Jangan Panik, Ini 6 Tips Jika Due Date Melahirkan Jatuh saat Lebaran

Jika due date Mama tepat di hari Lebaran, jangan panik, Ma

23 Mei 2020

Jangan Panik, Ini 6 Tips Jika Due Date Melahirkan Jatuh saat Lebaran
sheknows.com

Melahirkan adalah momen yang dinantikan oleh seluruh keluarga. Ketika usia kandungan Mama sudah memasuki bulan terakhir, Mama tentu mulai bersiap-siap.

Persiapan ekstra mungkin harus dilakukan jika hari perkiraan lahir Mama diprediksi jatuh saat lebaran. Saat Hari Raya, instansi kesehatan atau tenaga medis mungkin tidak beroperasi normal seperti biasanya.

Agar proses persalinan berjalan dengan lancar, Mama dapat menyiapkan beberapa hal sebelumnya.

Popmama.com merangkum beberapa tips untuk menyiapkan persalinan menjelang hari Lebaran. Apa sajakah itu?

1. Tetap tenang

1. Tetap tenang
freepik.com

Menjelang persalinan, Mama mungkin mulai cemas atau panik. Panik dan stres dapat membuat Mama semakin tertekan. Alih-alih panik, Mama sebaiknya memeriksa semua kelengkapan yang diperlukan nanti.

Pikirkan hal-hal yang menyenangkan ketika bayi lahir nanti. Mama juga sebaiknya rileks dan bahagia karena akan melahirkan si Kecil di hari yang fitri ini.

2. Tunda rencana mudik atau bepergian mengunjungi kerabat

2. Tunda rencana mudik atau bepergian mengunjungi kerabat
Pixabay/tookapic

Jika Mama berencana untuk mudik, sebaiknya dibatalkan. Mama hanya tinggal menghitung hari menjelang persalinan. Bepergian ke luar kota saat hamil tua sangat berisiko, terutama menjelang tanggal kelahiran. Yang mungkin terjadi adalah air ketuban pecah atau Mama merasakan kontraksi di tengah perjalanan mudik.

Air ketuban pecah atau kontraksi di tengah perjalanan tentu dapat mempersulit proses persalinan, sehingga berisiko bagi janin dan Mama.  

Apalagi di tengah pandemi Covid-19 saat ini, Pemerintah mengimbau agar silaturahmi lebaran dilakukan secara virtual, agar terhindar dari risiko tertular virus corona.

Editors' Picks

3. Pastikan ketersedian dokter

3. Pastikan ketersedian dokter
Freepik/ja

Jika Mama berencana melahirkan dibantu oleh dokter kandungan yang selama ini memeriksa Mama, tanyakan apakah ia bersedia membantu persalinan pada saat lebaran. Jika ia bersedia, maka Mama tidak perlu khawatir.

Namun jika dokter kandungan Mama berhalangan, diskusikan dengannya siapa yang akan menggantikannya nanti.

Minta dokter untuk mencatat semua hal yang dianggap perlu di buku kontrol, sekadar berjaga-jaga kalau ada sesuatu yang darurat saat Mama ditangani dokter pengganti.
 

4. Menyiapkan daftar rumah bersalin cadangan

4. Menyiapkan daftar rumah bersalin cadangan
Freepik/javi_indy

Pastikan rumah sakit yang Mama tuju menerima pasien untuk bersalin di hari Lebaran. Tanyakan juga, apakah rumah sakit yang bersangkutan dapat melakukan tindakan seperti operasi caesar pada Hari Raya.

Meskipun Mama berencana melahirkan normal, tapi Mama juga harus mempersiapkan situasi terburuk, bila kondisi mama tidak memungkinkan untuk melakukan persalinan normal.

Selain itu, selama masa pandemi Covid-19, cek kembali SOP rumah sakit, Ma.

5. Siapkan kendaraan dan barang-barang yang diperlukan

5. Siapkan kendaraan barang-barang diperlukan
Unsplash/Johannes Andersson

Pastikan alat transportasi menuju rumah sakit. Kalau ada mobil di rumah tak masalah, tapi kalau tidak, semuanya harus sudah direncanakan jauh-jauh hari. Taksi, mobil sewaan, atau taksi online mungkin akan sulit diperoleh secara mendadak saat Lebaran.

Persiapkan juga barang-barang yang harus dibawa ke rumah sakit saat melahirkan dalam satu tas, sehingga tidak ada yang tertinggal. Mama dapat menyiapkan tas ini jauh-jauh hari. Selain itu, persiapkan sistem pembayaran, apakah dengan kartu kredit, debit, tunai, atau asuransi. Jangan lupa membawa dokumen-dokumen yang diperlukan.

6. Mengatur jadwal besuk

6. Mengatur jadwal besuk
daraluzbirthcenter.org

Jika Mama melahirkan di hari Lebaran, Mama harus bersiap-siap untuk kebanjiran kerabat yang datang membesuk. Karena masih dalam suasana Lebaran, kerabat mungkin akan bersilaturahmi sekaligus mengunjungi si Kecil.

Mama dapat mengatur jadwal kunjungan ini agar dapat beristirahat. Istirahat sangat penting karena Mama kehilangan banyak tenaga saat persalinan. Selain itu Mama pun membutuhkan penyesuaian diri dalam mengasuh bayi, demikian juga dengan bayi.

Selain itu, terlalu banyak kunjungan dapat membuat bayi stres dan mengganggu prosesnya belajar menyusui. Ditambah lagi bisa meningkatkan risiko tertularnya virus corona. Ini tentu membahayakan kesehatan mama dan si Kecil. Demi kesehatannya, batasi juga jumlah orang yang menyentuh atau mencium si Kecil.

Yang terpenting, tetap tenang sehingga Mama dapat melakukan persalinan dengan lancar.

Selamat Lebaran, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.