Sering Dialami, Ini Cara agar ASI Tidak Rembes saat Berhubungan

Trik mengantisipasi ASI rembes saat melakukan hubungan intim

30 Juli 2021

Sering Dialami, Ini Cara agar ASI Tidak Rembes saat Berhubungan
Pixabay/Foundry

Bagi ibu menyusui, hubungan intim seringkali menimbulkan dilema dan rasa enggan. Salah satu penyebabnya adalah ASI kadang rembes saat berhubungan. Walau hal ini cukup normal, namun ceceran ASI pastinya bisa memengaruhi mood Papa dan Mama.

Kondisi ini biasanya berkaitan dengan hormon oksitosin yang dihasilkan Mama saat berhubungan. Karenanya, cukup sulit untuk mencegah hal ini terjadi. Namun tenang, ada kok cara menyiasatinya agar tidak sampai merusak suasana. Berikut beberapa cara agar ASI tidak rembes saat berhubungan,  yang sudah Popmama.com rangkum.

1. Kosongkan payudara terlebih dahulu

1. Kosongkan payudara terlebih dahulu
Pixabay/Mariagarzon

Hal pertama yang paling efektif untuk mencegah ASI rembes pastinya adalah mengosongkan payudara terlebih dahulu. Sebelum melakukan hubungan, Mama bisa lebih dulu menyusui si kecil hingga kenyang, atau memompa ASI terlebih dahulu.

Sebenarnya hal ini juga tidak menjamin ASI benar-benar tidak rembes karena setiap perempuan pastinya memiliki kemampuan produksi ASI yang berbeda. Namun setidaknya, hal ini bisa meminimalkan kemungkinan air susu merembes dalam jumlah terlalu banyak.

Editors' Picks

2. Mengenakan bra saat berhubungan intim

2. Mengenakan bra saat berhubungan intim
Pexels/Cottonbro

Jika Mama tidak sempat mengosongkan payudara, atau sekadar ingin berjaga-jaga, coba kenakan bra saat melakukan hubungan. Agar gairah tetap terjaga, Mama bisa mengantisipasinya dengan memilih desain bra yang cantik dan seksi.

Penggunaan bra setidaknya akan menahan air susu jika tiba-tiba rembes saat Mama sedang berhubungan intim. Dengan demikian, ASI tidak akan sampai membanjir dan mengganggu mood Papa dan Mama. Namun pastikan bahannya cukup bagus untuk menyerap cairan ya, Ma!

3. Menggunakan breastpad

3. Menggunakan breastpad
Pexels/Karolina Grabowska

Bagi Mama yang mengalami hiperlaktasi (produksi ASI berlebih), menggunakan bra kadang tidak cukup mencegah kebocoran. Agar lebih aman, coba gunakan breastpad juga agar ASI yang keluar tidak sampai mengotori bra. Papa dan Mama pun bisa melakukan hubungan intim tanpa khawatir ada rembesan.

Sebelum melakukan hubungan, pastikan Mama meletakkan breastpad dengan benar pada bra. Meski demikian, kelemahan penggunaan breastpad adalah bentuknya yang kadang tidak sesuai dengan model bra.

4. Selalu siapkan handuk

4. Selalu siapkan handuk
Pexels/Dom J

Karena berbagai alasan, beberapa orang memilih tidak mengenakan bra saat melakukan hubungan intim. Jika Mama adalah salah satunya, maka coba siapkan handuk sebelum mulai berhubungan. Mama bisa meletakkannya di atas payudara jika sewaktu-sewaktu ASI mulai keluar.

Sebenarnya Mama tidak harus menggunakan handuk, namun bisa menggunakan jenis kain lain yang dianggap nyaman. Namun pastikan bahannya cukup tebal dan bisa menyerap ASI yang mungkin mendadak keluar dalam jumlah banyak. Jangan menggunakan tisu yang tipis karena justru akan merepotkan Mama.

5. Coba lakukan shower sex

5. Coba lakukan shower sex
Pexels/Armin Rimoldi

Jika cara di atas dianggap merepotkan, kenapa tak mencoba alternatif lain, misalnya dengan shower sex. Selain bisa memberikan nuansa baru untuk meningkatkan gairah, melakukan hubungan di bawah air juga bisa menyamarkan ASI yang rembes.

Guyuran air akan membawa rembesan ASI sehingga Papa dan Mama bahkan tidak akan menyadari keberadaannya. Untuk mencegah kedinginan, gunakan air hangat-hangat kuku atau sesuai suhu yang membuat Papa dan Mama merasa nyaman dan rileks.

Itulah beberapa cara agar ASI tidak rembes saat berhubungan yang sudah Popmama.com rangkum. Untuk ibu menyusui, hal ini adalah kondisi normal. Namun jika terjadi saat Mama sedang tidak menyusui, maka segeralah menghubungi dokter karena hal itu bisa jadi pertanda penyakit tertentu.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.