Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

USG Normal Tapi Susah Hamil, Apa Penyebabnya?

USG Normal Tapi Susah Hamil, Apa Penyebabnya?
Magnific/freepik
Intinya Sih
  • Hasil USG rahim dan indung telur yang normal belum tentu menjamin kesuburan, karena proses kehamilan melibatkan banyak faktor kompleks di luar tampilan organ reproduksi.
  • Faktor seperti kualitas sel telur, kondisi sperma, penyumbatan tuba falopi, serta ketidakseimbangan hormon dapat memengaruhi peluang kehamilan meski hasil USG terlihat baik.
  • Pemeriksaan tambahan seperti analisis sperma, HSG, dan evaluasi genetik diperlukan untuk memahami penyebab sulit hamil secara menyeluruh dan menentukan langkah promil berikutnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bagi pasangan yang sedang menanti kehadiran buah hati, melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan tentu menjadi langkah awal yang sangat penting. Salah satu pemeriksaan yang paling sering dilakukan adalah Ultrasonografi atau USG. Namun, tidak sedikit pasangan yang merasa bingung ketika dokter menyatakan bahwa hasil USG rahim dan indung telurnya menunjukkan kondisi yang normal, tetapi kehamilan yang dinantikan belum kunjung hadir juga, ya, Ma?

Melansir dari Instagram pribadi @amirfahad.spog, dr. Amir Farhad selaku dokter spesialis kebidanan dan kandungan menjelaskan bahwa hasil USG yang normal sebenarnya adalah sebuah kabar baik yang patut disyukuri. Namun, Mama dan Papa perlu memahami bahwa USG normal bukanlah jaminan bahwa semua faktor kesuburan sudah pasti tanpa masalah. Proses terjadinya kehamilan itu sangat kompleks dan membutuhkan banyak organ serta fungsi tubuh yang harus bekerja sama dengan baik secara bersamaan.

dr. Amir Farhad mengibaratkan proses kehamilan ini seperti sebuah puzzle yang rumit. Pemeriksaan USG barulah mampu memperlihatkan beberapa kepingan puzzle saja, bukan keseluruhan gambaran utuh dari sistem reproduksi kita. Melalui USG, dokter memang bisa menilai bentuk rahim, mendeteksi ada atau tidaknya miom dan kista, hingga melihat cadangan folikel sel telur secara garis besar.

Meski begitu, ada banyak sekali faktor penentu kesuburan lainnya yang levelnya tidak bisa dilihat begitu saja oleh mata telanjang melalui layar USG. Oleh karena itu, jangan langsung berkecil hati atau menghentikan program hamil saat menghadapi situasi ini, Ma. Kali ini Popmama.com rangkum 5 hal penting yang tidak bisa dinilai hanya dengan pemeriksaan USG biasa.

Table of Content

1. Kualitas sel telur yang tidak bisa dipastikan

1. Kualitas sel telur yang tidak bisa dipastikan

IMG_2902.png
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Saat melakukan program hamil, dokter mungkin bisa melihat perkembangan folikel atau kantung sel telur Mama berkembang dengan ukuran yang bagus melalui layar USG. Namun, ukuran yang ideal ternyata tidak serta-merta mencerminkan bagaimana kualitas di dalam sel telur itu sendiri.

Secara medis, kualitas sel telur yang matang dan siap dibuahi tidak bisa dinilai atau dipastikan hanya dari pemeriksaan USG biasa. Ada kalanya folikel terlihat tumbuh dengan sempurna, tetapi sel telur di dalamnya tidak memiliki kualitas yang cukup prima untuk melanjutkan proses pembuahan.

Hal inilah yang sering kali menjadi jawaban mengapa rahim dan sel telur yang terlihat normal di monitor belum bisa menghasilkan kehamilan. Dibutuhkan evaluasi lebih lanjut yang lebih mendalam untuk mengetahui kondisi kualitas sel telur Mama yang sebenarnya.

2. Kondisi dan kualitas sperma suami

IMG_2903.png
Magnific/freepik

Keberhasilan program hamil tentu merupakan kerja sama tim yang kompak antara Mama dan Papa, bukan cuma dari sisi perempuan saja. Sayangnya, banyak pasangan yang lupa bahwa pemeriksaan USG yang dilakukan pada tubuh perempuan sama sekali tidak bisa menjawab bagaimana kondisi kesuburan pihak laki-laki.

