Dilansir dari medicalxpress, terdapat sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim riset di University of Gothenburg yang dipublikasikan dalam jurnal Acta Paediatrica mengenai tingginya beban biaya melahirkan prematur ekstrem
Menariknya, penelitian ini tidak hanya mengamati kondisi awal bayi, tetapi juga bagaimana kebutuhan mereka berkembang seiring bertambahnya usia.
Bayi yang lahir sebelum mencapai 24 minggu kehamilan merupakan bayi dalam kategori prematur ekstrem. Pada tahap ini, si Kecil masih belum sepenuhnya siap untuk bertahan hidup di luar rahim, sehingga memerlukan intervensi medis sejak momen pertama kelahirannya.
Umumnya, mereka harus segera dirawat di unit perawatan intensif neonatal karena belum mampu bernapas secara mandiri, mengatur suhu tubuh, atau mendapatkan asupan nutrisi sebagaimana bayi pada umumnya. Meskipun insidennya tidak banyak, kondisi ini ternyata berdampak jauh lebih berkepanjangan dibandingkan yang sering kita bayangkan.
Studi ini meliputi 344 anak yang lahir sebelum 24 minggu di Swedia antara tahun 2007 hingga 2018, lalu dipantau selama rata-rata hampir delapan tahun untuk mengevaluasi perkembangan serta kebutuhan dukungan mereka.
Kondisi ini bukan merupakan hal yang sepele. Menurut World Health Organization (WHO), kelahiran prematur masih menjadi salah satu penyebab utama masalah kesehatan pada bayi di seluruh dunia, sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan yang tepat sejak awal.
Nah, dari hasil penelitian tersebut, ada beberapa fakta penting yang terungkap tentang kebutuhan bayi yang lahir sangat prematur, mulai dari masa awal kehidupan hingga dukungan jangka panjangnya. Berikut Popmama.com bantu rangkumin ya!
