Perubahan Hormon saat Melahirkan, Kenali Gejala dan Penanganannya

Perubahan hormon masih terus terjadi bahkan setelah melahirkan, Ma

28 Juli 2021

Perubahan Hormon saat Melahirkan, Kenali Gejala Penanganannya
Pexels/Andrea Piacquadio

Melahirkan membawa banyak perubahan baru. Ini benar-benar mengubah kehidupan orangtua, karena hidup mereka sekarang akan berputar di sekitar bayi yang baru lahir.  

Melahirkan juga mengubah keseimbangan hormonal dalam tubuh mama. Ini menyebabkan beberapa masalah, seperti perubahan suasana hati, rambut rontok, insomnia, dan banyak lagi.

Tubuh membutuhkan beberapa bulan untuk memulihkan diri dari melahirkan dan kembali normal. Sampai tubuh kembali normal, ketidakseimbangan hormon dapat menyebabkan berbagai gejala pada Mama, mulai dari tidak nyaman hingga sangat serius.

Yuk, ketahui lebih banyak mengenai perubahan hormon setelah melahirkan pada ulasan Popmama.com berikut ini, Ma.

Penyebab Ketidakseimbangan Hormonal Pasca Kehamilan

Penyebab Ketidakseimbangan Hormonal Pasca Kehamilan
Unsplash/Laura Fuhrman

Ketidakseimbangan hormon disebabkan oleh perubahan mendadak kadar hormon progesteron dan estrogen dalam tubuh mama yang baru melahirkan.

Selama kehamilan, progesteron berada pada tingkat yang tinggi di dalam tubuh. Setelah melahirkan, tingkat progesteron turun tiba-tiba, menyebabkan beberapa gejala yang tidak menyenangkan seperti masalah menstruasi, infeksi berulang, dan kelelahan.

Estrogen dan progesteron adalah hormon penting yang berperan penting dalam kehamilan dan persalinan. Setelah melahirkan, plasenta dikeluarkan. Plasenta adalah kontributor utama untuk memproduksi progesteron.

Akibatnya, kadar progesteron dalam tubuh turun drastis. Hal ini menyebabkan dominasi estrogen, yang berarti tingginya tingkat hormon estrogen dalam tubuh. Dominasi estrogen dapat memengaruhi fungsi normal kelenjar tiroid dan adrenal. Hal ini dapat menyebabkan tiroiditis atau peradangan kelenjar tiroid, dan hipotiroidisme atau produksi tiroid yang kurang aktif.

Tubuh perempuan membutuhkan enam hingga delapan minggu untuk pulih dari persalinan dan mengembalikan keseimbangan hormon. Bagi Mama yang sedang menyusui, dibutuhkan waktu lebih lama untuk mengembalikan keseimbangan hormonal.

Editors' Picks

Gejala Ketidakseimbangan Hormon setelah Melahirkan

Gejala Ketidakseimbangan Hormon setelah Melahirkan
Unsplash/M.

Jika Mama mengalami beberapa gejala ini setelah melahirkan, itu bisa menjadi indikasi ketidakseimbangan hormon dalam tubuh:

  • Kurang tidur,
  • kecemasan dan perubahan suasana hati,
  • kelelahan,
  • sulit menurunkan berat badan, baby blues, dan depresi pascapersalinan,
  • rambut rontok,
  • infeksi berulang,
  • masalah menstruasi.

Bagaimana Cara Mengembalikan Keseimbangan Hormon?

Bagaimana Cara Mengembalikan Keseimbangan Hormon
Unsplash/Alex McCarthy

Berikut adalah daftar untuk membantu tubuh mengembalikan keseimbangan hormon setelah melahirkan:

  • Jauhi zat berbahaya seperti nikotin, alkohol, dan kafein. Ketiga zat ini dapat memperburuk gejala ketidakseimbangan hormon.
  • Konsumsi suplemen khusus. Diskusikan dengan dokter mengenai kebutuhan suplemen setelah melahirkan.
  • Hindari produk dari kedelai. Meski kaya protein, kedelai mengandung fitoestrogen, yang merupakan sejenis estrogen tumbuhan. Konsumsi berlebihan akan memperburuk gejala ketidakseimbangan hormon.
  • Makan kuning telur. Mengandung vitamin B kompleks dan selenium yang berguna untuk memulihkan keseimbangan hormon dalam tubuh.
  • Berjemur, vitamin D penting untuk menjaga keseimbangan hormon.
  • Berolahraga secara teratur, dapat melepas endorfin yang meningkatkan perubahan suasana hati baik dan mengurangi stres.
  • Perbanyak asupan serat, membantu menghilangkan estrogen di dalam tubuh.
  • Hindari karbohidrat sederhana seperti roti putih, nasi, atau pasta. Karbohidrat sederhana mudah dicerna tubuh dan berkontribusi pada peningkatan berat badan serta gula darah. Ini akan memperburuk ketidakseimbangan hormon.
  • Hindari konsumsi makanan tinggi asam lemak tak jenuh ganda, seperti margarin.
  • Minum teh daun raspberry. Teh ini mengandung vitamin dan mineral yang dapat membantu mengatur hormon, juga mengatasi masalah sistem reproduksi.
  • Cukup tidur. Kurang tidur dapat memperparah gejala ketidakseimbangan hormon. Juga berefek negatif pada ikatan mama dengan bayi.

Kapan Harus ke Dokter?

Kapan Harus ke Dokter
Unsplash/JESHOOTS.COM

Jika Mama baru saja melahirkan dan mengalami gejala seperti rambut rontok, infeksi berulang, perubahan suasana hati, kecemasan, insomnia, kesedihan atau depresi, Mama harus segera berkonsultasi dengan dokterr. Tujuannya untuk mengetahui apakah gejala ini disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon pascapersalinan atau dominasi estrogen.

Jangan memasukkan makanan baru atau obat-obatan alternatif dalam diet tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Terutama jika Mama sedang menyusui. Apa pun yang Mama konsumsi dapat diteruskan ke bayi melalui ASI. Oleh karena itu, penting untuk memastikan Mama hanya makan makanan yang sehat dan bergizi.

Itulah penyebab perubahan hormon setelah melahirkan. Ketidakseimbangan hormon adalah hal umum yang dialami oleh setiap Mama yang baru melahirkan. Bila dalam waktu enam hingga delapan minggu Mama masih mengalami gejala-gejalanya, segera konsultasikan dengan dokter  agar dapat ditangani lebih lanjut.

Semoga informasi ini dapat menambah wawasan, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.