- Memiliki riwayat hipertensi saat sebelum hamil maupun pada kehamilan sebelumnya
- Memiliki penyakit ginjal atau diabetes
- Hamil ketika berusia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 40 tahun
- Kelebihan berat badan atau obesitas
- Adanya gangguan pada sistem imun
- Kadar kolesterol yang tinggi
- Merokok dan minum alkohol
Tekanan Darah Tinggi pada Ibu Hamil: Penyebab dan Cara Mengatasinya

- Hipertensi pada ibu hamil cukup umum terjadi, dengan tekanan darah mencapai 140/90 atau lebih dan gejala seperti mual, sakit kepala, serta penglihatan kabur.
- Penyebab hipertensi kehamilan beragam, termasuk riwayat hipertensi sebelumnya, penyakit ginjal atau diabetes, usia ekstrem saat hamil, obesitas, kolesterol tinggi, merokok, dan konsumsi alkohol.
- Penanganan hipertensi dilakukan dengan obat resep dokter, mengurangi garam, menghindari asap rokok, tidur miring kiri, rutin olahraga ringan 30 menit per hari, serta memeriksa tekanan darah secara berkala.
Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah hal umum yang dialami oleh ibu hamil. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), dari 12 hingga 17 perempuan hamil yang berusia antara 20 dan 44 tahun, 1 di antaranya mengalami hipertensi.
Pada masa kehamilan, normalnya tekanan darah berada pada angka 120/80. Sedangkan ibu hamil yang alami hipertensi tekanan darahnya dapat menyentuh angka 140/90 atau bahkan lebih.
Gejala hipertensi yang dirasakan oleh setiap ibu hamil bisa berbeda. Namun, umunya ibu hamil akan merasa mual atau muntah, sakit kepala, pengelihatan menjadi kabur, hingga nyeri perut pada bagian atas.
Meski terasa begitu menyeramkan, tekanan darah pada ibu hamil ini untungnya dapat diatasi. Jadi, Mama tidak boleh khawatir berlebih dan stres ya.
Lalu apa saja penyebab dan cara mengatasi tekanan darah tinggi pada masa kehamilan ini? Berikut Popmama.com telah merangkum jawabannya dari berbagai sumber untuk Mama. Disimak, ya, Ma!
Table of Content
Apa yang Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi selama Kehamilan?

Penyebab tingginya tekanan darah pada ibu hamil belum diketahui secara pasti. Setiap ibu hamil memiliki fakto risikonya tersendiri. Namun, terdapat beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi, di antaranya:
Cara Mengatasi Tekanan Darah Tinggi saat Hamil

Berikut beberapa cara yang dapat Mama lakukan untuk mengatasi tekanan darah yang tinggi ketika hamil:
- Mengonsumsi Obat dari Resep Dokter
Salah satu cara untuk mengontrol tekanan darah adalah dengan mengonsumsi obat penurun tensi yang didapat dari resep dokter. Hindari untuk meminum obat tanpa resep dokter.
- Kurangi Asupan Garam
Menurut Diatery Guideline for American 2020-2025, batas maksimal garam yang dikonsumsi ibu hamil setiap harinya adalah lima gram, atau tidak lebih dari satu sendok teh.
- Hindari Asap Rokok
Ibu hamil yang sering terkena asap rokok memiliki risiko tinggi alami penumpukan zat lemak atau plak di dalam pembuluh darah. Seiring berjalannya waktu, kondisi ini dapat memicu tekanan darah tinggi karena pembuluh darah yang alami penyempitan.
- Tidur Menghadap ke Sebelah Kiri
Tidur miring ke sebelah kiri dapat menjaga tekanan dari vena cava inferior, yaitu vena yang membawa darah dari ekstremitas bawah ke jantung.
- Lebih Aktif Bergerak
Saat masa kehamilan, Mama dianjurkan untuk bisa lebih aktif bergerak. Hal ini dapat mengatasi badan pegal, menghilangkan stres, dan meningkatkan sirkulasi darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah.
Luangkanlah 30 menit setiap hari untuk olahraga. Mama bisa mencoba jalan kaki, yoga, atau bahkan berenang.
- Periksa Tekanan Darah secara Teratur
Selama masa kehamilan, ada baiknya Mama selalu memeriksa tekanan darah secara rutin. Hal ini dilakukan untuk menghindari atau mencegah hal-hal yang lebih serius nantinya.
Nah, itu dia penyebab dan cara mengatasi tekanan darah tinggi pada ibu hamil. Semoga bermanfaat, ya, Ma!
FAQ Seputar Tekanan Darah Tinggi pada Ibu Hamil
| Berapa tensi yang berbahaya untuk ibu hamil? | Hipertensi dalam kehamilan merupakan kondisi yang berpotensi membahayakan ibu hamil dan janin. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebabnya agar kondisi ini dapat dicegah dan ditangani secara tepat. Hipertensi dalam kehamilan merupakan kondisi ketika tekanan darah ibu hamil berada di atas angka 140/90 mmHg. |
| Bagaimana cara menurunkan darah tinggi dengan cepat untuk ibu hamil? | Menurunkan tensi ibu hamil dengan cepat memerlukan pendekatan aman: istirahat cukup (tidur miring kiri), kurangi asupan garam/makanan olahan, cukup minum air, dan manajemen stres (yoga/meditasi). Konsumsi makanan tinggi kalium (pisang, bayam) dan segera konsultasikan ke dokter untuk pengobatan jika tensi tetap tinggi. |
| Tensi 140-90 apakah normal pada ibu hamil? | Tensi 140/90 mmHg pada ibu hamil tidak normal dan dikategorikan sebagai hipertensi dalam kehamilan atau darah tinggi. Angka ini adalah batas bawah untuk diagnosis hipertensi dan memerlukan pemantauan medis segera, karena berisiko menyebabkan preeklamsia, gangguan plasenta, dan kelahiran prematur. |



















