Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi di luar rahim. Ini terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel di lokasi yang tidak dapat mendukung pertumbuhannya.
Kehamilan ektopik paling sering terjadi di tuba falopi (struktur yang menghubungkan ovarium dan rahim). Kehamilan ektopik yang lebih jarang dapat terjadi di ovarium, rongga perut, atau serviks.
Kehamilan ektopik dapat mengancam jiwa, terutama jika tuba falopi pecah (ruptur). Ini adalah kehamilan ektopik ruptur, dan dapat menyebabkan perdarahan hebat, infeksi, dan terkadang, kematian. Ini adalah keadaan darurat medis. Penyedia layanan kesehatan harus menangani kehamilan ektopik dengan cepat.
Bila Mama mengalami hamil ektopik, apakah kehamilan bisa bertahan sampai persalinan? Penjelasannya bisa Mama simak pada ulasan Popmama.com berikut ini, ya.