Meskipun rahim Mama dinyatakan sangat sehat dan normal melalui USG, proses pembuahan tetap tidak akan terjadi jika kualitas sperma suami sedang tidak optimal. Masalah seperti jumlah sperma yang kurang, pergerakan yang lambat, hingga bentuk sperma yang tidak normal menjadi faktor penentu yang besar.

Oleh karena itu, jika USG Mama sudah dinyatakan normal tetapi garis dua belum kunjung datang, Papa juga sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan analisis sperma di laboratorium agar evaluasi kesuburan menjadi seimbang dan menyeluruh.

3. Adanya penyumbatan pada saluran tuba falopi

IMG_2904.png
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Tuba falopi merupakan saluran penting yang mempertemukan sel telur Mama dengan sperma Papa hingga terjadinya proses pembuahan. Masalahnya, pemeriksaan USG biasa sering kali tidak memiliki kemampuan untuk mendeteksi apakah saluran tuba tersebut terbuka dengan baik atau justru mengalami kebuntuan.

Kondisi saluran yang buntu atau tersumbat ini otomatis akan membuat sperma mustahil bisa menjangkau sel telur, meskipun kondisi rahim and indung telur Mama terlihat sangat prima di monitor komputer. Hal ini tentu menjadi kepingan puzzle misterius yang sering terlewatkan.

Untuk memastikan apakah saluran tuba falopi Mama terbuka atau tidak, biasanya dokter kandungan akan memerlukan tes penunjang medis tambahan di luar USG, salah satu contohnya adalah melalui pemeriksaan Histerosalpingografi atau HSG.

4. Kepastian apakah ovulasi benar-benar terjadi

IMG_2905.png
Magnific/freepik

Memiliki siklus menstruasi yang rutin setiap bulan memang menjadi salah satu tanda kesuburan yang baik. Namun, pemeriksaan USG yang dilakukan dalam satu sesi sesaat ternyata tidak bisa memantau dan memastikan apakah proses ovulasi (pelepasan sel telur matang) benar-benar terjadi di setiap siklus bulanan Mama.

Ada kondisi di mana folikel sel telur berkembang, tetapi tidak berhasil pecah untuk melepaskan sel telur ke saluran pembuahan. Masalah hormonal yang tidak seimbang di dalam tubuh sering kali mengganggu proses pelepasan ini tanpa mengubah tampilan fisik rahim saat di-USG.

Tanpa adanya sel telur yang berhasil dilepaskan melalui proses ovulasi yang sempurna, maka pembuahan alami pun tidak akan pernah bisa dimulai walaupun kondisi organ reproduksi luar Mama tampak bersih dan sehat.

5. Faktor genetik dan kualitas embrionik

IMG_2906.png
Magnific/freepik

Tingkatan terakhir yang paling mendalam dan sama sekali tidak bisa dijangkau oleh pemeriksaan kamera USG adalah masalah di level genetik serta kualitas perkembangan embrio. Kehamilan yang sukses membutuhkan embrio yang dapat membelah dan berkembang dengan kualitas yang sangat baik.

Meskipun sel telur dan sperma berhasil bertemu, ada kalanya terjadi kelainan genetik atau kromosom pada embrio yang terbentuk, sehingga embrio tersebut gagal menempel (implantasi) pada dinding rahim Mama. Gangguan di tingkat mikroskopis ini tentu tidak akan memengaruhi bentuk rahim pada layar monitor.

Karena masalahnya berada di level yang tidak kasat mata, faktor kegagalan penempelan embrio akibat masalah genetik ini memerlukan pendekatan serta pemeriksaan laboratorium yang jauh lebih spesifik bersama dokter ahli penasihat kesuburan.

Mengetahui hasil USG rahim normal memang memberikan rasa lega yang besar, tetapi jangan sampai langkah perjuangan Mama dan Papa berhenti sampai di situ saja jika kehamilan belum kunjung terjadi. Hasil normal pada USG bukan berarti tidak ada harapan, melainkan sebuah tanda bahwa perjalanan pencarian promil Mama belum sepenuhnya selesai.

Tetap semangat, teruslah jalin komunikasi dan diskusi yang terbuka dengan dokter kandungan kepercayaan Mama untuk merencanakan langkah pemeriksaan selanjutnya.

Ingat, setiap perjuangan yang dilakukan dengan sabar dan tepat pasti akan membawa Mama semakin dekat dengan pelukan buah hati yang dinantikan!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany

Related Articles

See More