Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Sering Bungkuk saat Kerja Tingkatkan Risiko Keguguran, Menurut Studi
Magnific/tirachardz

  • Studi di Denmark menganalisis lebih dari 800 ribu kehamilan dan menemukan hubungan antara aktivitas fisik tertentu di tempat kerja dengan peningkatan risiko keguguran.
  • Setiap tambahan satu jam membungkuk ke depan meningkatkan risiko keguguran hingga 36 persen, sementara berjalan lama dan berdiri juga menambah risiko meski dalam persentase lebih kecil.
  • Peneliti menduga aktivitas berulang memengaruhi aliran darah ke plasenta atau regulasi hormon, namun menegaskan masih perlu penelitian lanjutan sebelum dijadikan pedoman kerja bagi ibu hamil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kehamilan sering kali tidak menghalangi perempuan untuk tetap aktif bekerja. Namun, sebuah studi terbaru menemukan bahwa beberapa aktivitas fisik tertentu di tempat kerja, terutama pada awal kehamilan, mungkin berkaitan dengan peningkatan risiko keguguran.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Occupational & Environmental Medicine menganalisis lebih dari 800 ribu kehamilan di Denmark. Hasilnya menunjukkan bahwa aktivitas seperti sering membungkuk ke depan, berjalan dalam waktu lama, dan berdiri terlalu lama saat bekerja memiliki hubungan dengan risiko keguguran yang lebih tinggi.

Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasan tentang sering bungkuk saat kerja dapat tingkatkan risiko keguguran.

1. Studi menganalisis lebih dari 800 ribu kehamilan di Denmark

Magnific.com

Penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti dari Bispebjerg Hospital dan University of Copenhagen, Denmark. Mereka menganalisis 803.829 kehamilan dari 475.312 perempuan yang tercatat antara tahun 2004 hingga 2018.

Untuk memperoleh hasil yang lebih akurat, peneliti menggunakan metode khusus berupa pregnancy-specific job exposure matrix. Metode ini menggabungkan data dari alat pelacak aktivitas dan penilaian para ahli untuk mengukur durasi berdiri, berjalan, serta membungkuk ke depan selama bekerja pada masa awal kehamilan.

Dari seluruh kehamilan yang dianalisis, sebanyak 81.307 kasus berakhir dengan keguguran. Angka tersebut setara dengan sekitar satu dari sepuluh kehamilan yang diteliti dalam studi ini.

2. Sering membungkuk saat bekerja dikaitkan dengan risiko keguguran lebih tinggi

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Salah satu temuan utama dalam penelitian ini adalah hubungan antara aktivitas membungkuk ke depan dan risiko keguguran. Peneliti menemukan bahwa setiap tambahan satu jam membungkuk ke depan dengan sudut sekitar 30 derajat selama hari kerja delapan jam dikaitkan dengan peningkatan risiko keguguran sebesar 36 persen.

Selain membungkuk, aktivitas berjalan dalam durasi panjang juga ditemukan memiliki hubungan dengan peningkatan risiko. Setiap tambahan satu jam berjalan saat bekerja dikaitkan dengan risiko keguguran yang meningkat sebesar 18 persen.

Sementara itu, berdiri dalam waktu lama juga menunjukkan hubungan dengan risiko keguguran, meski angkanya lebih kecil. Setiap tambahan satu jam berdiri dikaitkan dengan peningkatan risiko sekitar 3 persen.

3. Peneliti menduga ada kaitannya dengan aliran darah ke plasenta

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Meski mekanismenya belum sepenuhnya dipahami, para peneliti memiliki beberapa dugaan mengenai penyebab hubungan tersebut.

"Meskipun mekanismenya belum sepenuhnya dipahami, paparan aktivitas kerja ini mungkin memengaruhi aliran darah ke plasenta atau regulasi hormon yang dapat meningkatkan risiko keguguran," laporan peneliti seperti yang dikutip Popmama.com dari laman People, pada Senin (22/6/2026).

Secara sederhana, aktivitas fisik tertentu yang dilakukan berulang dalam pekerjaan mungkin memengaruhi aliran darah menuju plasenta atau memengaruhi regulasi hormon yang berperan penting dalam mempertahankan kehamilan. Namun, para peneliti menegaskan bahwa masih diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan mekanisme tersebut.

4. Temuan ini tidak berarti ibu hamil harus menghindari aktivitas sehari-hari

Magnific.com

Menanggapi hasil penelitian tersebut, Prof. Asma Khalil, profesor obstetri dan kedokteran maternal dari City St George's, University of London, mengingatkan agar temuan ini tidak disalahartikan.

"Temuan ini tidak boleh diartikan bahwa gerakan biasa selama awal kehamilan tidak aman," ujar Khalil.

Ia menegaskan bahwa hasil penelitian ini berkaitan dengan pola paparan aktivitas kerja yang dilakukan secara berulang dan dalam durasi yang panjang, bukan aktivitas harian biasa yang dilakukan ibu hamil.

Menurut Khalil, penelitian ini memang menghadirkan hipotesis yang menarik mengenai postur kerja dan risiko keguguran. Namun, hasilnya masih perlu diuji kembali pada populasi yang berbeda sebelum dapat dijadikan dasar rekomendasi atau pedoman kerja yang lebih spesifik bagi ibu hamil.

Itulah tadi informasi studi yang menemukan bahwa sering bungkuk saat kerja dapat tingkatkan risiko keguguran. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Mama.

Editorial Team

Related Article