7 Macam Bantuan Medis saat Persalinan yang Perlu Ibu Hamil Tahu!

Apa pun cara persalinan yang perlu dijalani, tidak mengurangi esensi mama sebagai seorang ibu

3 Desember 2020

7 Macam Bantuan Medis saat Persalinan Perlu Ibu Hamil Tahu
Pixabay/cynthia_groth

Ketika momen melahirkan tiba, persalinan pervaginam adalah yang paling umum dilalui oleh ibu hamil. Meski begitu, beberapa kasus ibu hamil ada yang harus menjalani persalinan dengan bantuan medis tertentu agar bisa melahirkan bayinya.

Bantuan medis ini dapat bervariasi mulai dari penggunaan obat-obatan, infus, dan lainnya. Dikutip dari Claveland Clinic, ada berbagai prosedur yang mungkin digunakan oleh tenaga medis tergantung pada kondisi ibu hamil dalam proses persalinan yang sedang dijalani.

Berikut Popmama.com rangkum macam-macam bantuan medis saat persalinan yang perlu ibu hamil tahu.

1. Episiotomi

1. Episiotomi
baylorfrisco.com

Episiotomi tergolong pada tindakan bedah yang cukup sederhana. Pada dasarnya proses ini adalah proses di mana dokter membuat sayatan di perineum (jaringan kulit antara vagina dan anus). Sayatan tersebut bertujuan untuk memperbesar jalan lahir sehingga persalinan lebih mudah untuk mencegah terjadinya robekan vagina yang lebih besar.

Dokter sebelumnya akan menyuntikkan bius lokal di sekitar vagina agar ibu melahirkan tidak merasakan sakit. Robekan tersebut akan dijahit kembali setelah ibu selesai menjalani persalinan.

Bantuan medis saat persalinan ini biasanya akan meninggalkan rasa nyeri di vagina selama beberapa minggu, terutama saat berjalan, duduk, dan buang air kecil. Biasanya dokter akan menyaranakan agar ibu melahirkan tidak melakukan atau mengurangi aktivitas tertentu agar cepat pulih.

2. Amniotomi (memecahkan kantung ketuban)

2. Amniotomi (memecahkan kantung ketuban)
Pixabay/Sanjasy

Ketuban adalah selaput atau kantung yang mengandung cairan dengan fungsi melindungi bayi selama di dalam perut mama. Tindakan amniotomi adalah bantuan medis menjelang persalinan untuk membantu merangsang dan mempercepat proses persalinan. Caranya yakni dengan memecahkan ketuban sang Mama. Tindakan amniotomi biasanya dilakukan untuk:

  • Menginduksi sebelum persalinan berlangsung
  • Memperkuat kontraksi persalinan
  • Memantau kondisi janin
  • Mendeteksi keberadaan mekonium (tinja janin dalam air ketuban)

Setelah prosedur amniotomi selesai, proses persalinan harus berlangsung setidaknya dalam waktu 24 jam untuk mencegah terjadinya infeksi.

Editors' Picks

3. Induksi persalinan

3. Induksi persalinan
Freepik/KamranAydinov

Bantuan medis ini biasanya paling umum dilakukan oleh ibu hamil yang akan melahirkan. Induksi kehamilan adalah proses bantuan persalinan untuk merangsang kontraksi rahim sebelum kontraksi alami terjadi.

Tujuannya tentu untuk mempercepat proses persalinan. Bantuan ini biasanya dilakukan kepada ibu hamil yang melewati masa hari perkiraan lahir (HPL) lebih dari 42 minggu atau air ketuban pecah tapi belum merasakan kontraksi. Selain itu juga bisa dilakukan jika pembukaan menuju persalinan berlangsung lebih lama. 

4. Melahirkan dengan bantuan forceps

4. Melahirkan bantuan forceps
Monetnicole.com

Proses kelahiran seorang bayi bisa terhambat karena berbagai hal. Jika sudah begitu, ibu melahirkan memerlukan bantuan medis agar persalinannya bisa dilakukan. Salah satunya dibantu dengan metode forceps, yakni bantuan medis dengan menggunakan alat yang menyerupai sepasang sendok besar. Forceps akan menjepit kepala bayi yang masih di dalam leher rahim. Metode ini biasanya dilakukan selama proses kontraksi sembari ibu mengejan.

