7 Makanan Kaya Nutrisi untuk Meningkatkan Produksi ASI

Selain meningkatkan produksi ASI, makanan juga bantu mempercepat pemulihan pasca melahirkan

5 November 2021

7 Makanan Kaya Nutrisi Meningkatkan Produksi ASI
Freepik/cookie_studio

Produksi Air Susu Ibu (ASI) yang menurun, bisa jadi satu kekhawatiran tersendiri untuk Mama yang sedang menyusui. Apalagi jika sang Anak sedang dalam masa pertumbuhan.

Hal ini membuat banyak Mama ingin meningkatkan produksi ASI, karena merasa ASI-nya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi.

Tentu ini adalah hal yang wajar terjadi, karena pada dasarnya orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya.

Untuk mengatasinya, Mama perlu memperhatikan pola makan dan jenis makanan yang dikonsumsi ya. Karena menurut penelitian, beberapa jenis makanan punya kandungan nutrisi tinggi yang bisa membantu meningkatkan produksi ASI.

Berikut ini Popmama.com telah merangkum dari berbagai sumber mengenai, 7 makanan kaya nutrisi untuk meningkatkan produksi ASI. Yuk, disimak Ma!

1. Bawang putih diyakini sebagai galactagogue untuk merangsang produksi ASI

1. Bawang putih diyakini sebagai galactagogue merangsang produksi ASI
Pixabay/Anrita1705

Bawang putih adalah salah satu makanan bergizi yang membantu ibu menyusui menghasilkan lebih banyak ASI. Ini karena bawang putih diyakini sebagai galactagogue, zat yang merangsang produksi ASI.

Meskipun bawang putih dikenal sebagai bumbu aromatik dengan bau yang khas, namun sepertinya ini bermanfaat agar bayi bisa menyusui lebih lama, seperti dilansir dari Verywell Family.

Mama bisa nih menambahkan bawang putih ke dalam makanan, atau menggunakannya sebagai bumbu masakan termasuk sayur, pasta, atau saus.

2. Sayuran hijau mengandung fitoestrogen untuk meningkatkan produksi ASI

2. Sayuran hijau mengandung fitoestrogen meningkatkan produksi ASI
Freepik/Racool_studio

Sayuran hijau atau berdaun gelap, dari dulu memang dikenal mengandung nutrisi yang baik untuk tubuh.

Tapi tak hanya itu lho Ma, sayuran hijau juga memiliki efek positif terhadap peningkatan produksi ASI, karena kandungan fitoestrogen di dalamnya.

Karena alasan ini, Mama sangat disarankan untuk mengonsumsi satu porsi sayuran hijau setiap harinya. Sayuran berdaun hijau diantaranya ada bayam, kangkung, selada dan brokoli.

Editors' Picks

3. Pepaya muda bermanfaat untuk meningkatkan ASI

3. Pepaya muda bermanfaat meningkatkan ASI
Pixabay/TC-TORRES

Dilansir dari Today’s Parent, pepaya muda sudah sejak lama digunakan dalam budaya Asia sebagai makanan galactogogue. Karena bermanfaat dalam meningkatkan produksi ASI.

Selain sebagai booster ASI, makan pepaya muda juga memiliki efek menenangkan bagi tubuh lho, Ma. Tentunya ini sangat dibutuhkan untuk Mama yang sedang menyusui, karena membantu tubuh lebih rileks.

Mama bisa mendapatkan manfaat pepaya muda dengan menambahkannya ke dalam salad, atau sayur dan sup.

4. Jahe merupakan bahan makanan laktogenik untuk menstimulasi ASI

4. Jahe merupakan bahan makanan laktogenik menstimulasi ASI
Pixabay/congerdesign

Jahe adalah salah satu bahan rempah yang banyak dikenal bermanfaat untuk kesehatan.

Dilansir dari Mom Junction, jahe merupakan bahan makanan laktogenik yang mampu meningkatkan dan menstimulasi produksi ASI. Mengonsumsi jahe juga dipercaya membuat tubuh jadi lebih segar, sehingga bermanfaat untuk meningkatkan imunitas.

Tentu hal tersebut sangatlah dibutuhkan ya, bagi Mama yang sedang menyusui.

Mama bisa nih mengonsumsi jahe dengan cara menambahkanya ke dalam menu masakan sehari-hari dan merebusnya sebagai minuman jahe asli. Tapi perlu diingat ya, meskipun aman sebaiknya Mama tidak mengonsumsinya secara berlebihan.

5. Biji wijen kaya kalsium non susu yang bagus untuk ibu menyusui

5. Biji wijen kaya kalsium non susu bagus ibu menyusui
Pexels/Castorly Stock

Makanan untuk meningkatkan produksi ASI yang bisa kamu konsumsi lainnya adalah biji wijen.

Banyak orang merekomendasikan biji wijen, karena merupakan sumber kalsium non susu yang bagus dan sangat penting untuk pertumbuhan bayi, seperti dilansir dari Parenting Firstcry.

Karena sebenarnya, tubuh Mama juga membutuhkan kalsium untuk proses pemulihan setelah melahirkan.

Mama bisa banget nih, mengonsumsi biji wijen dengan cara mencampurkannya ke dalam menu hidangan manis seperti ayam saus madu.

6. Oat jadi sumber energi baik untuk ibu menyusui

6. Oat jadi sumber energi baik ibu menyusui
Pixabay/sunxiaoji

Beberapa ahli gizi merekomendasikan untuk menambahkan oat ke dalam makanan, guna meningkatkan produksi ASI.

Makan oat bisa jadi sumber energi baik untuk Mama yang sedang menyusui. Selain itu, oat juga bagus untuk mengendalikan gula darah pasca melahirkan, dimana kadarnya yang tinggi bisa meningkatkan risiko obesitas.

Satu lagi nih Ma, oat kaya akan serat yang bisa bantu mengatasi susah buang air besar pasca melahirkan.

Mama bisa makan oat untuk sarapan atau menggunakannya sebagai bahan campuran kue.

7. Almond meningkatkan kelembutan, rasa manis dan jumlah ASI

7. Almond meningkatkan kelembutan, rasa manis jumlah ASI
Pixabay/632240

Almond adalah salah satu kacang-kacangan yang kaya akan protein dan kalsium.

Dilansir dari Verywell Family, banyak ibu menyusui memilih makan almond atau minum susu almond untuk meningkatkan kelembutan, rasa manis, dan jumlah ASI.

Almond kaya akan vitamin E dan asam lemak omega-3, yang menjadikannya sebagai salah satu makanan super. Ini juga yang menjadi alasan, mengapa almond banyak diresepkan oleh dokter untuk Mama yang sedang menyusui.

Mama bisa makan almond mentah atau mengonsumsi suplemen almond untuk meningkatkan suplai ASI.

Itulah tadi Ma, 7 makanan kaya nutrisi untuk meningkatkan produksi ASI.

Selain mengonsumsi beberapa jenis makanan tersebut, saat menyusui Mama juga harus mendapatkan dukungan dari pasangan dan anggota keluarga lainnya ya. Ini sangat penting agar Mama bisa melewati fase menyusui dengan baik dan lancar.

Tetap semangat dalam menyusui ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk