosional mama. Peningkatan hormon seperti oksitosin dan progesteron dapat membuat keinginan untuk membangun kedekatan, mendapatkan rasa aman, dan berada di dekat orang yang sudah dikenal menjadi lebih kuat.
Kondisi tersebut dapat membuat kehadiran suami terasa lebih menenangkan bagi Mama. Menghabiskan waktu bersama, mendapatkan pelukan, atau sekadar berada di ruangan yang sama dapat memberikan rasa nyaman ketika menghadapi berbagai perubahan selama kehamilan.
2. Perubahan fisik membuat ibu hamil merasa lebih rentan

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Kehamilan dapat disertai berbagai perubahan fisik, seperti mudah lelah, mual, hingga perubahan bentuk tubuh. Ketika tubuh terasa lebih rentan atau tidak nyaman, Mama mungkin lebih sering mencari bantuan dan kehadiran suami untuk membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih ringan.
Kehadiran pasangan juga dapat memberikan rasa tenang ketika Mama sedang menghadapi keluhan fisik. Dukungan sederhana, seperti membantu pekerjaan rumah, menemani beristirahat, atau memberikan perhatian ketika tubuh terasa kurang nyaman, dapat membuat Mama merasa tidak menghadapi kehamilan sendirian.
3. Membutuhkan rasa aman dan dukungan emosional

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Memasuki fase menjadi orangtua dapat menghadirkan berbagai kekhawatiran mengenai masa depan. Mama mungkin mulai memikirkan persalinan, kehidupan setelah bayi lahir, hingga perubahan tanggung jawab dalam keluarga.
Dalam kondisi tersebut, Mama dapat lebih membutuhkan suami untuk memberikan dukungan emosional. Didengarkan tanpa menghakimi, mendapatkan validasi, dan merasa memiliki pasangan yang siap menghadapi perubahan bersama dapat membantu Mama merasa lebih aman.
4. Ingin melibatkan suami dalam perjalanan menjadi orangtua

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Kehamilan bukan hanya perjalanan mama, tetapi juga menjadi awal dari kehidupan baru bagi pasangan sebagai orangtua. Karena itu, keinginan untuk selalu dekat dengan suami dapat muncul karena Mama ingin berbagi berbagai pengalaman dan persiapan selama menantikan kelahiran si Kecil.
Kedekatan tersebut juga dapat membantu pasangan membangun hubungan emosional yang lebih kuat. Mulai dari membicarakan persiapan bayi hingga berbagi kekhawatiran dan harapan tentang kehidupan setelah menjadi orangtua, berbagai momen tersebut dapat membuat Mama dan suami merasa lebih terhubung.
Cara Menjaga Kedekatan dengan Suami lewat Aktivitas Bersama

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Daripada hanya menghabiskan waktu bersama, Mama dan suami bisa memanfaatkan masa kehamilan untuk melakukan berbagai aktivitas yang membantu mempersiapkan diri menjadi orangtua. Dilansir dari laman Parents, beberapa kegiatan yang dapat dilakukan bersama, antara lain:
Menyiapkan kamar bayi: Diskusikan kebutuhan si Kecil dan tata kamar bersama agar persiapan terasa sebagai tanggung jawab berdua.
Mengikuti pemeriksaan kehamilan bersama: Jika memungkinkan, ajak suami ikut dalam kunjungan prenatal agar ia mengetahui perkembangan kehamilan dan terlibat dalam prosesnya.
Mengikuti kelas parenting: Kelas bersama dapat membantu Mama dan suami mendapatkan pengetahuan mengenai persiapan menjadi orangtua serta membicarakan cara menghadapi berbagai situasi setelah bayi lahir.
Membaca buku parenting bersama: Pilih buku mengenai kehamilan, persalinan, atau perawatan bayi, kemudian diskusikan informasi yang menurut Mama dan suami penting untuk dipersiapkan.
Itulah berbagai penyebab kenapa ibu hamil ingin selalu dekat suami. Kalau Mama, apakah juga merasakan hal yang sama selama kehamilan?






















