Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Aturan Baru Ibu Hamil Naik Haji Tahun 2026, Hanya Boleh Usia Kehamilan 14-26 Minggu
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

  • Pemerintah menetapkan aturan baru haji 2026 yang memperketat syarat istithaah kesehatan, termasuk ketentuan khusus bagi ibu hamil agar ibadah berlangsung aman dan optimal.
  • Ibu hamil hanya diperbolehkan berangkat jika usia kehamilan 14–26 minggu, sementara yang berisiko tinggi dilarang demi menjaga keselamatan ibu dan janin selama ibadah.
  • Pengetatan dilakukan karena tingginya angka kematian jemaah Indonesia, sehingga asesmen kesehatan kini mencakup kemampuan fungsional dan kesiapan fisik sebelum keberangkatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia resmi mengumumkan kebijakan baru terkait keberangkatan jemaah haji tahun 1447 H/2026 M. Aturan ini menekankan pentingnya pemenuhan syarat istithaah, yaitu kemampuan fisik dan kesehatan yang wajib dimiliki setiap calon jemaah.

Pengetatan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan optimal selama berada di Tanah Suci. Kebijakan tersebut juga mencakup ketentuan khusus bagi ibu hamil.

Berikut Popmama.com siapkan informasi terkait aturan baru bagi ibu hamil naik haji tahun 2026.

Aturan Baru Ibu Hamil Naik Haji Tahun 2026

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Bagi calon jemaah haji perempuan, ketentuan terkait usia kehamilan kini mengalami penyesuaian. Jika sebelumnya batas minimal usia kehamilan yang diperbolehkan adalah dua bulan, pada musim haji 2026 aturan ini diperketat. Kini, ibu hamil hanya diperbolehkan berangkat jika usia kehamilan berada pada rentang yang dianggap lebih aman, yakni sekitar 14 hingga 26 minggu.

Perubahan ini dilakukan sebagai bagian dari pemenuhan syarat istithaah kesehatan, guna memastikan ibu dan janin tetap dalam kondisi aman selama menjalankan ibadah haji. Sementara itu, ibu hamil dengan kondisi berisiko tinggi dipastikan tidak diperkenankan untuk berangkat.

Mengapa Aturan Istithaah Kesehatan Haji 2026 Diperketat?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Pengetatan aturan istithaah kesehatan pada haji 2026 bukan tanpa alasan. Berdasarkan laporan otoritas Arab Saudi, jemaah haji asal Indonesia menyumbang hampir 50% dari total angka kematian jemaah di seluruh dunia. Data ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah untuk meningkatkan perlindungan kesehatan, agar jemaah bisa menjalankan ibadah dengan lebih aman.

Karena itu, Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia bersama Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia kini menerapkan pendekatan yang lebih menyeluruh melalui asesmen fungsi sejak awal. Penilaian tidak lagi hanya berfokus pada riwayat penyakit, tetapi juga pada kemampuan fungsional jemaah, seperti bergerak secara mandiri, berkomunikasi, hingga mengurus kebutuhan diri sendiri selama menjalankan ibadah haji.

Risiko yang Dihadapi Jemaah Haji Saat Hamil

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Menjalankan ibadah haji saat hamil memiliki beberapa risiko yang perlu diperhatikan. Perjalanan udara yang panjang, biasanya lebih dari 9 jam, dapat meningkatkan risiko trombosis vena dalam (DVT). Selain itu, aktivitas fisik selama haji seperti berjalan jauh juga bisa membuat ibu hamil cepat lelah.

Cuaca ekstrem dengan suhu hingga 45–47°C berisiko menyebabkan dehidrasi dan heatstroke. Kepadatan jemaah juga meningkatkan kemungkinan tertular penyakit menular, seperti meningitis. Karena itu, kondisi kesehatan ibu hamil perlu dipastikan benar-benar siap sebelum berangkat.

Persiapan sebelum Haji untuk Ibu Hamil

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

  1. Konsultasi dengan dokter
    Sebelum berangkat haji, ibu hamil sebaiknya memeriksakan diri ke dokter kandungan terlebih dahulu. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan kondisi ibu dan janin dalam keadaan sehat serta aman untuk menjalani rangkaian ibadah. Selain itu, dokter juga dapat memberikan rekomendasi vaksinasi yang diperlukan agar ibu hamil terlindungi dari risiko penyakit selama di Tanah Suci.

  2. Persiapan fisik
    Menjaga kondisi tubuh tetap bugar sangat penting sebelum berangkat haji. Ibu hamil bisa melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki atau senam hamil sesuai anjuran dokter. Perhatikan juga asupan nutrisi dengan memenuhi kebutuhan zat besi, asam folat, dan kalsium. Pastikan istirahat cukup setiap hari, serta siapkan perlengkapan penting seperti obat-obatan pribadi, vitamin kehamilan, pakaian yang nyaman, alas kaki yang mendukung, dan dokumen perjalanan.

  3. Pilih waktu dan persiapan perjalanan yang tepat
    Pastikan waktu keberangkatan sesuai dengan kondisi kesehatan ibu hamil. Selain itu, siapkan perjalanan dengan matang, termasuk memilih fasilitas yang nyaman dan tidak terlalu melelahkan. Dengan persiapan yang baik, ibu hamil dapat menjalankan ibadah haji dengan lebih aman dan nyaman.

Nutrisi yang Perlu Disiapkan Sebelum Ibu Hamil Berangkat Haji

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Ibu hamil membutuhkan cairan lebih banyak dibandingkan orang dewasa pada umumnya, yakni sekitar 2,5 liter per hari, bahkan bisa lebih tergantung kondisi cuaca dan aktivitas. Mengingat suhu di Tanah Suci cukup ekstrem, kebutuhan cairan ini penting untuk mencegah dehidrasi.

Selain itu, ibu hamil juga perlu memastikan asupan makanan bergizi seimbang, baik makro maupun mikro. Kebutuhan nutrisi harian meliputi sekitar 2.200–2.500 kalori, 75–100 gram protein, serta vitamin dan mineral penting seperti asam folat, kalsium, zat besi, dan vitamin C. Jika sulit memenuhi kebutuhan tersebut dari makanan, ibu hamil bisa mempertimbangkan konsumsi vitamin tambahan atau susu khusus kehamilan sesuai anjuran dokter.

Nah, itu tadi informasi terkait aturan baru ibu hamil naik haji tahun 2026. Yuk, perhatikan lagi bagi ibu hamil yang akan berangkat haji tahun ini!

Editorial Team