Tindakan forceps bisa dilakukan jika ibu hamil yang akan melahirkan mengalami beberapa kondisi ini:

  • Kepala bayi ada di posisi yang salah. Forceps dibutuhkan untuk memutar kepala bayi ada di posisi yang benar
  • Kepala bayi sudah ada di leher rahim tapi ibu tidak kuat mengejan
  • Sudah berusaha mengejan tapi tidak mengalami kemajuan
  • Punya masalah kesehatan seperti penyempitan katup aorta jantung (dokter biasanya membatasi untuk mengejan untuk masalah ini)
  • Ada gangguan pada detak jantung bayi

5. Ekstraksi vakum

5. Ekstraksi vakum
Freepik/freestockcenter

Ekstraksi vakum dilakukan dengan alat yang disebut vakum ekstrakator. Alat tersebut terlihat seperti cangkir isap kecil yang lentur (soft cup) serta diletakkan di kepala bayi untuk membantu proses melahirkan. Namun, ada pula bentuk vakum yang terbuat dari bahan logam.

Alat ini bisa digunakan untuk membantu ibu melahirkan saat mengalami hambatan bergantung dari diagnosis dokter yang menangani, misalnya ibu tak kuat mengejan dan sebagainya. Namun penggunaan vakum ini sering meninggalkan memar di kepala bayi yang biasanya mulai menghilang setelah 48 jam pertama kelahirannya.

6. Anastesi epidural

6. Anastesi epidural
Unsplash/Sharon McCutcheon

Anestesi epidural adalah jenis anestesi atau bius lokal untuk menghalangi sensasi rasa sakit pada bagian tubuh tertentu. Karena hanya bersifat bius lokal, maka Mama yang akan melahirkan tidak akan kehilangan kesadaran. Pasalnya suntikan ini hanya sebagai penawar rasa sakit saja. 

Ketika sudah diberikan, rangsangan saraf sensoris pada tulang belakang bagian bawah tubuh akan terhenti. Saraf sensori ini biasanya mengirimkan sinyal rasa sakit atau panas ke otak. Akibatnya, sensasi atau rasa sakit yang biasanya ibu melahirkan rasakan pada bagian bawah torso, lebih tepatnya di rahim, leher rahim, dan bagian atas vagina akan berkurang.

Namun, saraf motoris masih akan bekerja dengan baik. Karena otak tetap aktif dan bisa mengirimkan perintah bagi panggul untuk bekerja sesuai kebutuhan ketika melahirkan. Prosedur ini umumnya dilakukan dalam proses persalinan caesar.

7. Metode ILA (Intrathecal Labour Analgesia)

7. Metode ILA (Intrathecal Labour Analgesia)
Freepik/Aircoolsa

ILA (intratechal labour analgesia) adalah metode yang biasa disebut dengan persalinan normal tanpa rasa sakit. Metode ILA ini masih masih banyak yang mempertanyakan, pasalnya persalinan biasanya selalu disertai rasa sakit. Sebenarnya metode ILA ini tidak menghilangkan rasa sakit atau nyeri yang dirasakan oleh ibu melahirkan. Hanya saja rasa tidak nyaman tersebut bisa diminimalkan.

Bagi Mama yang tak bisa menahan atau tidak ingin merasakan mulas atau kontraksi saat menunggu kelahiran, bantuan medis ILA ini bisa jadi pilihan. ILA dilakukan dengan cara menyuntikkan obat bius ke ibu hamil saat akan melahirkan pada pembukaan empat atau lebih. Obat bius ini disuntikkan melalui tulang belakang bagian bawah dan membuat bagian pinggang sampai kaki menjadi mati rasa.

Metode ILA mirip dengan anastesi epidural. Bedanya, ILA disuntikkan tetapi dengan dosis yang lebih sedikit dari epidural. Sementara epidural disuntikkan melalui tabung pada tulang belakang.

Itulah tadi macam-macam bantuan medis saat persalinan yang perlu Mama tahu. Ingat ya Ma, apa pun tindakan medis yang ditentukan oleh dokter adalah demi kebaikan Mama dan si Kecil. Apa pun prosesnya, tidak akan mengurangi esensi mama sebagai seorang ibu.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.