Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Benarkah Minum Susu Mentah saat Hamil Bisa Keguguran? Ini Faktanya!
Pixabay/falovelykids
  • Susu mentah mengandung bakteri berbahaya seperti Listeria, E. coli, dan Salmonella yang dapat menyebabkan infeksi serius pada tubuh, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil.
  • Infeksi Listeria mampu menembus plasenta dan menginfeksi janin, meningkatkan risiko keguguran, bayi lahir mati, atau komplikasi berat selama kehamilan.
  • ACOG memperingatkan bahwa bayi yang terinfeksi Listeria saat dalam kandungan bisa mengalami gangguan otak, kelumpuhan, hingga kematian; karena itu ibu hamil disarankan memilih susu pasteurisasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Susu memang baik untuk tubuh, tetapi berbeda lagi dengan susu mentah alias tidak dipasteurisasi. Susu yang tidak dipasteurisasi atau sering disebut susu mentah merupakan susu yang belum melalui proses pemanasan untuk membunuh bakteri berbahaya. 

Meski sebagian orang menganggap susu mentah lebih “alami”, faktanya jenis susu ini justru memiliki risiko kesehatan yang cukup serius. Secara umum, bahaya utama susu tidak dipasteurisasi adalah kandungan bakteri patogen yang masih hidup. 

Tanpa proses pasteurisasi, susu bisa mengandung berbagai kuman dan bakteri yang berbahaya dan berdampak bagi serius. Pada kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak, lansia, dan orang dengan sistem imun lemah, dampaknya bisa jauh lebih serius. 

Khusus untuk ibu hamil, jika dikonsumsi disebut bisa memicu keguguran. Benarkah demikian>

Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya mengenai minum susu mentah saat hamil bisa keguguran dan faktanya.

1. Susu mentah bisa mengandung bakteri penyebab keguguran

Pexels/Matilda Wormwood

Susu mentah berpotensi mengandung berbagai bakteri berbahaya, salah satunya Listeria. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi serius yang dikenal sebagai listeriosis. Pada ibu hamil, infeksi Listeria sangat berisiko karena dapat mengganggu kehamilan

Infeksi ini diketahui berkaitan dengan keguguran, bayi lahir mati (stillbirth), hingga persalinan prematur. Karena tidak melalui proses pasteurisasi, bakteri dalam susu mentah tidak terbunuh dan tetap bisa masuk ke dalam tubuh.

Selain Listeria, ada pula bakteri seperti E. coli, Salmonella, dan Campylobacter. Bakteri-bakteri ini dapat menyebabkan infeksi yang berdampak pada gangguan pencernaan, seperti diare, muntah, hingga demam tinggi.

2. Infeksi Listeria dapat menembus plasenta

Unsplash/Volodymyr Hryshchenko

Salah satu alasan Listeria berbahaya adalah kemampuannya menembus plasenta dan menginfeksi janin. Hal ini dapat mengganggu perkembangan janin di dalam rahim. Bahkan, ibu hamil memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi ini dibandingkan orang lain karena sistem imun yang berubah selama kehamilan.

Ketika janin terinfeksi, kondisi ini dapat meningkatkan risiko keguguran atau komplikasi serius lainnya selama kehamilan.

3. Beragam risiko jika ibu hamil minum susu mentah

Pexels/Matilda Wormwood

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), infeksi Listeria ini tidak hanya dapat menyebabkan keguguran. Pasalnya ini juga berisiko menimbulkan infeksi berat pada bayi yang lahir.

ACOG memperingatkan bahwa bayi yang selamat setelah terinfeksi selama kehamilan, kemungkinan lahir dengan infeksi serius pada darah atau otaknya. Masalah kesehatan itu juga bisa terbawa seumur hidup bayi termasuk keterbelakangan intelektual, kelumpuhan, kejang, kebutaan, serta masalah pada otak, ginjal, atau jantung. 

“Listeriosis juga dapat menyebabkan kematian pada bayi baru lahir," bunyi peringatan dari ACOG.

Sebenarnya, infeksi Listeria selama kehamilan merupakan salah satu risiko spesifik dari susu mentah. Namun, susu yang tidak dipasteurisasi juga dapat menyebabkan infeksi serius, yang berpotensi mengancam jiwa pada siapa pun.

Oleh karena itu, ibu hamil sangat disarankan untuk menghindari susu mentah dan memilih susu pasteurisasi yang lebih aman dikonsumsi.

Editorial Team